Pesantren Ramadhan Bentengi Pelajar dari Narkotika dan Kenakalan Remaja

iklan adsense

Pesantren Ramadhan Bentengi Pelajar dari Narkotika dan Kenakalan Remaja




Rohabdi Roesdan, S.Pd

PADANG,PIONIR--Ramadhan di Kota Padang kembali menghadirkan denyut pembinaan generasi muda melalui kegiatan Pesantren Ramadhan. Tidak sekadar menguatkan ibadah dan nilai spiritual, kegiatan yang berlangsung mulai 23 Februari hingga 15 Maret 2026 ini juga menjadi ruang edukasi penting bagi pelajar untuk memahami berbagai ancaman sosial, mulai dari penyalahgunaan narkotika, perundungan, prostitusi, hingga tawuran remaja.

Pesantren Ramadhan tahun ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi program Smart Surau, salah satu program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan dan kearifan lokal. Surau kembali ditempatkan sebagai pusat pembinaan moral, tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.

Kabid Pembina Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Rohabdi Roesdan, S.Pd, menegaskan bahwa momentum Ramadhan merupakan waktu paling tepat untuk menanamkan kesadaran diri pada pelajar. Menurutnya, pendidikan sejati bukan hanya soal prestasi akademik, melainkan juga kemampuan membentengi diri dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.

Melalui rangkaian materi edukatif yang terintegrasi dalam Pesantren Ramadhan, para siswa diharapkan memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya narkotika dan berbagai bentuk kenakalan remaja. Kesadaran tersebut menjadi fondasi penting agar mereka mampu memilih pergaulan yang sehat, menumbuhkan disiplin, berakhlak mulia, serta menampilkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, Rohabdi menilai generasi muda harus dipersiapkan menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba. Hanya dengan karakter yang kuat, pelajar dapat tumbuh sebagai kekuatan pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan daerahnya.

Namun pembinaan tidak berhenti di lingkungan sekolah atau surau. Ia menekankan bahwa peran keluarga tetap menjadi benteng utama. Orang tua diharapkan aktif berkomunikasi, mengawasi pergaulan anak, serta memberikan batasan yang jelas, termasuk pembatasan jam malam ketika anak berada di luar rumah. Langkah sederhana tersebut dinilai penting sebagai upaya pencegahan di tengah meningkatnya keterlibatan remaja dalam berbagai tindak kejahatan.

Sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat inilah yang menjadi ruh Pesantren Ramadhan. Dari ruang-ruang ibadah yang sederhana, ditanamkan harapan besar: lahirnya generasi Padang yang beriman, berakhlak, berilmu, serta tangguh menghadapi tantangan zaman.

Ramadhan pun bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menjaga masa depan. Dan dari surau-surau itu, masa depan generasi muda sedang dibentuk, lebih bersih, lebih kuat, dan lebih siap melangkah tanpa bayang-bayang narkotika maupun kenakalan remaja. (Firman Sikumbang)



iklan adsense

Post a Comment

0 Comments