Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Maulid Nabi dan P4GN. Mengisi Ruang Kosong, Menyelamatkan Generasi

Wednesday, September 9, 2026 | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T16:24:59Z

Maulid Nabi dan P4GN. Mengisi Ruang Kosong, Menyelamatkan Generasi


JAMBI, PIONIR— Tidak ada satu pun orang tua yang menginginkan anaknya terpapar narkoba. Setiap ayah dan ibu tentu memiliki harapan yang sama, melihat anak-anak mereka tumbuh sehat, berakhlak, berpendidikan, mandiri, berprestasi dan memiliki masa depan yang baik.

Namun, menjaga generasi dari ancaman narkotika tidak cukup hanya dengan melarang. Ada ruang-ruang dalam kehidupan anak yang harus diisi dengan sesuatu yang positif agar mereka tidak mencari pelarian pada lingkungan yang salah.

Pesan itulah yang mengemuka dalam ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW yang di sampaikan Sultan Youdhi Prayogo di Masjid Darul Intiqal, Danau Sipin, Jambi, Sabtu, 5 September 2026.

Mengangkat tema “Meneladani Akhlak dan Perjuangan Rasulullah SAW dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam Rangka P4GN”, Sultan Youdhi mengajak masyarakat memandang persoalan narkotika dari sisi yang lebih luas. Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup dilakukan dengan memberikan larangan atau menyampaikan ancaman tentang bahaya narkoba. Generasi muda harus diberi ruang untuk tumbuh, belajar, berkarya dan menemukan masa depannya.

Menurut Sultan Youdhi, terdapat sejumlah ruang kosong yang perlu mendapat perhatian bersama, terutama kekosongan ekonomi, hati dan pikiran.

Kekosongan ekonomi dapat muncul ketika anak muda tidak memiliki kesempatan untuk bekerja, berusaha atau mengembangkan potensi yang dimilikinya. Pengangguran, keterbatasan lapangan pekerjaan dan minimnya kesempatan berwirausaha dapat membuat sebagian generasi kehilangan arah dan harapan.

Karena itu, pemberdayaan ekonomi umat harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan generasi. Anak-anak muda perlu diberikan kesempatan untuk belajar berwirausaha, mengembangkan keterampilan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ketika mereka memiliki aktivitas produktif dan melihat adanya masa depan yang dapat diperjuangkan, ruang untuk masuk ke lingkungan yang negatif semakin dapat ditekan.

Selain ekonomi, ada pula kekosongan hati. Hati yang tidak mendapatkan perhatian, kasih sayang, nilai agama dan keteladanan akan mudah mencari tempat untuk berlabuh. Dalam kondisi seperti itu, keluarga memiliki peranan yang sangat besar.

Orang tua bukan hanya bertugas memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi juga harus hadir dalam kehidupan mereka. Mendengarkan cerita, memahami pergaulan, mengetahui aktivitas dan memberikan perhatian merupakan bagian dari benteng keluarga.

Di sinilah masjid, guru dan lingkungan masyarakat juga memiliki peran. Generasi muda membutuhkan tempat yang membuat mereka merasa diterima, dihargai dan memiliki ruang untuk berkembang.

Kekosongan berikutnya adalah pikiran. Kurangnya pengetahuan, wawasan dan keterampilan dapat membuat anak muda lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan. Karena itu, pendidikan tidak boleh berhenti pada persoalan akademik. Generasi harus dibekali literasi, keterampilan hidup, kemampuan berpikir kritis serta karakter yang kuat.

Bagi Sultan Youdhi, ketiga persoalan tersebut memiliki hubungan erat dengan P4GN. Kekosongan ekonomi harus diisi dengan pemberdayaan dan kewirausahaan. Kekosongan hati diisi dengan iman, ibadah, kasih sayang dan keteladanan. Sementara kekosongan pikiran diisi dengan ilmu, pendidikan dan keterampilan.

Waktu luang pun tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa arah. Olahraga, seni, kreativitas, organisasi, kegiatan sosial dan berbagai aktivitas produktif dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan potensi mereka.

“Jangan hanya mengatakan kepada anak-anak kita apa yang tidak boleh dilakukan. Berikan mereka ruang dan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baik,” pesan Sultan Youdhi.

Pesan tersebut menjadi penting karena pencegahan narkotika sesungguhnya bukan hanya tentang menjauhkan anak dari sesuatu yang buruk. Lebih dari itu, pencegahan adalah tentang menghadirkan sebanyak mungkin pilihan yang baik dalam kehidupan mereka.

Dalam konteks tersebut, masjid memiliki posisi yang sangat strategis. Masjid tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi dan pengembangan potensi umat.

Semangat itu dapat diteladani dari perjuangan Rasulullah SAW ketika membangun masyarakat Madinah. Rasulullah tidak hanya membangun kehidupan spiritual, tetapi juga membangun persaudaraan, kepedulian sosial, kemandirian dan kekuatan ekonomi umat.

Karena itu, masjid semestinya menjadi rumah bagi generasi muda. Tempat mereka mendapatkan ilmu, menemukan persaudaraan, memperoleh ketenangan, mengembangkan kreativitas dan menemukan inspirasi untuk masa depan.

P4GN juga tidak dapat hanya diserahkan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran keluarga, sekolah dan masyarakat sangat menentukan.

Keluarga merupakan benteng pertama. Sekolah menjadi benteng berikutnya, sementara masyarakat menjadi lingkungan yang ikut membentuk karakter dan perilaku anak.

Guru bukan hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun karakter dan mengarahkan peserta didik kepada kegiatan yang positif. Begitu pula masyarakat, harus mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan memberikan ruang kepada generasi muda untuk beraktivitas secara positif.

Sebab, anak-anak tidak hanya membutuhkan nasihat. Mereka membutuhkan keteladanan, perhatian, pendampingan dan lingkungan yang sehat.

Pada akhirnya, perjuangan melawan narkotika adalah perjuangan menyelamatkan manusia, keluarga dan masa depan bangsa. Satu anak yang terselamatkan adalah satu masa depan yang berhasil dijaga.

Karena itu, P4GN harus dimulai dari tempat yang paling dekat dengan generasi muda: rumah, keluarga, sekolah, masjid dan lingkungan masyarakat.

Ruang kosong harus diisi dengan iman. Diisi dengan ilmu. Diisi dengan kasih sayang. Diisi dengan pemberdayaan ekonomi. Diisi dengan kreativitas dan prestasi. Diisi dengan harapan dan masa depan.

Sebab, tidak ada satu pun orang tua yang ingin melihat anaknya terpapar narkoba.

Menjaga generasi bukan hanya tugas pemerintah dan aparat penegak hukum. Menjaga generasi adalah tanggung jawab bersama.

Maulid Nabi akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran dan keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita menyediakan cukup banyak ruang kebaikan bagi generasi muda?

Jika ruang itu kita isi bersama, maka kita bukan hanya sedang mencegah narkotika. Kita sedang membangun manusia, menjaga keluarga dan menyelamatkan masa depan bangsa.

"P4GN dimulai dari kita, dari keluarga, dari lingkungan, dan dari ruang-ruang kosong yang hari ini harus kita isi dengan kebaikan," tukasnya (tim)


×
Berita Terbaru Update