Di Tengah Duka, LAN Menyalakan Harapan
PADANG, PIONIR-----Sejak awal bencana melanda Sumatera Barat, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat tidak tinggal diam. Setiap kabar duka yang datang, baik bencana hidrometeorologi maupun musibah kebakaran, langsung disambut dengan gerak cepat. Tanpa menunggu komando panjang, para relawan LAN turun ke lokasi, menyalurkan bantuan sekaligus menguatkan hati masyarakat yang tertimpa cobaan.
Lelah seolah tak pernah mereka kenal. Dari satu rumah ke rumah lainnya, bantuan diantar dengan tangan sendiri. Sebagian anggota bahkan memilih bertahan di tengah warga, membantu membersihkan puing-puing reruntuhan, mengeruk lumpur sisa banjir bandang, hingga memastikan rumah yang tersisa kembali layak dihuni. Mereka bekerja bahu-membahu bersama tim kebencanaan pemerintah, personel TNI, serta Polri, melebur tanpa sekat, hanya dengan satu tujuan, meringankan beban sesama.
Menariknya, para relawan ini bukanlah orang-orang biasa. Di balik pakaian sederhana yang berlumur debu bencana, tersimpan latar belakang yang beragam, pejabat pemerintahan, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Gelar akademik berjejer di belakang nama, magister, doktor, bahkan profesor. Namun semua atribut itu seolah ditanggalkan ketika panggilan kemanusiaan datang.
Lembaga Anti Narkotika Sumatera Barat sendiri tidak hanya bergerak dalam bidang pencegahan penyalahgunaan narkotika. Lebih dari itu, LAN juga hadir sebagai organisasi kemanusiaan yang aktif dalam penanganan kebencanaan. Di mana ada musibah, di sana pula para relawan LAN berupaya hadir, membawa bantuan sekaligus harapan bagi masyarakat yang terdampak.
Peran nyata ini semestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Dukungan moral maupun kebijakan sangat dibutuhkan agar gerak kemanusiaan LAN dapat berjalan lebih optimal. Setidaknya, keberadaan dan pengabdian Lembaga Anti Narkotika Sumatera Barat patut diapresiasi serta didukung penuh, karena di balik kerja sunyi mereka, ada harapan masyarakat yang terus dijaga agar tetap menyala di tengah cobaan. (*)


0 Comments