Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, Sampaikan Bahaya Narkotika di Lapau Gunung Padang

iklan adsense

Ketua LAN  Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, Sampaikan Bahaya Narkotika di Lapau Gunung Padang


PADANG, PIONIR---Edukasi tentang bahaya narkotika tidak selalu harus berlangsung di ruang pertemuan resmi yang penuh protokoler. Di Sumatera Barat, pesan penting itu justru mengalir hangat dari sebuah lapau sederhana, tempat masyarakat berbincang, berbagi cerita, dan merawat kebersamaan dalam keseharian.

Suasana itulah yang terasa ketika Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, singgah di sebuah lapau di kawasan Gunung Padang, Rabu (11/2/2026).

Kedatangannya bukan dalam agenda resmi, secara kebetulan, Ia hanya melintas menuju kawasan industri Pelabuhan Teluk Bayur. Namun perjalanan singkat itu berubah menjadi ruang edukasi.

Di bawah rindangnya pohon seri yang menaungi lapau tersebut, Firman bertemu sekelompok pensiunan pengawas pendidikan dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang tergabung dalam Orkeswas. Mereka tengah beristirahat setelah menempuh pendakian panjang dari Gunung Padang menuju Teluk Bayur. Secangkir kopi hangat, hembusan angin peggunungan, dan obrolan ringan perlahan mengantar percakapan menuju topik yang lebih dalam,  ancaman narkotika bagi generasi muda.

Tanpa podium, dan tanpa suasana formal, Firman memanfaatkan momen kebersamaan itu untuk menyampaikan informasi penting mengenai layanan rehabilitasi gratis yang disediakan oleh BNN Provinsi Sumatera Barat bagi masyarakat yang terjerat penyalahgunaan narkotika.

Dalam rombongan Orkeswas itu turut hadir Wakil Ketua I LAN Sumatera Barat, Titi Susiani, M.Pd, serta Ketua Divisi Rescue LAN Sumatera Barat, Fitridiah, S.Pd., M.Pd, yang ikut menyimak dialog hangat di bawah teduhnya pohon seri tersebut.

Firman menegaskan bahwa keluarga tidak perlu merasa malu ataupun takut ketika menghadapi persoalan penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, pecandu adalah korban yang harus diselamatkan melalui pendekatan rehabilitasi yang manusiawi. 

“Kalau ada anak atau saudara Bapak dan Ibu yang menjadi pecandu dan ingin direhabilitasi, BNNP Sumbar siap memberikan layanan rehabilitasi secara gratis,” ujarnya.

Pesan sederhana itu disampaikan dengan bahasa yang ringan, namun mengandung makna mendalam. Bahwa penyelamatan generasi tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi bisa lahir dari percakapan kecil yang menyentuh kesadaran.

Ketika Nilai Luhur Mulai Memudar

Dalam perbincangan yang berlangsung akrab tersebut, Firman juga menyinggung kondisi moral generasi di Ranah Minang yang dinilai mulai mengalami kemerosotan. Nilai luhur “adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah” yang dahulu menjadi pijakan hidup masyarakat, menurutnya, perlahan memudar di tengah perubahan zaman dan derasnya pengaruh global.

Ia menilai, melemahnya nilai agama, adat, serta kepedulian sosial membuka celah bagi masuknya berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkotika. Karena itu, peran keluarga, tokoh pendidikan, dan masyarakat menjadi sangat penting sebagai benteng pertama perlindungan generasi muda.

Para pensiunan pengawas pendidikan yang hadir pun menyambut hangat pesan tersebut. Bagi mereka, perjuangan menjaga moral generasi tidak berhenti saat masa tugas berakhir. Kepedulian tetap hidup, bahkan dalam ruang-ruang sederhana seperti lapau di lereng Gunung Padang.

Suasana pertemuan terasa hangat dan penuh refleksi. Tidak ada jarak antara penyampai pesan dan para pendengar. Semua duduk sejajar, disatukan oleh kepedulian yang sama terhadap masa depan anak nagari.

Edukasi dari Ruang-Ruang Kecil

Pertemuan singkat di bawah rindang pohon seri itu menjadi pengingat bahwa perubahan besar kerap berawal dari ruang-ruang kecil. Dari percakapan tanpa sekat, tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga generasi dari bahaya narkotika.

Lapau yang biasanya menjadi tempat melepas lelah, hari itu menjelma menjadi ruang edukasi dan harapan. Pesan tentang penyelamatan generasi disampaikan dengan cara yang paling dekat dengan hati masyarakat, sederhana, hangat, dan penuh kepedulian.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa gerakan pencegahan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Setiap ruang pertemuan, sekecil apa pun, dapat menjadi tempat menanamkan kesadaran.

Di Gunung Padang hari itu, di bawah teduhnya pohon seri dan di tengah canda ringan para pensiunan pendidik, terselip pesan besar tentang masa depan. Bahwa menjaga generasi dari narkotika adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari keluarga, diperkuat oleh masyarakat, dan dijaga oleh nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. (Boby)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments