Sultan Youdhi Prayogo Gagas Deklarasi Serentak “War of Drugs for Humanity” Momentum Kemerdekaan Agustus

iklan adsense

Sultan Youdhi Prayogo Gagas Deklarasi Serentak “War of Drugs for Humanity” Momentum Kemerdekaan Agustus

JAMBI. PIONIRKomitmen nyata dalam membangun gerakan masif pencegahan penyalahgunaan narkoba terus diperkuat oleh Sultan Youdhi Prayogo, SE., ME., Sultan Muhammad Syah, yang selama ini dikenal aktif menginisiasi sinergi lintas sektor melalui Lembaga Anti Narkoba (LAN), Forum Keberagaman Nusantara (FKN), dan Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Dalam sebuah pertemuan strategis bersama Kolonel Inf. Bonny Firly Anggoro, SH., MH, Purna Paskibraka Nasional Tahun 1993, serta Ananda Ayuban Adabi Purna Paskibraka Tahun 2026, tercetus gagasan besar untuk melaksanakan Deklarasi Serentak “War of Drugs for Humanity” pada momentum bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sultan Youdhi menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya menjadi tugas aparat penegak hukum semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa.

“Dalam setiap kesempatan saya selalu berupaya menciptakan sinergitas. Kita harus menyatukan kekuatan pemerintah, TNI, Polri, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat akar rumput untuk menghadirkan gerakan yang masif dan nyata dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” ujar Sultan Youdhi Prayogo

Menurutnya, bulan Agustus memiliki makna historis sebagai simbol perjuangan dan kemerdekaan. Semangat tersebut harus diterjemahkan menjadi kemerdekaan generasi muda dari penyalahgunaan narkotika.

Deklarasi yang sedang dipersiapkan Lembaga Anti Narkoba (LAN) Jambi ini dirancang berlangsung secara serentak di seluruh Sekolah se kota Jambi dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, Paskibraka, komunitas olahraga, organisasi kemasyarakatan, serta jaringan relawan anti narkoba. Gerakan tersebut tidak hanya berisi pembacaan deklarasi, tetapi juga diikuti dengan edukasi P4GN, kampanye digital, penyuluhan di sekolah dan kampus, serta pembentukan kader-kader anti narkoba di tingkat lingkungan masyarakat.

Kolonel Inf. Bonny Firly Anggoro menyambut baik gagasan tersebut dan menilai bahwa kolaborasi lintas generasi menjadi kunci dalam membangun ketahanan bangsa terhadap ancaman narkoba.

Sementara itu, kehadiran Ayuban Adabi Purna Paskibraka 2026 menjadi simbol keterlibatan generasi muda dalam perjuangan moral menyelamatkan masa depan Indonesia. Para Paskibraka diharapkan mampu menjadi teladan disiplin, integritas, dan keberanian dalam menyuarakan gerakan anti narkoba.

Sultan Youdhi menambahkan bahwa deklarasi ini akan membawa pesan universal bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman terhadap kemanusiaan.

“Karena itu kita mengusung tema War of Drugs for Humanity. Ini bukan sekadar perang terhadap barang haram, tetapi perjuangan untuk menjaga kehidupan, keluarga, masa depan anak-anak kita, dan martabat bangsa Indonesia,” tegasnya.

Gerakan ini juga akan disinergikan dengan program LAN Goes to School, LAN Goes to Campus, pembentukan kader anti narkoba di tingkat RT, penyuluhan melalui majelis taklim dan PKK, serta pelatihan P4GN secara berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, Sultan Youdhi berharap momentum kemerdekaan tahun ini menjadi titik awal lahirnya gelombang nasional gerakan anti narkoba yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan menyentuh langsung masyarakat.

"Indonesia Merdeka harus diiringi dengan Generasi yang Merdeka dari Narkoba. Inilah jihad kemanusiaan yang harus kita perjuangkan bersama, dari Jambi untuk Indonesia Raya.” pungkasnya. (tim)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments