AKBP Agung Tribawanto, S.I.K : DI MANA KEPEDULIAN MENJADI PANGGILAN

iklan adsense

AKBP Agung Tribawanto, S.I.K : DI MANA KEPEDULIAN MENJADI PANGGILAN


PASAMAN BARAT, PIONIR---Di balik ketegasan seragam yang ia kenakan, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. menyimpan keyakinan yang sederhana namun dalam, bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kepekaan hati. 

Menjadi Kapolres Pasaman Barat baginya bukan sekadar menjalankan roda institusi penegak hukum, melainkan mengemban amanah kemanusiaan hadir, mendengar, dan merasakan denyut kehidupan masyarakat yang ia lindungi.

Ia memahami betul, hukum memang harus ditegakkan. Namun di atas segalanya, kemanusiaan harus dijaga. Karena itu, langkah pengabdiannya tak pernah jauh dari nurani. Matanya peka menangkap realitas. Hatinya mudah terketuk setiap kali melihat warga yang berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi, bertahan dalam senyap, tanpa banyak keluhan.

Dalam situasi seperti itulah AKBP Agung memilih untuk tidak sekadar memimpin dari balik meja. Ia turun langsung. Menyapa. Mendekat. Menghadirkan negara dalam wujud yang paling sederhana, kepedulian.

Bagi AKBP Agung, membantu sesama adalah kewajiban moral. Namun mampu berbagi dengan tulus adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Ada rasa syukur yang tumbuh setiap kali tangan yang memberi bertemu dengan tangan yang membutuhkan. 

Sebuah pertemuan singkat, namun sarat makna, tentang harapan, tentang empati, tentang kemanusiaan.

Ia percaya, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat bukanlah simbol kekuasaan, melainkan bukti bahwa negara benar-benar hadir. Karena itu, setiap aktivitas berbagi yang ia lakukan tak pernah dimaknai sebagai formalitas atau pencitraan. Tidak ada jarak. Tidak ada sekat. Yang ada hanyalah ketulusan dan kepedulian yang mengalir apa adanya.

Di tengah masyarakat, AKBP Agung hadir bukan untuk dipuji, melainkan untuk memastikan bahwa setiap warga merasa dilihat dan dihargai. Ia mendengarkan cerita-cerita sederhana. Ia menatap wajah-wajah penuh harap. Ia memahami bahwa bagi sebagian orang, perhatian kecil bisa menjadi kekuatan besar untuk bertahan.

Baginya, setiap senyum yang kembali merekah adalah doa. Setiap ucapan terima kasih adalah pengingat. Bahwa tugas kepolisian sejatinya bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat harapan agar tetap hidup di hati masyarakat.

Turun langsung ke tengah rakyat bukanlah rutinitas baginya, melainkan wujud rasa syukur atas amanah yang diemban. Dalam setiap langkah kecil berbagi itu, AKBP Agung Tribawanto menemukan makna pengabdian yang sesungguhnya, pengabdian yang tak selalu terdengar keras, namun terasa hangat.

Karena pada akhirnya, memberi bukan tentang seberapa besar yang dimiliki, melainkan seberapa tulus hati yang digerakkan. Memberi adalah kebahagiaan tersendiri bagi jiwa, tukasnya (Firman Sikumbang)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments