Silaturahmi Tokoh Masyarakat Kuranji Soroti Hiburan Malam dan Ancaman Narkotika
Silaturahmi tersebut menjadi ruang dialog bagi berbagai unsur masyarakat untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi yang dapat di terima semua pihak. Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Kuranji Rozaldi Rosman, S.STP, M.Si, Irwan Basir Datuak Rajo Alam, SH., MM, Ketua KAN Pauh IX Kecamatan Kuranji Suardi Datuak Rajo Bujang, Kapolsek Kuranji, dan Danramil Kuranji, serta tokoh adat, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, pemuda dan unsur terkait lainnya.
Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang mengatakan, persoalan narkotika tidak boleh di pandang sebagai persoalan aparat penegak hukum semata. Menurutnya, narkotika merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda sehingga pencegahannya harus dilakukan secara bersama-sama.
“Kalau kita ingin menyelamatkan generasi muda, maka kita harus berani menjaga lingkungan kita. Jangan sampai ada ruang yang dapat dimanfaatkan untuk penyalahgunaan narkotika. P4GN harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau aparat,” ujar Firman.
Ia menambahkan, kegiatan hiburan pada prinsipnya tidak perlu dipertentangkan dengan kehidupan masyarakat. Namun, penyelenggaraannya harus tetap memperhatikan aturan, norma agama, adat, ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat.
“Kita tidak sedang memusuhi hiburan. Yang kita inginkan adalah hiburan yang sehat, tertib dan tidak menjadi pintu masuk bagi berbagai persoalan sosial. Kalau kegiatan berlangsung sampai larut malam, tentu harus ada pengawasan dan aturan yang jelas agar tidak meresahkan masyarakat,” katanya.
Firman juga mengingatkan pentingnya keterlibatan niniak mamak, alim ulama, Bundo Kanduang dan pemuda dalam melakukan pengawasan sosial.
“Anak dan kemenakan tidak cukup hanya kita nasihati. Mereka membutuhkan lingkungan yang aman. Karena itu, mari kita hidupkan kembali fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat. Kalau ada persoalan, jangan menunggu sampai menjadi besar baru kita bertindak,” tegasnya.
Camat Kuranji, Cari Solusi yang Tidak Merugikan Masyarakat
Camat Kuranji Rozaldi Rosman, S.STP., M.Si., mengatakan pemerintah kecamatan terbuka terhadap masukan masyarakat terkait kegiatan hiburan dan persoalan sosial lainnya.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menjalankan aktivitasnya sesuai ketentuan.
“Kita tentu ingin kegiatan masyarakat berjalan dengan baik. Namun, jangan sampai kegiatan tersebut menimbulkan keresahan, mengganggu ketenteraman lingkungan atau berdampak negatif terhadap anak-anak dan generasi muda,” ujarnya.
Ia menilai komunikasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, aparat keamanan dan pelaku usaha sangat penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman.
“Yang kita cari adalah solusi. Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama. Jangan sampai masing-masing berjalan sendiri. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa menjaga ketertiban sekaligus menciptakan suasana yang kondusif di Kecamatan Kuranji,” katanya.
Rozaldi juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan narkotika.
“Kalau melihat atau mengetahui adanya persoalan yang berkaitan dengan narkotika, jangan dibiarkan. Koordinasikan dengan pihak yang berwenang. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan,” tuturnya.
Irwan Basir, Jangan Biarkan Nilai Adat dan Agama Tergerus
Sementara itu, Irwan Basir Datuak Rajo Alam, SH, MM, menegaskan bahwa persoalan hiburan malam tidak bisa hanya dilihat dari sisi hiburan atau ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi sosial dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
“Kita tidak anti terhadap hiburan. Tetapi kita harus melihat batas-batasnya. Jangan sampai hiburan yang berlangsung sampai larut malam kemudian menimbulkan persoalan baru, apalagi sampai bersentuhan dengan narkotika dan penyakit masyarakat,” tegasnya.
Menurut Irwan, Minangkabau memiliki nilai adat dan agama yang harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ranah Minang memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita kehilangan arah. Niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai dan Bundo Kanduang harus kembali memperkuat perannya dalam menjaga anak kemenakan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak dibiarkan menghadapi berbagai pengaruh negatif sendirian.
“Kalau kita sayang kepada anak kemenakan, maka kita harus peduli terhadap lingkungan mereka. Jangan hanya menyalahkan anak muda ketika terjadi masalah. Orang tua, niniak mamak dan masyarakat juga harus hadir memberikan pengawasan dan keteladanan,” ujarnya.
Suardi Datuak Rajo Bujang, KAN Siap Bersama-sama Menjaga Kampung
Ketua KAN Pauh IX Kecamatan Kuranji Suardi Datuak Rajo Bujang mengatakan, masyarakat adat memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketenteraman kampung.
“Persoalan narkotika ini jangan dianggap persoalan orang lain. Kalau sudah masuk ke kampung kita, yang rusak bukan hanya satu orang, tetapi bisa merusak keluarga dan lingkungan. Karena itu, kita harus bersama-sama mencegahnya,” ujarnya.
Suardi menilai komunikasi antara KAN, pemerintah, aparat keamanan, pemuda dan organisasi sosial perlu terus diperkuat.
“Kalau ada kegiatan yang berpotensi menimbulkan keresahan, tentu harus kita bicarakan. Kita tidak ingin mematikan usaha masyarakat, tetapi kegiatan tersebut harus tetap memperhatikan aturan dan kepentingan masyarakat banyak,” katanya.
Ia juga mengajak niniak mamak untuk tidak kehilangan peran dalam membina anak kemenakan.
“Jangan sampai niniak mamak hanya ada namanya, tetapi tidak hadir ketika anak kemenakan menghadapi persoalan. Kita harus kembali memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan di tengah masyarakat,” tegasnya.
LAN Sumbar Dorong P4GN Sampai Tingkat Kelurahan
Firman Sikumbang menambahkan, LAN Sumbar akan terus mendorong penguatan program P4GN di seluruh lini, termasuk melalui sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, Bundo Kanduang, pemuda, sekolah dan masyarakat.
“LAN tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak. Kita ingin P4GN benar-benar hadir sampai ke tingkat kelurahan, kampung dan lingkungan masyarakat,” katanya.
Menurut Firman, upaya pencegahan harus dilakukan sebelum narkotika merusak generasi muda. "Jangan tunggu anak kita menjadi korban baru kita bergerak. Pencegahan jauh lebih penting. Mari kita bangun benteng bersama dari keluarga, lingkungan, sekolah, surau dan masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antar elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan, mengantisipasi dampak negatif kegiatan hiburan hingga larut malam serta memperkuat gerakan P4GN di Kecamatan Kuranji, tukasnya (tim)


0 Comments