Polda Sumbar Terus Gencarkan Vaksinasi

 Polda Sumbar Terus Gencarkan Vaksinasi

Hingga pekan lalu Pemerintah Indonesia melalui Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi di Indonesia mencapai hampir 172 juta dosis. Dari sejumlah dosis itu, sebanyak 108,4 juta masyarakat Indonesia sudah mendapatkan akses vaksinasi dosis pertama, dan 63,5 juta sudah mendapatkan akses vaksinasi lengkap atau 2 dosis. Kini pihak kepolisian terus menggencarkan kegiatan vaksinasi kepada masyarakat.


Pasaman Barat, Pionir—Upaya menggencarkan kegiatan vaksinasi kepada masyarakat yang dilakukan Polri bersama TNI ternyata tak sia-sia. Buktinya Menkes Budi Gunadi Sadikin  mengabarkan Indonesia berhasil menembus angka 2 juta per hari selama 6 hari, yakni tanggal 22, 23, 29 bulan September dan tanggal 13, 14, 30 bulan Oktober 2021.

Dengan laju seperti ini Budi Gunadi memperkirakan sampai dengan akhir tahun Indonesia bisa mencapai mendekati 300 juta suntikan, dan 168 juta masyarakat kita sudah bisa disuntik dari target 208 juta atau 80,5% bisa mendapatkan akses ke suntikan dosis pertama.

Ditambahkannya, diperkirakan untuk dosis kedua atau vaksinasi lengkap bisa menyentuh angka 122 juta orang atau sekitar 59%  dari target populasi kita sebanyan 208 juta orang di atas 12 tahun.

Untuk memburu target itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) terus berjibaku agar seluruh masyarakat wajib vaksin telah menjalani vaksinasi. Seperti yang dilakukan Satuan Brimob Polda Sumbar bekerja sama dengan Kerapatah Adat Nagari (KAN) Kinali Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan vaksinisasi Covid-19 terhadap seribu orang dalam rangka percepatan capaian vaksin di daerah itu, Kamis 28 Oktober 2021.

Kegiatan dihadiri Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol. Edi Mardianto, S.I.K. M.Si. Saat pelaksanaan vaksin di Kantor KAN Kinali Jorong Kinali itu Wakapolda tak lupa mengucapkan terima kasih atas kehadiran masyarakat dalam menyukseskan vaksinisasi tersebut.

Menurutnya, suntik vaksin banyak sekali manfaatnya terutama sekali bagi jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci harus ada bukti sertifikat vaksin.

Selain itu dapat memberikan kekebalan kelompok agar aktivitas masyarakat bisa dilonggarkan dan untuk giat belajar mengajar bisa kembali tatap muka dan juga perekonomian kembali berjalan normal.

"Percepatan vaksin terus kita lakukan untuk mencapai target yang ditetapkan. Sebab, vaskin Sumbar baru berjalan sebanyak 255.843 orang atau 76,82 persen," sebut Wakapolda.

Ia menyampaikan permintaan maaf dari Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra bersama masyarakat di Kinali karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

Ia mengimbau walaupun masyarakat sudah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan mengajak seluruh pihak agar menyukseskan vaksinasi ini.

Wakapolres Pasaman Barat, Kompol Joko Hendro Lesmono, S.H., S.I. K mengucapkan terimakasih atas kolaborasi dari Sat Brimob atas suksesnya pelaksanaan vaksinasi di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

"Percepatan vaksin terus kita lakukan dengan membuka gerai vaksin presisi setiap hari. Diharapkan masyarakat dapat mendatangi gerai vaksin yang telah disediakan," ujar Wakapolres.

Dalam kegiatan vaksin itu bergabung tenaga kesehatan dari Kinali serta tim Polres sebanyak delapan tim gerai vaksin serta penyerahan secara simbolis bingkisan kepada ninik mamak Kinali.

Hadir pada kesempatan itu Dansat Brimob Kombes Pol Joni Afrizal Syafrudin, S.I.K., S.H.,M.H, pejabat utama Polres Pasaman Barat, Kapolsek Kinali AKP.Defrizal, S.H.,M.H, Camat Kinali diwakili Sekcam Kinali, Wali Nagari Kinali, Asrul Yang Dipertuan Kinali, ninik mamak Kinali, bundo kanduang dan masyarakat Kinali sebanyak seribu orang. 

Stok vaksin mencukupi

Saampai saat ini jumlah ketersedian vaksin di Indonesia cukup memadai. Bahkan pada Rabu 20 Oktober 2021 lalu Indonesia kembali kedatangan jutaan dosis vaksin AstraZeneca, yang merupakan bantuan dari Australia dan Jepang.

Vaksin tahap ke-93 ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu itu jam 14:25 WIB, dan tahap ke-94 tiba di Bandara Soekarno-Hatta Rabu, jam 23:50 WIB.

Kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong, dalam siaran persnya, kedatangan vaksin tahap ke-93 merupakan donasi dari Pemerintah Australia sejumlah 1,2 juta dosis, sedangkan tahap ke-94 bantuan dari Pemerintah Jepang sebanyak 224.000 dosis.

Dikatakannya, kerja sama negara-negara di dunia sangat penting dalam menangani Covid-19 yang sudah menelan banyak korban jiwa.

Usman Kansong menjelaskan, Indonesia juga ikut serta dalam pengembangan dan transfer pengetahuan vaksin Covid-19 di kawasan Asia Pasifik.

“Indonesia berperan aktif dalam upaya menyetarakan akses vaksin bagi negara-negara di dunia,” ujarnya. (Firman Sikumbang)


Post a Comment

0 Comments