Rehabilitasi Tanpa Stigma, Harapan Baru dari BNNP Sumatera Barat

iklan adsense

Rehabilitasi Tanpa Stigma, Harapan Baru dari BNNP Sumatera Barat

Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang bersama Katim Rehabilitasi BNNP Sumbar, Josra Maidi, S.T. (Doc. LAN)


PADANG, PIONIR---Di balik senyapnya persoalan penyalahgunaan narkotika, banyak keluarga menyimpan kegelisahan yang tak terucap. Rasa takut, malu, hingga kekhawatiran terhadap stigma sosial sering membuat langkah penyelamatan tertunda. Padahal, harapan untuk pulih selalu ada, dan pintu itu terbuka melalui rehabilitasi.

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat (BNNP Sumbar) terus menegaskan pendekatan humanis dalam penanganan penyalahgunaan narkotika. Rehabilitasi bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga wujud kepedulian negara dalam mengembalikan masa depan generasi.

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol. Dr. Ricky Yanuarfi, S.H., M.Si, menekankan bahwa pecandu merupakan korban yang harus diselamatkan, bukan disembunyikan. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu membawa anggota keluarga untuk menjalani proses asesmen dan rehabilitasi yang aman serta terjamin kerahasiaannya.

Senada dengan hal tersebut, Katim Rehabilitasi BNNP Sumbar, Josra Maidi, S.T, menegaskan bahwa keluarga tidak perlu merasa takut ataupun malu jika memiliki anggota keluarga yang terjerat penyalahgunaan narkotika.

“Kalau ada anak atau saudara Bapak dan Ibu yang menjadi pecandu dan ingin direhabilitasi, BNNP Sumbar siap memberikan layanan rehabilitasi secara gratis,” ujarnya.

Pendekatan rehabilitasi menjadi sangat penting karena pemulihan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mental, emosional, dan sosial. Dengan pendampingan tenaga profesional serta dukungan keluarga, penyintas memiliki peluang besar untuk kembali menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.

Upaya penyelamatan ini juga mendapat dukungan dari elemen masyarakat. Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, SE, menegaskan komitmen organisasinya untuk turut membantu masyarakat yang ingin terbebas dari jerat narkotika.

Menurutnya, LAN Sumbar siap menjadi jembatan dengan menyalurkan masyarakat yang membutuhkan penanganan menuju layanan rehabilitasi yang tersedia.

Sinergi antara BNNP Sumbar dan LAN Sumbar menunjukkan bahwa penanganan narkotika tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, lembaga masyarakat, serta dukungan keluarga agar proses pemulihan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Lebih dari itu, menghapus stigma menjadi langkah awal yang sangat menentukan. Ketika masyarakat mulai memandang pecandu sebagai individu yang perlu ditolong, bukan dihakimi, maka peluang penyembuhan akan semakin besar. Rehabilitasi pun berubah menjadi ruang harapan, tempat seseorang kembali menemukan jati diri dan masa depan.

Pada akhirnya, menyelamatkan satu orang dari penyalahgunaan narkotika berarti menjaga masa depan satu keluarga, bahkan satu generasi. Dan di Sumatera Barat, harapan itu terus dijaga, melalui layanan rehabilitasi yang terbuka, ujarnya (Boby)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments