Alun Dimakan Lah Taraso: Pesona Masakan Era di Rumah Makan Berkah

iklan adsense

Alun Dimakan Lah Taraso: Pesona Masakan Era di Rumah Makan Berkah

Rumah Makan Berkah, KM 16 By Pass, Kota Padang

PADANG, PIONIR---Perjalanan kuliner di Kota Padang terasa belum lengkap tanpa singgah di Rumah Makan Berkah. Mengusung pelayanan ramah, cita rasa khas Minangkabau, serta harga yang tetap terjangkau, rumah makan yang berada di KM 16 By Pass Kota Padang ini menjadi salah satu tujuan favorit para penikmat masakan tradisional.

Di balik kelezatan setiap hidangan, ada sentuhan tangan Era, sang pemilik Rumah Makan Berkah. Melalui racikan bumbu yang diramu dengan ketelatenan dan pengalaman, Era menghadirkan rasa autentik Minangkabau yang kuat, hangat, dan akrab di lidah. 

Setiap menu bukan sekadar sajian, melainkan wujud kecintaan pada warisan kuliner Minang yang terus dijaga.

Bagi pelancong yang baru pertama kali datang, pengalaman bersantap di sini menghadirkan kesan yang sulit dilupakan. Dari kejauhan saja, aroma rendang sudah menggoda penciuman. Dendeng bakarnya terasa istimewa, seakan tak ada duanya. Gulai kurma menghadirkan sensasi hangat yang membangunkan selera, sementara lele bakar dan nila bakar tersaji matang sempurna, menambah lengkap kenikmatan di meja makan.

Di Rumah Makan Berkah, seluruh pancaindra diajak menikmati harmoni rasa. Hidung menangkap wangi rempah yang khas, mata dimanjakan oleh tampilan hidangan Minang yang tersusun menggugah selera, dan lidah akhirnya menegaskan satu hal, kenikmatan yang sesungguhnya. Benarlah pepatah Minang, “alun dimakan lah taraso”, belum dimakan saja rasanya sudah terasa.

Kesan itu pula yang dirasakan Soni Sumarsono dan Dea Oktaviani, dua sahabat pemburu kuliner. Meski malam telah larut, setelah menyantap hidangan racikan Era di Rumah Makan Berkah, spontan mereka berseru, “onde mande, lamak bana… masakan Minangkabau luar biaso, tambuah ciek.” Sebuah ungkapan sederhana yang menggambarkan kepuasan rasa sekaligus kerinduan untuk kembali.

Rumah Makan Berkah bukan sekadar tempat makan. Ia adalah persinggahan rasa, ruang pertemuan kenangan, dan bukti bahwa kelezatan kuliner Minangkabau, melalui racikan tangan Era selalu punya cara untuk memikat siapa saja yang singgah (Tim)



iklan adsense

Post a Comment

0 Comments