DARURAT NARKOTIKA DI RANAH MINANG

iklan adsense

DARURAT NARKOTIKA DI RANAH MINANG

Lambung Bukit Bergerak, Generasi Muda Harus Diselamatkan


PADANG, PIONIR---Peredaran gelap narkotika di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang, saat ini berada pada fase yang sangat mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2024 hingga awal 2026, peredaran gelap narkotika tidak lagi bergerak melalui pola-pola konvensional semata. Modus operandi telah bertransformasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, media sosial, hingga jaringan komunikasi tertutup yang semakin sulit dideteksi.

Data yang dirilis dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat menunjukkan peningkatan signifikan dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Yang lebih memprihatinkan, kelompok remaja dan usia produktif kini menjadi sasaran utama sekaligus pengguna baru terbanyak. Fenomena ini menjadi ancaman serius terhadap cita-cita Presiden RI mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Wakil Ketua III LAN Provinsi Sumatera Barat, Risman, SH, menilai kondisi ini tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan biasa. Menurutnya, narkotika telah menyusup hingga ke lapisan masyarakat paling bawah, menyasar anak-anak dan remaja yang seharusnya menjadi aset masa depan bangsa.

“Perang terhadap narkotika bukan hanya tugas aparat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Jika kita lengah, generasi muda kita yang akan menjadi korban,” tegas Risman.

Sebagai bentuk keseriusan, Risman bersama tokoh masyarakat Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, menggelar koordinasi penguatan program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). Kegiatan yang berlangsung pada Minggu malam, 22 Februari 2026 tersebut turut dihadiri Ketua Divisi Logistik LAN Provinsi Sumatera Barat, Sanusi, SE.

Dalam pertemuan itu, Risman menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, pemuda, serta orang tua dalam membangun benteng pertahanan sosial di lingkungan masing-masing. Edukasi sejak dini, pengawasan keluarga, dan kepedulian sosial dinilai sebagai kunci utama mencegah generasi muda terjerumus dalam lingkaran gelap narkotika.

Tidak hanya itu, Risman juga mengusulkan pembentukan Pos Terpadu di Kelurahan Lambung Bukit sebagai perpanjangan tangan LAN di tingkat kelurahan. Pos tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi, tempat pengaduan, serta wadah sosialisasi dan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.

“Pos Terpadu ini nantinya menjadi simpul gerakan masyarakat. Kita harus bersatu melawan peredaran narkotika. Mari kita selamatkan generasi muda dari pengaruh buruk narkotika,” ujarnya penuh harap.

Langkah ini mendapat respons positif dari para tokoh masyarakat yang hadir. Mereka menyadari bahwa ancaman narkotika bukan lagi isu jauh, melainkan persoalan nyata yang bisa menyentuh keluarga mana pun tanpa pandang bulu.

Gerakan kolektif di tingkat kelurahan menjadi simbol bahwa perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan sosial, budaya, dan edukatif. Dengan sinergi antara lembaga, masyarakat, dan aparat, Lambung Bukit diharapkan mampu menjadi contoh wilayah yang tangguh dan berkomitmen menjaga generasi mudanya.

Perjuangan ini tentu tidak mudah. Namun, sebagaimana ditegaskan Risman, harapan selalu ada ketika masyarakat bersatu. Di tengah derasnya arus globalisasi dan teknologi, benteng terkuat tetaplah keluarga dan lingkungan.

Kini, kata Risman, pilihan ada di tangan bersama, diam dan membiarkan ancaman itu tumbuh, atau bangkit dan menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa. (Boby)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments