Tak Kenal Kompromi! Sultan Rusdal Hinayatsah Raih Apresiasi Bela Negara 2025, Tegaskan Perang Total Lawan Narkotika

iklan adsense

Tak Kenal Kompromi! Sultan Rusdal Hinayatsah Raih Apresiasi Bela Negara 2025, Tegaskan Perang Total Lawan Narkotika

Letnan Kolonel (Letkol) Sultan Rusdal Fajrianto Hinayatsyah, SH

BANDUNG, PIONIR--Komitmen dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika kembali mendapat pengakuan nasional. Ketua Umum Lembaga Anti Narkotika (LAN), Sultan Rusdal Fajrianto Hinayatsyah, SH, menerima Sertifikat Apresiasi Bela Negara Tahun 2025 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam gerakan pemberantasan narkotika serta penguatan karakter kebangsaan.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas peran aktif dan kerja nyata yang selama ini dilakukan bersama jajaran LAN dalam upaya bela negara melalui pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. LAN dinilai konsisten mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkotika, membangun kesadaran kolektif, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.

Penganugerahan penghargaan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian acara Apresiasi Bela Negara 2025 pada 22 Desember 2025 yang lalu di Hotel El Royale, Bandung. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia bersama Dewan Juri yang dipimpin oleh Bapak Bagir Manan dan jajaran.

Dalam keterangannya, Rusdal Hinayatsah menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan amanah besar bagi seluruh keluarga besar LAN.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh jajaran Lembaga Anti Narkotika dan para pejuang anti narkotika di berbagai daerah. Ini adalah amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berjuang, menjaga integritas, dan memperkuat komitmen dalam melindungi generasi bangsa dari bahaya narkotika. Bela negara adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perang terhadap narkotika bukanlah perjuangan sesaat, melainkan komitmen jangka panjang yang membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa. Pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pendidik, hingga keluarga harus berdiri dalam satu barisan untuk memperkuat benteng moral dan karakter anak bangsa.

Bagi Sultan Rusdal, penghargaan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan pengingat bahwa tugas besar masih menanti. Peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.

Penghargaan tersebut menjadi simbol tanggung jawab untuk terus bergerak tanpa lelah dan tanpa kompromi dalam memerangi narkotika.

Dengan semangat bela negara, Lembaga Anti Narkotika menegaskan tekadnya untuk tetap berada di garis terdepan, menjaga Indonesia agar lebih bersih, lebih kuat, dan lebih bermartabat, tukasnya (Firman Sikumbang)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments