Kapolsek Kampung Dalam Berharap Bayi Bibir Sumbing Dapat Disembuhkan

Kapolsek Kampung Dalam Berharap Bayi Bibir Sumbing Dapat Disembuhkan

Kampung Dalam, Pionir—Seperti diketahui sampai saat ini angka kejadian bibir sumbing atau cleft palate merupakan kelainan kongenital masih sering terjadi di Indonesia. Dari data yang dihimpun Pionir, angka kejadian bibir sumbing pada anak bervariasi, tergantung pada etnis. 

Pada etnis Asia terjadi sebanyak 2,1 banding 1.000 kelahiran, pada etnis Kaukasia 1 banding 1.000 kelahiran, dan pada etnis Afrika-Amerika 0,41 banding 1.000 kelahiran. Sementara di Indonesia, Ditemui fakta jumlah pasien bibir dan celah langit-langit terjadi 3.000-6.000 kelahiran per tahunnya atau 1 bayi tiap 1.000 kelahiran. 

Dari kasus yang ada, Pionir mendapatkan data, kasus paling umum yaitu sumbing bibir dan palatum sebanyak 46%, sumbing palatum (isolated cleft palate) sebanyak 33%, dan sumbing bibir saja 21%. Sementara sumbing pada satu sisi 9 kali lebih banyak dibandingkan sumbing dua sisi, dan sumbing pada sisi kiri 2 kali lebih banyak daripada sisi kanan. Sedangkan anak laki-laki lebih dominan mengalami sumbing bibir dan palatum, sedangkan wanita lebih sering mengalami sumbing palatum.

Fakta kelahiran dengan bibir sumbing ini juga dialami seorang bayi di Korong Kampung Tanjung, Nagari Kudu Ganting, yang secara administratif merupakan wilayah Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman dan secara yuridis merupakan wilayah hukum Polsek Kampung Dalam, Polres Pariaman, Polda Sumatera Barat (Sumbar).

Oleh sebab itu, Kapolsek Kampung Dalam Iptu Jafri memerintahkan Bhabinkamtibmas Nagari  Kudu Ganting Bripka Razul Yasir mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Drs. Aspinudin, LSM ASPILA Azwar Anas, Kepala Puskesmas Limau Purut Syafriman Fery beserta bidan desa, Babinsa Sertu Yonedi, dan perangkat Nagari Kudu Ganting untuk membezuk bayi malang tersebut.

Menurut Jafri, kedatangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman besama rombongan kerumah bayi yang mengalami bibir sumbing itu untuk mencarikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi keluarga bayi tersebut. Karena secara medis bibir sumbing masih dapat diobati.

Dikatakan, tujuan pengobatan bibir sumbing adalah untuk memperbaiki kemampuan makan dan minum, berbicara dan mendengar, serta memperbaiki penampilan wajah anak. Metode penanganannya dapat berupa operasi yang dilakukan secara bertahap. 

"Setelah kedatangan bapak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, kita berharap semoga anak dari Ibu Eva, warga Korong Kampung Tanjung tersebut dapat ditangani secara medis,” harap Iptu Jafri. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments