Kapolsek Bukittinggi Sampaikan Pesan Kamtibmas pada Anggota Majelis Taklim

Kapolsek Bukittinggi Sampaikan Pesan Kamtibmas pada Anggota Majelis Taklim

Bukittinggi, Pionir—Seperti diketahui, dalam mewujudkan Ukhuwah Islamiyah dan menanamkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menambah pengetahuan tentang keagamaan, masyarakat di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui kajian rutin keagamaan yang disebut Majelis Taklim.

Melalui Majelis Taklim ini pula mayarakat berupaya melaksanakan kegiatan sosial, menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai demi terjalinnya persatuan antara sesama anggota masyarakat, menanamkan pemahaman kepada masyarakat pentingnya menjaga tali silaturrahmi dan lainnya.

Untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, pada Minggu pagi 19 Juni 2022, Kapolsek Kota Bukittinggi, Polres Bukittinggi, Polda Sumatera Barat (Sumbar) Kompol Hj. Rita Suryanti SH datang bersilaturahmi dengan anggota Majelis Taklim, di Mushola Surau Permata Benjo Birugo Puhun. 

Kedatangan Rita Suryanti bersama beberapa orang personelnya disambut oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) M.Taufiq, Camat ABTB Nadiatul Khairiah dan lainnya.

Pada kesempatan itu Rita Suryanti mengatakan bahwa saat ini fenomena kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) makin marak. Oleh karena itu ia berharap mengharapkan agar semua elemen masyarakat bisa sama-sama ikut menangkal makin merebaknya fenomena tersebut.

Rita Suryanti juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan, karena saat ini peredaran narkoba sudah mulai masuk pada jajanan anak-anak.

“Untuk itu orang tua harus tetap mewaspadainya. Saat ini penyebaran narkoba tidak memandang usia, di beberapa tempat ditemukan narkoba berbentuk jajanan anak-anak TK dan Paud," kata Rita Suryanti mengingatkan.

Rita mengatakan melalui jajanan yang sudah dicampur narkoba, maka akan menyebabkan pengkonsumsinya menjadi lupa ingatan, bahkan dapat tertidur selama berhari-hari. 

Menurutnya penyebaran narkoba dilingkungan anak-anak ini agar mereka terbiasa dengan narkoba, kemudian menjadi pangsa pasar baru potensial bagi para pengedarnya.

"Ini merupakan salah satu bukti bahwa Proxy War atau perang masa kini sedang berlangsung di negara Indonesia yang akan menghancurkan generasi mendatang," ujar Rita mengingatkan. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments