Pelajar MAN 2 Pessel Siap Jadi Pelopor Anti Narkotika

iklan adsense

Pelajar MAN 2 Pessel Siap Jadi Pelopor Anti Narkotika


Pesisir Selatan, Pionir----Suasana Masjid MAN 2 Pesisir Selatan siang itu terasa berbeda. Di ruang yang biasa dipenuhi lantunan doa dan ayat suci Alqur'an, kini tumbuh satu tekad bersama melawan narkotika. Satu per satu, para pelajar melangkah ke depan dengan sikap tegap, menandai kesiapan mereka bergabung bersama Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat sebagai pelopor gerakan anti narkotika di lingkungan sekolah.

Barisan siswa yang berdiri di hadapan teman-temannya bukan sekadar simbol partisipasi, melainkan pernyataan keberanian generasi muda. Mereka adalah anak-anak harapan bangsa, yang mulai memahami bahwa narkotika bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga menghancurkan akal, iman, dan masa depan. Kesadaran itu tumbuh kuat setelah sosialisasi bahaya narkotika disampaikan secara terbuka dan mendalam.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang kompeten dan peduli pada dunia pendidikan, yakni Titik Susiani, M.Pd dan Fitridiah, S.Pd., M.Pd. 

Dengan bahasa yang membumi dan menyentuh nurani, keduanya mengajak pelajar memahami ancaman narkotika dari sisi kesehatan, hukum, hingga dampak sosial. Pesan yang disampaikan tidak sekadar larangan, tetapi ajakan untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan.

Pada saat itu hadir pula Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, yang memberi penguatan moral kepada para pelajar. Ia menegaskan bahwa perang melawan narkotika harus dimulai dari kesadaran diri, diperkuat oleh iman, dan dijaga melalui kebersamaan. 

Sekolah dan masjid, menurutnya, adalah benteng utama pembentukan karakter generasi muda. Masjid MAN 2 Pesisir Selatan pun menjadi saksi lahirnya komitmen bersama. 

Di tempat yang sakral ini, nilai agama bertemu dengan kesadaran sosial. Seperti petatah petitih Minangkabau, "anak dipangku, kamanakan dibimbiang,” para pelajar dipersiapkan bukan hanya untuk cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan tanggung jawab.

Dari langkah sederhana di masjid sekolah ini, tumbuh harapan besar. Para pelajar MAN 2 Pesisir Selatan telah memilih berdiri di garda depan, mengatakan tidak pada narkotika, dan siap menjadi cahaya penuntun bagi teman sebaya. Sebuah ikhtiar kecil, namun bernilai besar bagi masa depan generasi dan keselamatan anak bangsa.

Sementara itu Kepala MAN 2 Pesisir Selatan, Akhiyen Nuardi, M.Pd, menyampaikan dukungan penuh terhadap program LAN Go to School yang digagas Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, kehadiran LAN Sumbar di lingkungan sekolah bukan sekadar agenda seremonial, tetapi langkah strategis dalam membentengi pelajar dari ancaman narkotika sejak dini.

Ia menilai, metode sosialisasi yang disampaikan para pemateri dan pengurus LAN Sumbar tidak hanya simpatik, tetapi juga edukatif dan menyentuh kesadaran pelajar. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, disertai pendekatan persuasif dan religius, sehingga pesan bahaya narkotika dapat diterima secara utuh oleh para siswa.

“Sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga generasi muda dari pengaruh buruk narkotika. Program LAN Go to School ini sejalan dengan visi pendidikan kami dalam membentuk pelajar yang berilmu, beriman, dan berakhlak,” ujar Akhiyen Nuardi, pada Pionir, Jumat 16 Januari 2026.

Ia berharap, kegiatan tersebut mampu menumbuhkan keberanian pelajar untuk berkata tidak pada narkotika, sekaligus melahirkan agen-agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan sinergi antara dunia pendidikan dan Lembaga Anti Narkotika, MAN 2 Pesisir Selatan berkomitmen menjadi bagian dari benteng pertahanan generasi muda untuk mewujudkan Sumatera Barat bebas dari bahaya narkotika. (Firman Sikumbang)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments