Kapolsek Pancung Soal Iptu Hendra, SH. MH. Selamatkan Generasi Muda dari Jeratan Kenakalan Remaja
Namun, di balik rutinitas upacara Senin pagi tersebut, terselip pesan yang jauh lebih besar, bagaimana menjaga anak-anak agar tetap berada di jalan yang benar ketika berbagai pengaruh negatif semakin mudah hadir di lingkungan pergaulan mereka.
Kapolsek Pancung Soal, Iptu Hendra, SH. MH, yang bertindak sebagai pembina upacara, memberikan pembinaan kepada para pelajar mengenai berbagai persoalan yang dapat mengancam masa depan generasi muda. Ia mengingatkan siswa agar menjauhi penyalahgunaan narkotika, bullying, tawuran, balap liar serta berbagai bentuk perilaku negatif lainnya.
Bagi seorang anak, masa depan seharusnya dibangun dari ruang kelas, buku, persahabatan yang sehat, kegiatan positif dan mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan. Namun perjalanan itu dapat berubah ketika seorang anak salah memilih lingkungan pergaulan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa masa depan mereka jauh lebih berharga dari pada kesenangan sesaat. Jangan sampai narkoba, bullying, tawuran, balap liar maupun pergaulan yang salah menghancurkan cita-cita yang sedang mereka bangun. Karena itu, kami mengajak para siswa untuk berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan masa depan mereka,” tegas Iptu Hendra.
Pesan tersebut tidak hanya di tujukan kepada para siswa. Iptu Hendra juga mengingatkan para guru agar meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan pergaulan anak didik di lingkungan sekolah. Menurutnya, guru memiliki posisi penting dalam mendeteksi sejak dini berbagai persoalan yang mungkin di hadapi siswa.
“Sekolah bukan hanya sekedar tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter. Kami berharap guru dan orang tua bersama-sama mengawasi, mendampingi dan memberikan perhatian kepada anak-anak. Kalau ada persoalan, jangan di biarkan berlarut-larut. Selesaikan sejak dini agar anak tetap berada di jalur yang positif dan bisa tumbuh menjadi generasi yang berprestasi,” ujarnya.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap persoalan bullying. Perundungan tidak semestinya dianggap sebagai candaan biasa. Ejekan, penghinaan, pengucilan maupun tindakan yang membuat seorang siswa merasa tertekan dapat mengganggu rasa percaya diri dan proses belajar.
Sekolah semestinya menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berteman, berkembang dan mengejar prestasi. Tidak boleh ada siswa yang merasa takut atau tertekan ketika berada di lingkungan sekolah.
Di tengah perkembangan zaman, tantangan terhadap generasi muda memang semakin beragam. Penyalahgunaan narkotika, kekerasan antar pelajar, bullying, balap liar dan pengaruh lingkungan yang negatif dapat menjadi ancaman apabila tidak dicegah sejak dini.
Karena itu, tanggung jawab menjaga anak tidak dapat hanya di bebankan kepada guru/ Sekolah, keluarga dan masyarakat harus berjalan bersama. Anak-anak membutuhkan pengetahuan, perhatian, keteladanan serta lingkungan yang mampu mengarahkan mereka kepada kegiatan positif.
Dikatakan, Orang tua juga memiliki peran penting. Anak membutuhkan tempat untuk bercerita dan merasa di dengar. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat menjadi salah satu benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di luar rumah.
Apa yang disampaikan Iptu Hendra di halaman SMP Negeri 01 Pancung Soal pagi itu menjadi pengingat bahwa menjaga generasi muda bukan pekerjaan sesaat. Ia membutuhkan kepedulian yang terus-menerus dan keterlibatan banyak pihak.
Para pelajar yang pagi itu berdiri dalam barisan upacara adalah bagian dari masa depan daerah. Mereka kelak akan menjadi bagian dari masyarakat yang menentukan arah perjalanan bangsa.
Karena itu, jangan biarkan masa depan mereka hilang hanya karena salah memilih pergaulan. Jangan biarkan narkotika, perundungan, kekerasan dan perilaku negatif lainnya mencuri kesempatan mereka untuk belajar dan meraih cita-cita, tukasnya (frm)
