KONI Sumbar, LAN dan PKPS Bersinergi Perangi Narkotika di Pesisir Selatan
Menurut Hamdanus, para atlet tidak hanya memiliki peran sebagai insan olahraga yang mengharumkan nama daerah, tetapi juga dapat menjadi teladan sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kita akan membentuk Duta LAN Anti Narkotika. Para atlet di Ranah Pesisir akan kita dorong menjadi agen perubahan anti narkotika. Di samping sebagai atlet, mereka juga akan menyuarakan pesan-pesan anti narkotika kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan atlet dalam gerakan P4GN akan memberikan warna baru dalam kampanye anti narkotika. Para atlet diharapkan mampu menyampaikan pesan pencegahan dengan pendekatan yang dekat dengan generasi muda, terutama melalui lingkungan olahraga, sekolah, komunitas pemuda dan masyarakat.
Hamdanus juga menegaskan bahwa olahraga dan gerakan anti narkotika memiliki tujuan yang sama, yakni membangun manusia yang sehat, disiplin, berkarakter dan memiliki masa depan yang positif.
“Olahraga mengajarkan disiplin, kerja keras, sportivitas dan semangat untuk meraih prestasi. Nilai-nilai inilah yang harus kita jadikan benteng bagi generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” katanya.
Gagasan tersebut disampaikan Hamdanus saat pertemuan bersama sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan, Ketua PKPS Sengaja Budi Syukur, SH., Datuak Bandaro Jambak, Dewan Pembina DPP Lembaga Anti Narkoba (LAN) Sultan Youdhi Prayogo, SE, M.E.I, serta Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, SE, di RM Selamat Pasar Raya Padang, Minggu 23 Agustus 2026
Sultan Youdhi Prayogo, SE, M.E.I, menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, sinergi antara KONI, LAN dan PKPS merupakan langkah strategis dalam membangun benteng generasi muda Pesisir Selatan dari ancaman narkotika.
Sultan menilai atlet memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan figur yang dekat dengan generasi muda dan memiliki pengaruh positif di tengah masyarakat.
“Kita ingin para atlet tidak hanya menjadi duta prestasi olahraga, tetapi juga menjadi duta kemanusiaan dan agen perubahan dalam gerakan anti narkotika. Mereka bisa memberikan contoh bahwa untuk meraih prestasi dan masa depan yang gemilang, generasi muda harus menjauhi narkotika,” ujar Sultan.
Ia berharap pembentukan Duta LAN Anti Narkotika dari kalangan atlet dapat di kembangkan ke berbagai cabang olahraga dan daerah, termasuk sampai ke tingkat nagari di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Kalau kekuatan olahraga, tokoh masyarakat dan gerakan P4GN kita satukan, insyaallah akan menjadi kekuatan besar untuk menjaga anak kemenakan kita. Jangan sampai narkotika merusak masa depan generasi muda Ranah Pesisir,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PKPS Sengaja Budi Syukur, SH., Datuak Bandaro Jambak, menyambut baik komitmen tersebut. Menurutnya, Pesisir Selatan membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi ancaman narkotika.
Ia menilai kolaborasi antara KONI, LAN dan PKPS dapat menjadi kekuatan strategis karena masing-masing memiliki jaringan dan basis massa yang kuat. PKPS memiliki kedekatan dengan masyarakat Pesisir Selatan, LAN bergerak dalam bidang P4GN, sementara KONI memiliki jaringan olahraga dan atlet yang dapat menjadi ujung tombak kampanye kepada generasi muda.
“Ini bukan hanya persoalan LAN atau pemerintah, tetapi persoalan kita bersama. Tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda dan insan olahraga harus mengambil bagian dalam menyelamatkan generasi muda Pesisir Selatan dari ancaman narkotika,” ujar Budi Syukur.
Senada dengan itu, Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, SE, mengapresiasi komitmen KONI Sumbar tersebut. Ia mengatakan LAN sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai organisasi, termasuk organisasi olahraga.
Menurut Firman, kehadiran Duta LAN Anti Narkotika dari kalangan atlet akan menjadi bagian penting dalam memperluas pesan P4GN hingga ke tengah masyarakat.
“Ketika seorang atlet menyampaikan pesan anti narkotika, masyarakat akan melihat bahwa olahraga bukan sekadar prestasi, tetapi juga bagian dari gerakan menyelamatkan generasi bangsa,” kata Firman.
Ia berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diwujudkan melalui program nyata seperti edukasi P4GN di lingkungan olahraga, pembentukan Duta LAN Anti Narkotika, kampanye anti narkotika oleh atlet serta kegiatan bersama hingga ke tingkat nagari.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan kekuatan berbagai elemen dalam membangun Ranah Pesisir yang sehat, berprestasi dan tangguh menghadapi ancaman narkotika.
Gerakan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Pesisir Selatan yang menjadikan olahraga sebagai jalan meraih prestasi sekaligus menjadikan dirinya sebagai agen perubahan dan pelopor gerakan anti narkotika di tengah masyarakat.
Dengan kolaborasi KONI, LAN, PKPS, tokoh masyarakat dan seluruh unsur masyarakat, semangat “Ranah Pesisir Gemakan Bebas Narkotika” di harapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari masyarakat hingga ke setiap nagari, tukasnya (tim)
