Ketika semangat pemberantasan narkotika harus berjalan di tengah keterbatasan
Lembaga Anti Narkotika (LAN) selama ini dikenal aktif menggerakkan kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sosialisasi ke sekolah, edukasi masyarakat, hingga pendampingan korban penyalahgunaan terus dilakukan secara konsisten. Namun di balik kerja yang senyap itu, tersimpan kekhawatiran tentang keberlanjutan langkah.
Mantan anggota DPRD Kota Padang periode 2009–2014 dari Fraksi PPP yang juga Ketua Suku Koto, Kota Padang, ketua Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari (Bakorkan) Zubardi Datuak Angkat Dirajo, bersama Ketua Gerakan Nasional Pemberantas Korupsi (GNPK) Sumatera Barat, Syiful Pong, serta Rudi Pitola, kader Partai NasDem Kota Padang, menilai gerakan LAN berpotensi mengalami kemunduran bila tidak mendapat dukungan nyata dari pemerintah.
Bagi mereka, isu ini bukan sekadar tentang organisasi, melainkan menyangkut masa depan generasi muda. Tanpa sinergi yang kuat, upaya pencegahan dikhawatirkan tidak mampu mengimbangi kompleksitas peredaran gelap narkotika yang terus berkembang.
Dukungan yang Tertahan Efisiensi
Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, mengungkapkan bahwa dorongan terhadap peran pemerintah sebenarnya telah disampaikan dalam berbagai forum resmi. Salah satunya melalui dialog bersama BNNP dan pemerintah daerah yang dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat, Muhaimin.
Dalam forum tersebut, kata Firman, pentingnya dukungan pemerintah terhadap program LAN telah menjadi pembahasan utama. Namun kondisi fiskal yang tengah dihadapi pemerintah membuat bantuan belum dapat diberikan secara maksimal.
“Secara prinsip pemerintah mendukung, tetapi saat ini sedang menghadapi efisiensi anggaran sehingga belum bisa membantu sepenuhnya,” ungkap Firman.
Situasi ini menghadirkan dilema. Di satu sisi, ancaman narkotika dan persoalan sosial lain, termasuk meningkatnya praktik prostitusi, menuntut respons cepat dan berkelanjutan. Di sisi lain, keterbatasan anggaran membuat gerakan pencegahan harus berjalan dengan sumber daya terbatas.
Menjaga Asa di Tengah Keterbatasan
Para tokoh yang hadir dalam diskusi, sepakat bahwa upaya P4GN tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Mereka bahkan menilai, di Sumatera Barat saat ini LAN menjadi salah satu lembaga yang masih aktif dan konsisten turun langsung ke tengah masyarakat membawa pesan penyelamatan generasi.
Di titik inilah makna perjuangan menemukan bentuknya. Pemberantasan narkotika bukan hanya soal penindakan hukum, tetapi juga tentang menjaga harapan, melindungi masa depan anak-anak muda dari ancaman yang merusak kehidupan.
Harapan pun kembali diarahkan kepada pemerintah agar dapat hadir lebih nyata sebagai mitra strategis gerakan masyarakat. Sebab keberhasilan melawan narkotika tidak pernah lahir dari satu kekuatan saja, melainkan dari kepedulian bersama.
Di tengah sunyi dukungan, LAN masih berdiri. Menyalakan kesadaran, merawat harapan, dan terus mengetuk pintu masa depan, agar Sumatera Barat tetap memiliki generasi yang bersih dari narkotika. (Boby)


0 Comments