Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bukan Sekadar Mengejar Medali, Atlet Juga Bisa Menjadi Duta Anti Narkotika

Sunday, August 30, 2026 | August 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-30T09:12:54Z

Bukan Sekadar Mengejar Medali, Atlet Juga Bisa Menjadi Duta Anti Narkotika

Gagasan Ketua KONI Sumbar Mendapat Dukungan, Diharapkan Duta Narkotika Terbentuk Sebelum Porprov

                       Adlin Gusmar, S.Sos

PADANG, PIONIR----Di sebuah lapangan olahraga, kemenangan biasanya diukur dari angka di papan skor. Siapa yang mencetak gol terbanyak, siapa yang berlari paling cepat, siapa yang mengangkat trofi, dan siapa yang berdiri paling tinggi di podium.

Namun, ada kemenangan yang jauh lebih besar daripada sekadar medali. Yakni ketika seorang anak muda mampu menjaga dirinya dari narkotika.

Di tengah ancaman penyalahgunaan narkotika yang terus mengintai generasi muda, dunia olahraga dinilai memiliki kekuatan besar untuk ikut mengambil peran. Atlet yang selama ini di kenal karena prestasi dan kedisiplinannya dapat menjadi figur inspiratif untuk menyampaikan pesan bahwa hidup sehat dan berprestasi harus dibangun tanpa narkotika.

Dari sinilah gagasan pembentukan Duta Narkotika di kalangan olahragawan yang digagas Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus, S.Fil.I, M.Si menemukan relevansinya.

Gagasan tersebut mendapat tanggapan positif dari Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, Adlin Gusmar, S.Sos.

Menurut Adlin, kolaborasi antara KONI Sumatera Barat dengan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat untuk membentuk Duta Narkotika merupakan ide yang sangat tepat.

Sebab, olahraga dan pencegahan narkotika memiliki satu tujuan besar: membangun manusia yang sehat, kuat, disiplin dan memiliki masa depan.

“Kolaborasi KONI dengan LAN Sumatera Barat dalam membentuk Duta Narkotika ini sangat tepat. Atlet bukan hanya dituntut berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Adlin kepada Pionir, Minggu 30 Agustus 2026.

Bagi sebagian anak muda, seorang atlet bukan sekadar nama di daftar pemain. Mereka adalah idola. Gerakannya ditiru. Semangatnya di ikuti. Perjuangannya menjadi inspirasi.

Karena itu, ketika pesan tentang bahaya narkotika di sampaikan oleh seorang atlet yang mereka kagumi, pesannya bisa memiliki daya jangkau yang berbeda.

Pesan itu bisa hadir di lapangan, di tengah latihan, di sekolah, di klub olahraga, dalam pertandingan, bahkan melalui percakapan sederhana dengan sesama generasi muda.

“Gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika harus melibatkan seluruh elemen, termasuk insan olahraga. Dunia olahraga memiliki basis massa yang besar dan dekat dengan kalangan generasi muda,” kata Adlin.

Menurutnya, atlet dapat menjadi wajah kampanye P4GN yang lebih dekat dengan anak muda. Mereka dapat menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir dari jalan pintas. Prestasi lahir dari latihan, disiplin, ketekunan, pengorbanan dan kemampuan menjaga diri.

Adlin bahkan berharap gagasan tersebut tidak menunggu terlalu lama untuk diwujudkan. Ia menyarankan agar KONI Kota Padang ikut mengikuti ide kreatif Ketua KONI Sumatera Barat tersebut.

Momentum paling tepat, menurutnya, adalah sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

“Kalau bisa, sebelum pelaksanaan Porprov pada Oktober nanti, KONI Kota Padang sudah mulai mempersiapkan atau membentuk Duta Narkotika. Ini akan menjadi momentum yang baik untuk menyatukan semangat olahraga dan gerakan perang terhadap narkotika,” ujarnya.

Bayangkan jika sebelum pertandingan dimulai, para atlet tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga membawa sebuah pesan moral, olahraga tanpa narkotika.

Bayangkan pula jika setiap cabang olahraga memiliki figur yang secara konsisten mengajak generasi muda menjauhi narkotika.

Pesan itu tentu tidak berhenti di arena pertandingan. Ia dapat bergerak mengikuti para atlet ke sekolah, kampung, komunitas dan lingkungan tempat mereka berada.

Namun, Adlin mengingatkan satu hal. Duta Narkotika jangan hanya menjadi gelar. Jangan berhenti pada pengukuhan, selempang, piagam atau foto bersama. Mereka dapat di libatkan dalam edukasi P4GN, kampanye antinarkotika, kegiatan olahraga masyarakat, kunjungan ke sekolah, pembinaan klub, hingga kegiatan kepemudaan. Dengan begitu, Duta Narkotika benar-benar menjadi agen perubahan, bukan sekadar simbol, ujarnya.

Gagasan tersebut juga sejalan dengan pemikiran Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, yang melihat keterlibatan insan olahraga sebagai bagian penting dalam memperkuat gerakan P4GN.

Menurutnya, olahraga memiliki nilai-nilai yang sangat kuat dalam membentuk karakter generasi muda. Seorang atlet belajar menaati aturan. Belajar menerima kekalahan. Belajar menghargai lawan. Belajar bangkit setelah gagal. Dan yang paling penting, belajar bahwa sebuah prestasi membutuhkan proses.

Nilai-nilai tersebut sangat penting ditanamkan kepada generasi muda di tengah berbagai ancaman sosial yang ada.

Medali Boleh Dikejar, Masa Depan Harus Dijaga Pada akhirnya, gagasan Duta Narkotika bukan hanya tentang membentuk sebuah organisasi kecil di lingkungan olahraga. Lebih jauh dari itu, ia adalah upaya memperluas barisan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkotika.

KONI memiliki atlet. LAN memiliki gerakan P4GN. Dispora memiliki jaringan kepemudaan dan olahraga. Jika kekuatan tersebut dipertemukan, maka yang dibangun bukan sekadar program, tetapi sebuah gerakan. Sebuah gerakan yang ingin mengatakan kepada generasi muda Sumatera Barat bahwa ada jalan lain untuk mencari kebanggaan, berprestasi, berkarya dan menjaga diri.

Karena kemenangan sejati seorang atlet bukan hanya ketika ia berdiri di podium. Kemenangan sejati adalah ketika ia mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk memilih hidup sehat dan menjauhi narkotika  tukasnya (tim)


×
Berita Terbaru Update