Kuranji Harus Bangkit, Syamsu Rahim Serukan Gerakan Bersama Lawan Narkotika

iklan adsense

Kuranji Harus Bangkit, Syamsu Rahim Serukan Gerakan Bersama Lawan Narkotika


PADANG, PIONIR----Peredaran dan penyalahgunaan narkotika kini kian mengkhawatirkan. Tanpa disadari, ancaman ini telah menyusup ke berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya di perkotaan tetapi juga hingga ke nagari/kelurahan dan jorong. Dampaknya sangat merusak, mulai dari kesehatan individu, keharmonisan keluarga, hingga ketahanan sosial masyarakat.

Narkotika bahkan dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) karena dampaknya yang luas, sistematis, dan berpotensi menghancurkan masa depan generasi muda. Kondisi ini menuntut perhatian dan tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat.

Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, sebelumnya telah mengingatkan bahwa generasi muda menjadi kelompok paling rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Pengaruh pergaulan serta lemahnya pengawasan menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran barang haram tersebut.

Hal ini kembali ditegaskan oleh Drs. H. Syamsu Rahim dalam kegiatan Road Show LAN Go to Nagari yang digelar di Kantor KAN Pauh IX, Kecamatan Kuranji, pada 18 April 2026.

Dalam arahanya, Syamsu Rahim yang juga Dewan Pembina Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat menyampaikan seruan tegas kepada seluruh masyarakat.

“Kecamatan Kuranji harus bangkit. Ini bukan lagi persoalan kecil yang bisa kita anggap sepele. Narkotika sudah masuk ke nagari/kelurahan, ke jorong, bahkan ke lingkungan keluarga kita. Kalau kita tidak bergerak sekarang, maka kita sedang membiarkan generasi kita hancur perlahan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa perang melawan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan aparat atau pemerintah semata. Menurutnya, kekuatan utama justru ada pada kesadaran dan kepedulian masyarakat.

“Jangan tunggu korban berikutnya. Jangan tunggu anak kemenakan kita terjerumus. Kita harus bergerak hari ini, mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan. Ini tanggung jawab bersama,” ujarnya dengan nada serius.

Syamsu Rahim juga menegaskan pentingnya langkah konkret yang tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Ia mendorong adanya komitmen bersama yang dituangkan dalam kesepakatan resmi lintas unsur.

“Kita butuh kesepakatan bersama dalam bentuk MoU (Memorandum of Understanding) antara pemerintah, masyarakat, KAN, dan Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk komitmen nyata bahwa kita serius memerangi narkotika,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya MoU tersebut, setiap pihak memiliki peran, tanggung jawab, serta arah gerakan yang jelas dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika hingga ke tingkat paling bawah.

“Tidak boleh lagi ada yang bekerja sendiri-sendiri. Kita harus satu barisan. Kalau nagari kuat, kalau masyarakat kompak, maka peredaran narkotika bisa kita tekan. Tapi kalau kita lengah, maka narkotika akan terus mencari celah,” tambahnya.

Melalui program LAN Go to Nagari, diharapkan lahir gerakan kolektif yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Keterlibatan tokoh adat, bundo kanduang, dubalang, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun benteng pertahanan dari ancaman narkotika.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Kecamatan Kuranji diharapkan mampu menjadi contoh dalam gerakan perlawanan terhadap narkotika, sekaligus melindungi generasi muda demi masa depan yang lebih baik, tukasnya (tim)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments