Tingkatkan Iman dan Taqwa Personel, Dirsamapta Polda Sumbar Perintahkan Mengaji Usai Apel Pagi

iklan adsense

Tingkatkan Iman dan Taqwa Personel, Dirsamapta Polda Sumbar Perintahkan Mengaji Usai Apel Pagi


PADANG PIONIR— Upaya membangun sumber daya manusia Polri yang profesional tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kemampuan teknis dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas. Pembinaan mental dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam membentuk personel yang memiliki integritas, tanggung jawab, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Sumatera Barat AKBP Andre Anas, S.I.K., M.H., yang menginstruksikan seluruh personel Ditsamapta Polda Sumbar untuk mengikuti kegiatan mengaji setelah pelaksanaan apel pagi.

Kegiatan pembinaan rohani tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Ar-Rahman Mapolda Sumatera Barat.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Ditsamapta Polda Sumbar dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual personel. Dengan kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin, diharapkan setiap anggota semakin memiliki kesadaran bahwa tugas sebagai anggota Polri bukan hanya pekerjaan, tetapi juga amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Mengaji juga menjadi momentum bagi personel untuk sejenak menenangkan diri setelah melaksanakan apel dan berbagai aktivitas kedinasan. Di tengah tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks, kekuatan mental dan spiritual dinilai penting agar setiap personel mampu menghadapi berbagai persoalan di lapangan secara bijaksana, profesional dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Dirsamapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas, S.I.K., M.H. menekankan bahwa kemampuan profesional personel harus berjalan beriringan dengan kekuatan iman dan ketakwaan.

Menurutnya, seorang anggota Polri tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam mengendalikan situasi, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat maupun menjalankan tugas operasional. Lebih dari itu, personel juga harus memiliki moral dan integritas sebagai pedoman dalam mengambil keputusan ketika melaksanakan tugas.

“Dalam kegiatan mengaji ini kita berharap personel tidak hanya memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas kepolisian, tetapi juga memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar AKBP Andre Anas.

Ia menambahkan, pembinaan rohani diharapkan dapat membentuk karakter personel yang lebih humanis, sabar, disiplin dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

“Profesionalisme harus dibarengi dengan akhlak dan moral yang baik. Karena setiap tugas yang kita laksanakan berhubungan langsung dengan masyarakat. Kita ingin personel hadir bukan hanya sebagai aparat yang menjalankan tugas, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang memiliki sikap humanis,” katanya.

Dipimpin Personel, Di ikuti Bersama

Kegiatan mengaji pada Senin, 10 Agustus 2026, dipimpin oleh Danton Dalmas Polda Sumbar Ipda Riki Novialdi, S.H., bersama Iptu Arisman.

Para personel mengikuti kegiatan tersebut dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Kegiatan dilakukan sebagai bagian dari pembinaan rutin yang diharapkan mampu meningkatkan kecintaan personel terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan bersama tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpersonel. Setelah menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing, personel memiliki ruang untuk berkumpul dalam suasana yang lebih tenang, membangun komunikasi, serta memperkuat rasa kebersamaan.

Kebersamaan tersebut dinilai penting dalam menunjang pelaksanaan tugas Ditsamapta, mengingat personel Samapta memiliki tugas yang berkaitan langsung dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kekompakan dan kesiapsiagaan.

Iman Menjadi Landasan dalam Bertugas

Pembinaan mental dan spiritual di lingkungan kepolisian memiliki arti penting. Personel yang memiliki landasan iman dan ketakwaan diharapkan mampu memahami batas antara kewenangan dan tanggung jawab, serta senantiasa mengedepankan etika dalam menjalankan tugas.

Nilai-nilai keagamaan juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi setiap personel agar selalu menjaga sikap, ucapan dan tindakan ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Dalam menjalankan tugas di lapangan, personel Samapta berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat dan situasi yang tidak selalu mudah. Karena itu, kemampuan mengendalikan emosi, bersikap sabar dan mengambil keputusan secara tepat menjadi bagian penting dari profesionalisme anggota Polri.

Pembinaan seperti ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya personel yang tidak hanya kuat secara fisik dan profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual.

Dengan demikian, semangat pengabdian kepada masyarakat dapat tumbuh dari kesadaran bahwa setiap tugas merupakan amanah yang harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh.

Membangun Polri yang Humanis dan Berintegritas

Kegiatan mengaji setelah apel pagi menjadi salah satu bentuk komitmen Ditsamapta Polda Sumbar dalam membangun sumber daya manusia Polri yang Presisi, profesional, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu diterapkan dalam perilaku personel sehari-hari.

Ketika nilai-nilai keagamaan telah tertanam dalam diri setiap anggota, diharapkan akan tercermin dalam pelaksanaan tugas, mulai dari cara berkomunikasi dengan masyarakat, menghadapi persoalan, mengambil keputusan hingga melaksanakan tindakan kepolisian.

Pada akhirnya, kekuatan institusi kepolisian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan personelnya dalam menjalankan tugas, tetapi juga oleh kualitas moral dan integritas setiap anggotanya.

Ditsamapta Polda Sumbar terus berupaya membangun personel yang siap menghadapi berbagai tantangan tugas dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, etika dan nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, diharapkan lahir personel Samapta yang semakin siap memberikan rasa aman kepada masyarakat, mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan senantiasa menjadikan iman serta ketakwaan sebagai landasan dalam setiap pengabdian. (tim)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments