Prof. DR. H. Fauzi Bahar, M.Si Datuak Sati Apresiasi Kerja Nyata LAN Sumbar, Rozaldi Rosman, S.STP, M.Si. LAN Luar Biasa, Ormas Teraktif Lakukan P4GN di Sumatera Barat.
Apresiasi tersebut di sampaikan Fauzi Bahar dalam kegiatan penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang melibatkan pelajar, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta Dubalang, di Kantor Camat Kuranji, Kota Padang, Rabu 28 Oktober 2026.
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda itu merupakan kolaborasi LAN Sumbar dan LAN Kota Padang bersama pihak Kecamatan Kuranji. Momentum bersejarah bagi generasi muda tersebut di manfaatkan untuk membangkitkan semangat pemuda Ranah Minang agar berani mengambil bagian dalam melindungi diri, keluarga, sekolah, dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Kata Fauzi Bahar, gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, seperti tokoh adat, tokoh agama, tenaga pendidik, dan keluarga.
Menurutnya, generasi muda merupakan aset berharga yang harus di jaga bersama. Mereka membutuhkan lingkungan yang sehat, pendidikan yang baik, serta pendampingan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan mereka.
Fauzi Bahar mengatakan, langkah yang di lakukan LAN Sumbar patut mendapatkan perhatian dan dukungan. Kehadiran organisasi tersebut di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa upaya P4GN dapat di lakukan melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Ia menilai, sosialisasi yang menyentuh langsung kalangan pelajar merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran sejak dini. Sebab, pencegahan akan lebih bermakna apabila generasi muda memahami bahaya narkotika sebelum mereka berhadapan dengan berbagai bentuk penyalahgunaan maupun bujuk rayu dari lingkungan pergaulan.
Dikatakan Fauzi Bahar, peringatan Hari Sumpah Pemuda hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial yang di peringati setiap tahun. Semangat persatuan, keberanian, dan tanggung jawab yang di wariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 harus di wujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga masa depan bangsa.
Dalam konteks Sumatera Barat, menjaga generasi muda dari ancaman narkotika juga merupakan bagian dari tanggung jawab adat dan sosial. Anak kemenakan harus di bimbing, di nasihati, dan di lindungi agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berpendidikan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi nagari dan bangsa.
Lanjut di katakan Fauzi Bahar, sinergi antara LAN, pemerintah kecamatan, sekolah, guru BK, serta unsur masyarakat seperti Dubalang perlu terus di perkuat. Kolaborasi semacam ini di harapkan mampu membangun benteng pertahanan sosial yang kuat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi berlanjut ke sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat sehingga pesan bahaya narkotika dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di Kota Padang dan Sumatera Barat.
Camat Kuranji. LAN Luar Biasa, Ormas Teraktif Melakukan P4GN
Apresiasi terhadap kiprah LAN Sumbar juga datang dari Camat Kecamatan Kuranji, Rozaldi Rosman, S.STP, M.Si. Ia menilai, aktivitas yang di lakukan LAN dalam memberikan edukasi dan sosialisasi bahaya narkotika merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda.
Rozaldi Rosman mengatakan, LAN luar biasa. Organisasi kemasyarakatan ini aktif melakukan berbagai kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Menurutnya, keterlibatan LAN dalam mengedukasi masyarakat, terutama pelajar, merupakan langkah positif yang perlu di dukung bersama. Persoalan narkotika tidak bisa di pandang sebagai tanggung jawab satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, keluarga, dan seluruh unsur masyarakat.
Rozaldi menilai, pendekatan langsung ke sekolah menjadi salah satu cara untuk memperkuat pemahaman pelajar mengenai bahaya narkotika. Melalui sosialisasi, para siswa di harapkan mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkotika, membangun sikap tegas untuk menolak, serta berani mengingatkan teman sebaya agar tidak terjerumus dalam pergaulan.
Ia juga menyambut positif keterlibatan guru BK dan Dubalang dalam kegiatan tersebut. Guru BK memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada siswa di lingkungan sekolah, sedangkan Dubalang dapat mengambil bagian dalam memperkuat kepedulian dan pengawasan sosial di tengah masyarakat.
Firman Sikumbang Berhasil Memantik Antusiasme Pelajar dan Guru BK
Di balik kegiatan tersebut, Ketua LAN Sumatera Barat, Firman Sikumbang, SE, di nilai berhasil membangun antusiasme kalangan pelajar dan guru BK untuk terlibat dalam gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Pendekatan yang di lakukan LAN Sumbar tidak sekadar menyampaikan materi mengenai bahaya narkotika, tetapi juga berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa masa depan generasi muda harus di jaga melalui keterlibatan bersama.
Antusiasme itu terlihat dari respons perwakilan sekolah di Kecamatan Kuranji yang menyampaikan harapan agar LAN dapat hadir langsung ke sekolah mereka untuk memberikan sosialisasi dan edukasi P4GN.
Ketertarikan tersebut menjadi sinyal positif bahwa kalangan pendidikan membutuhkan ruang kolaborasi dengan organisasi yang memiliki perhatian terhadap persoalan penyalahgunaan narkotika. Kehadiran narasumber dan pendamping yang memberikan pemahaman secara langsung di harapkan dapat memperkuat daya tangkal pelajar terhadap pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
Bagi LAN Sumbar, sambutan dari kalangan pendidikan tersebut menjadi dorongan untuk memperluas jangkauan kegiatan P4GN. Sekolah di pandang sebagai salah satu ruang strategis dalam membangun kesadaran generasi muda, karena di lingkungan inilah pengetahuan, karakter, dan kebiasaan positif dapat di tanamkan secara berkelanjutan.
Firman Sikumbang selama ini mendorong agar gerakan P4GN tidak hanya terpusat pada kegiatan formal, tetapi juga menyentuh langsung lingkungan tempat generasi muda tumbuh dan berinteraksi. Dengan melibatkan pelajar, guru BK, orang tua, tokoh adat, dan masyarakat, upaya pencegahan di harapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Sumpah Pemuda Menjadi Momentum Memperkuat Gerakan P4GN
Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa perjuangan generasi muda pada masa kini menghadapi tantangan yang berbeda dengan perjuangan para pemuda pada 1928.
Jika dahulu para pemuda berjuang menyatukan bangsa di tengah perbedaan, kini semangat persatuan tersebut perlu di wujudkan melalui kepedulian terhadap berbagai persoalan yang mengancam masa depan bangsa, termasuk penyalahgunaan narkotika.
Di Sumatera Barat, upaya ini dapat di perkuat melalui nilai-nilai adat yang menempatkan anak kemanakan sebagai tanggung jawab bersama. Niniak mamak, Bundo Kanduang, Dubalang, guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membangun lingkungan yang melindungi generasi muda.
Apresiasi Fauzi Bahar dan dukungan Camat Kuranji Rozaldi Rosman di harapkan menjadi penguat bagi LAN Sumbar untuk terus memperluas gerakan P4GN ke berbagai sekolah dan lingkungan masyarakat.
Sebab, menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika bukan hanya tugas sebuah organisasi, melainkan tanggung jawab bersama. Semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam tindakan nyata, menjaga anak kemanakan, melindungi masa depan, dan membangun Ranah Minang yang sehat serta bebas dari penyalahgunaan narkotika. (Bobi)
