Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak Sekadar Maulid, Masjid Daarul Intiqal Bangun Benteng Generasi dari Narkotika

Wednesday, September 2, 2026 | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T02:44:48Z

Tak Sekadar Maulid, Masjid Daarul Intiqal Bangun Benteng Generasi dari Narkotika


JAMBI, PIONIR---Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini akan berlangsung dengan nuansa yang berbeda di Masjid Daarul Intiqal, Danau Sipin, Jambi. Masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk menyuarakan semangat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Sabtu, 5 September 2026

Mengangkat tema “Mentauladani Akhlak dan Perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam Giat P4GN”, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk menghubungkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dengan perjuangan masyarakat dalam membangun lingkungan yang bersih dari narkotika.

Menariknya, kegiatan tersebut digelar di kawasan yang dikenal memiliki tantangan dalam persoalan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Karena itu, pesan yang disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial keagamaan, tetapi diarahkan menjadi gerakan moral dan sosial untuk membentengi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkotika.

Peringatan Maulid Nabi ini menghadirkan kolaborasi tiga narasumber dari latar belakang yang berbeda. Mereka adalah Dr. Kemas Abdul Hai, S.Ag, M.Ud, akademisi Universitas Jambi (UNJA), Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.IK, Kepala BNN Provinsi Jambi, serta Sultan Youdhi Prayogo, SE, ME, Dewan Pembina DPP Lembaga Anti Narkotika (LAN).

Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan tersendiri. Perspektif keagamaan dan akademis akan bertemu dengan pendekatan penegakan serta pencegahan narkotika, ditambah pengalaman gerakan masyarakat melalui LAN.

Keteladanan Nabi Muhammad SAW akan menjadi pijakan utama. Rasulullah mengajarkan pentingnya menjaga akhlak, menjauhi segala sesuatu yang merusak diri, menjaga keluarga, serta membangun masyarakat yang saling peduli. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam menghadapi ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Sultan Youdhi Prayogo mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah dalam menghadapi berbagai persoalan umat.

Menurutnya, perjuangan memerangi narkotika memiliki semangat yang sejalan dengan upaya Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat yang berakhlak, kuat dan saling menjaga.

“Kalau kita berbicara tentang P4GN, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang bagaimana menyelamatkan manusia, menyelamatkan keluarga dan menjaga masa depan generasi. Karena itu, perjuangan melawan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau lembaga tertentu,” ujar Sultan Youdhi.

Ia menegaskan, masjid harus menjadi salah satu benteng utama dalam gerakan P4GN, terutama di kawasan yang menghadapi persoalan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Dari masjid kita bisa membangun kesadaran, memperkuat keluarga dan membentengi anak-anak serta generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Sultan Youdhi berharap kegiatan Maulid Nabi di Masjid Daarul Intiqal dapat menjadi awal dari gerakan yang lebih besar. Kolaborasi antara ulama, akademisi, pemerintah, BNN, kepolisian, organisasi masyarakat dan masyarakat harus terus diperkuat.

“Rasulullah mengajarkan kepada kita tentang keteladanan, keberanian dan kepedulian terhadap umat. Semangat itulah yang harus kita hadirkan dalam gerakan P4GN. Jangan sampai kita kehilangan satu generasi hanya karena narkotika. Mari jadikan masjid sebagai benteng moral dan masyarakat sebagai kekuatan utama dalam memutus mata rantai narkotika,” tegasnya.

P4GN tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan hukum. Pencegahan membutuhkan keterlibatan keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, lembaga pendidikan, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Dari Masjid Daarul Intiqal, pesan itu diharapkan bergema lebih jauh, perjuangan melawan narkotika adalah perjuangan bersama.

Maulid Nabi pun tidak sekadar menjadi kegiatan mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali akhlak dan semangat perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah ancaman narkotika yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, masjid dapat mengambil peran strategis sebagai pusat pembinaan moral, pendidikan umat dan penguatan ketahanan sosial, tukasnya (tim)


×
Berita Terbaru Update