Langkah Tegas BNNP Sumbar di Awal 2026
Bagi Fery, perang melawan narkotika bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga perjuangan kemanusiaan. Ia menilai penyalahgunaan narkotika harus dipandang sebagai persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ketegasan dalam penindakan harus berjalan seiring dengan edukasi dan pencegahan yang berkelanjutan.
“Pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan sendiri. Ini adalah tanggung jawab bersama antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Semakin kuat sinergi yang dibangun, semakin besar peluang kita menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba,” ujarnya saat berdiskusi dengan para penggiat anti-narkotika di ruang pertemuan lantai II BNNP Sumbar beberapa waktu lalu.
Sejak mengemban amanah sebagai Kabid Pemberantasan, Fery mendorong peningkatan kinerja pengungkapan kasus melalui penguatan intelijen, koordinasi lintas sektor, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat. Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah jaringan peredaran berhasil diungkap pada awal tahun ini, memperlihatkan keseriusan BNNP Sumbar dalam menutup ruang gerak pelaku.
Namun bagi Fery, keberhasilan penindakan hanyalah satu bagian dari upaya besar yang harus terus dijaga kesinambungannya. Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran publik bahwa narkotika bukan sekadar persoalan hukum, melainkan ancaman nyata bagi masa depan keluarga dan daerah.
“Ketika satu orang terjerat narkoba, yang terdampak bukan hanya dirinya, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari rumah, sekolah, hingga komunitas,” tuturnya.
Pendekatan kolaboratif inilah yang terus didorong BNNP Sumbar. Diskusi dengan penggiat anti-narkotika, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga organisasi kepemudaan menjadi bagian dari strategi memperluas gerakan bersama melawan narkoba. Fery percaya, kekuatan sosial masyarakat Sumatera Barat yang menjunjung nilai kebersamaan merupakan modal besar dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.
Pengalaman panjang di kepolisian turut membentuk gaya kepemimpinannya yang lugas namun terbuka terhadap masukan. Ia menempatkan komunikasi sebagai kunci, baik di internal institusi maupun dengan masyarakat. Baginya, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diungkap, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran dan partisipasi publik.
Di tengah tantangan peredaran narkoba yang semakin kompleks, Fery tetap optimistis. Ia meyakini bahwa dengan kerja keras, sinergi, dan dukungan masyarakat, Sumatera Barat dapat memperkuat benteng pertahanan terhadap ancaman narkotika.
“Harapan kita sederhana, tetapi sangat penting, menyelamatkan generasi muda agar tetap sehat, produktif, dan memiliki masa depan. Itu yang terus menjadi semangat kami di BNNP Sumbar,” katanya.
Langkah-langkah yang terus digelorakan tersebut menjadi penegas bahwa perang melawan narkotika belum usai. Namun dengan komitmen kuat dari aparat penegak hukum serta dukungan masyarakat, harapan untuk mewujudkan Sumatera Barat yang bersih dari narkoba tetap menyala. (Firman Sikumbang)


0 Comments