Perkuat P4GN Berbasis Adat, LAN Kabupaten Tanah Datar Rangkul Niniak Mamak hingga Dubalang
Ulil Amri nyinyir menginstruksikan kepada seluruh anggota LAN Kabupaten Tanah Datar agar terus bergerak melakukan sosialisasi tentang bahaya narkotika kepada masyarakat. Bersamaan dengan itu, anggota LAN juga di minta merangkul niniak mamak, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, serta dubalang di masing-masing nagari.
Menurut Ulil Amri, keterlibatan para pemangku adat sangat penting karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan mempunyai peran strategis dalam menjaga tatanan sosial di tengah masyarakat.
“Kita terus instruksikan kepada seluruh anggota LAN agar jangan berhenti bergerak. Sosialisasikan bahaya narkotika kepada masyarakat sekaligus rangkul niniak mamak, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang dan dubalang di dalam nagari. Mereka adalah bagian penting dari kekuatan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkotika,” ujar Ulil Amri kepada awak media, Rabu Rabu 16 September 2026.
Lebih lanjut dikatakannya, LAN Kabupaten Tanah Datar juga akan membentuk Satgas LAN di tingkat kecamatan serta Posko Terpadu di kanagarian. Posko tersebut nantinya di harapkan menjadi tempat penyuluhan sekaligus wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, informasi dan persoalan yang berkaitan dengan bahaya narkotika di lingkungan mereka.
“Selama ini masih banyak masyarakat yang buta terhadap bahaya narkotika. Dengan adanya Satgas LAN dan Posko Terpadu di setiap kecamatan dan nagari, insya Allah kita bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat sekaligus mencarikan solusi yang konkret,” katanya.
Datuak Ulil Amri menegaskan, gerakan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberantasan, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran masyarakat agar memiliki ketahanan terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.
Apalagi Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah yang memiliki akar adat dan budaya yang kuat dengan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Karena itu, menurutnya, nilai-nilai adat dan agama harus menjadi kekuatan moral dalam membentengi generasi muda. Niniak mamak, Bundo Kanduang, alim ulama, cadiak pandai, dubalang dan pemuda diharapkan dapat bergerak bersama membangun lingkungan yang semakin peduli terhadap bahaya narkotika.
“Kita ingin gerakan ini tumbuh dari masyarakat sendiri. Kalau seluruh unsur di nagari bersatu, saling peduli dan saling mengingatkan, ruang gerak peredaran gelap narkotika akan semakin sulit,” tegasnya. (*)
