Kapolres Pariaman Perintahkan Personel Pantau PMK

Kapolres Pariaman Perintahkan Personel Pantau PMK

Kampung Dalam, Pionir—Penyakit mulut dan kuku (PMK) saat ini tengah mewabah di Indonesia. Penyakit ini banyak menyerang hewan ternak dari mulai sapi, kerbau hingga domba atau kambing dan tergolong penyakit akut yang penyebarannya melalui infeksi virus dan mudah menular.

Seperti diketahui, penyakit infeksi virus (family Picornaviridae) yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap/belah (cloven-hoofed) ini, kini telah merambah ke Kabupaten Padang Pariaman.

Bahkan pasca diemukannya puluhan sapi dan puluhan kerbau terpapar PMK, beberapa hari lalu Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, telah menutup sementara dua dari tiga pasar ternak guna

mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sudah menginfeksi 59 ekor sapi dan kerbau di daerah itu. Pasar yang ditutup itu adalah Pasar Ternak Sungai Sariak dan V Koto Kampuang Dalam.

Dalam penutupan pasar ternak tersebut, pemerintah daerah setempat telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk membantu penutupan pasar ternak sementara serta meminta mengerahkan personelnya untuk melakukan monitoring hewan ternak yang ada di wilayah hukum Polres Padang Parian dan Polres Pariaman, dimana sebagian wilayah hukumnya berada di wilayah administratif Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman.

Menindaklanjuti keadaan itu Kapolres Pariaman, Polda Sumatera Barat (Sumbar) AKBP Abdul Azis SIK meinstruksikan personelnya sampai ke Polsek jajaran agar ikut melakukan monitoring hewan ternak yang ada, baik sapi, kerbau dan kambing.

Seperti yang dilakukan Polsek Kampung Dalam, Polres Pariaman pada Sabtu 28 Mei 2022, di Halaban Korong Pasar Padang Alai, Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur. Pada hari ini Ps.Panit Intelkam Polsek Kampung Dalam Aipda Nofran,SH melaksanakan  koordianasi dengan koordinator lapangan Dinas Peternakan Kecamatan V Koto Timur, Edi Sutiyono tentang penyebaran pada hewan jenis sapi dan kerbau

Kata Kapolsek Kampung Dalam, Polres Pariaman, Iptu Jafri yang dihubungi Pionir, Sabtu 29 Mei 2022, pada kesempatan itu Aipda Nofran,SH ikut mendampingi petugas Dinas Peternakan memberikan tindakan sportif berupa obat multivitamin kepada kerbau yang terindikasi suspec PMK.

Selain itu kata Jafri, Dinas Peternakan Kabupaten Padang Pariaman juga telah melakukan langkah-langkah berupa membentuk Tim URC di tiap tiap kecamatan untuk menerima dan menampung setiap pengaduan dari masyarakat dan Tim URC langsung ke lokasi untuk melaksanakan antisipasi berupa pemberian multivitamin kepada hewan ternak masyarakat.

Saat itu dilaporkan PMK hewan jenis sapi di Korong Kampung Tanjung, Kecamatan V Koto Timur yang mengalami sakit sebanyak 7 ekor, jumlah ternak suspect 7 ekor dan jumlah ternak sembuh 2 ekor.

Kemudian di Korong Pasar Padang Alai ditemukan jumlah ternak sakit 1 ekor, ternak suspect 1 ekor. Selanjutnya di Korong Sialangan jumlah ternak sakit 2 ekor serta jumlah ternak suspect 2 ekor. Lalu di Nagari Kudu Ganting Barat jumlah ternak sakit 6 ekor dan  ternak suspect 6 ekor.

Dikatakan, atas temuan itu tindakan yang telah dilakukan oleh Dinas Peternakan adalah melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang atau tempat ternak, memberikan multivitamin dengan cara disuntikan, menyarankan kepada masyarakat untuk kandang/tempat ternak dalam keadaan bersih, menyerahkan disinfektan kepada masyatakat pemilik ternak untuk dilakukan penyemprotan secara berkala, menyarankan agar agar hewan ternak yang terindikasi suspeck PMK agar dipindahkan atau diisolasi/dipisahkan dari hewan ternak yang sehat. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments