Wanita di Pengungsian Akan Melahirkan, Kapolsek Talamau Bergerak Cepat

Wanita di Pengungsian Akan Melahirkan, Kapolsek Talamau Bergerak Cepat

Talamau, Pionir—Perempuan berusia 29 tahun bernama Refni, yang tengah hamil tua itu masih terlihat trauma pasca gempa gempa bumi berkekuatan 6,2 SR mengguncang Kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman pada Jumat 25 Februari 2022 lalu.

Betapa tidak, saat gempa mengguncang, dalam kondisi perut buncit warga Sungai Jernih, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat itu berupaya berlari menyelamatkan diri agar bisa terhindar dari bangunan yang akan menimpa diri dan calon bayinya.

Refni dan calon jabang bayi akhirnya bisa selamat, meski berikutnya harus hidup di tenda pengungsian. 

Namun pada 7 Maret 2022 lalu ia terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat, karena proses melahirkan tidak memungkinkan dilakukan di Puskesmas Talu, yang sebagian bangunannya rusak pasca gempa.

Dalam kondisi daerah yang masih porak poranda dan alat berat masih bekerja membersihkan longsoran tanah, petugas Puskesmas bersama Kapolsek Talamau, Polres Pasaman Barat, Polda Sumatera Barat (Sumbar) AKP Junaidi SH dan personel Polsek lainnya berupaya menggotong Refni dengan tandu, karena mobil ambulan yang membawanya tidak memungkinkan untuk melewati jalan yang masih dipenuhi longsoran tanah tersebut.

Kata AKP Junaidi, pengawalan itu dilakukan sebagai wujud kepedelian Polsek Talamau beserta personel terhadap pasien korban gempa dan tanah langsung yang menerjang daerah tersebut.

Ia mengatakan, sebelumnya pasien dalam keadaan hamil itu hidup ditenda pengungsian. Karena ada tanda-tanda akan melahirkan ia dibawa ke Puskesmas Talu. Namun lantaran  peralatan medis di Puskesmas tersebut tidak memadai, pasien yang akan melahirkan itu di rujuk ke Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments