KALA ALLAH SWT MENERIMA SELURUH AMAL IBADAHKU DI BULAN RAMADHAN TAHUN 1447 H

iklan adsense


 Tangisan bahagia Cah Angon

Padang, Pionirnews.com,-

Kala malam bersujud dalam sunyi,

Langit dan cahaya bintang menunduk penuh rahasia Ilahi,

Di antara detak waktu yang hampir pergi,

Aku bertanya…

Adakah namaku tertulis dalam ridha-Mu hari ini?


Ramadhan ooh Ramadhan…

Engkau datang membawa cahaya terang,

Menyapu debu-debu dosa yang lama terpendam,

Mengajarkanku arti lapar bukan sekadar dahaga,

Namun tentang hati yang belajar tunduk dan tenggelam.


Di sepertiga malam yang paling hening,

Aku bersimpuh dalam linangan air mata,

Memanggil-Mu dengan nama-nama yang agung,

Mengharap satu malam…

Yang lebih baik dari seribu bulan usia.


Lailatul Qadr…

Anugerah terindah yang tak semua jiwa mampu rasa,

Bukan sekadar malam penuh cahaya,

Namun ijazah dari langit,

Bahwa aku telah Engkau terima sebagai hamba-Mu.


Ya Allah…

Jika benar Engkau menerima sujudku,

Jika benar Engkau mencatat ibadahku,

Maka jadikanlah hidupku hanya untuk-Mu,

Seperti firman-Mu yang abadi dalam kalbu:

"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk-Mu,

Wahai Tuhan seluruh alam…"


Kini aku mengerti…

Bahwa kemenangan bukan pada gemerlap hari raya,

Namun saat hati mengenal-Mu lebih dekat,

Saat jiwa tenggelam dalam ma’rifat,

Dan tak lagi mencari harapan selain Engkau semata.


Ramadhan 1447 H…

Jika ini adalah saksi perjalananku,

Maka biarlah ia bersaksi di hadapan-Mu kelak,

Bahwa aku pernah mencoba menjadi hamba,

Yang belajar mencintai-Mu dengan seluruh hidupku.


Alhamdulillah…

Syukur yang tak mampu terucap sempurna,

Atas setiap detik yang Engkau izinkan kujalani,

Dan atas satu harapan yang terus kupeluk erat:

Yaa Allah ....

Semoga Engkau benar-benar menerima…

Seluruh amal ibadahku.


🎇Lailatul Qadr, malam 29 Ramadhan 1447 H

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments