Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

LAN Sumbar Turun Langsung ke Lokasi Bencana Tapan, Membawa Bantuan dan Harapan bagi Warga

Saturday, October 24, 2026 | October 24, 2026 WIB Last Updated 2026-10-24T00:26:04Z

LAN Sumbar Turun Langsung ke Lokasi Bencana Tapan, Membawa Bantuan dan Harapan bagi Warga


PESISIR SELATAN, PIONIR — Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan perjuangan panjang bagi mereka yang terdampak. Di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sejumlah warga kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah banjir dan longsor pada 9–10 Oktober 2026 merusak rumah serta mengganggu kehidupan mereka.

Di tengah situasi tersebut, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat bersama LAN Kabupaten Pesisir Selatan hadir membawa bantuan kemanusiaan.  Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang bersama sejumlah pengurus dan anggota turun langsung ke lokasi bencana setelah terlebih dahulu menyerahkan bantuan di Kantor Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Kamis 22 Oktober 2026.

Kedatangan rombongan di terima langsung oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Nagari Rahul, Fahul Fatrialisman neserta staf Kecamatan Rahul. Bantuan berupa pakaian layak pakai, Cangkul, Sekop dan Alquran di serahkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah berupaya memulihkan kehidupan setelah bencana.

Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang datang bersama YP Sefdi Roentoe, S.Pd, Muchsin, S.Sos, Ketua Divisi Pemberdayaan Perempuan dan Anak LAN Sumbar Citra Widya Sari, SE, Akt, serta Bundo Mainur dan Bundo Wati. Mereka tidak sekadar mengantarkan bantuan, tetapi juga ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak.

Berdasarkan informasi yang di himpun, bencana tersebut berdampak terhadap sekitar 1.460 kepala keluarga atau 4.830 jiwa yang tersebar di sembilan nagari. Sejumlah rumah di laporkan hanyut, sementara rumah lainnya mengalami kerusakan berat. Sebagian warga juga harus menghadapi persoalan lumpur yang memenuhi rumah dan menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa.

Bagi warga terdampak, surutnya air bukan berarti persoalan selesai. Mereka masih harus memikirkan tempat tinggal, kebutuhan pangan, pakaian, serta biaya untuk memperbaiki rumah yang rusak. Dalam keadaan seperti ini, bantuan dari berbagai pihak menjadi salah satu penopang bagi masyarakat untuk melewati masa sulit.

Firman Sikumbang mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup di wujudkan melalui ucapan simpati. Menurut dia, kepedulian perlu di terjemahkan menjadi tindakan nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi yang mengancam kehidupan dan kesejahteraan mereka.

Bagi LAN Sumbar, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Organisasi tersebut juga berupaya mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Upaya menghimpun bantuan untuk warga Tapan di lakukan dengan melibatkan pengurus dan anggota LAN. Karena perjalanan dari Kota Padang menuju Tapan membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, organisasi tersebut mengutus perwakilan untuk mengantarkan bantuan secara langsung bersama perwakilan LAN Kabupaten Pesisir Selatan.

Keterbatasan sumber daya tidak menghilangkan keinginan untuk membantu. Sebaliknya, kondisi tersebut mendorong LAN Sumbar mengupayakan bantuan sesuai kemampuan organisasi agar masyarakat terdampak tetap mendapatkan perhatian.

Dikatakan Firman, bantuan yang di berikan mungkin belum mampu menjawab seluruh kebutuhan warga. Namun, setiap kontribusi tetap memiliki arti bagi keluarga yang sedang berusaha bangkit.

Sembako dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan untuk sementara waktu. Pakaian layak pakai dapat meringankan kebutuhan keluarga yang kehilangan atau mengalami kerusakan barang-barang rumah tangga. Sementara itu, kehadiran langsung para relawan di harapkan memberikan dukungan moral bagi warga yang masih berjuang menghadapi dampak bencana.

Firman Sikumbang juga mengajak masyarakat, para dermawan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pihak untuk bersama-sama membantu warga Tapan. Menurut dia, pemulihan pascabencana membutuhkan kepedulian bersama karena kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi berlanjut hingga kehidupan mereka kembali pulih.

Ajakan tersebut sejalan dengan nilai yang hidup dalam masyarakat Minangkabau, yakni barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Beban yang berat akan terasa lebih ringan apabila ditanggung bersama.

Bagi masyarakat yang terdampak bencana, perhatian dan dukungan dari luar daerah dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak menghadapi kesulitan seorang diri. Gotong royong menjadi penting ketika kemampuan warga untuk memenuhi kebutuhan sendiri sedang terbatas akibat kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan.

Kehadiran LAN Sumbar di Tapan menjadi bagian dari upaya membangun solidaritas tersebut. Di tengah rumah-rumah yang rusak dan lingkungan yang masih menyisakan dampak bencana, bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu warga melewati masa pemulihan.

Bencana memang tidak dapat mengembalikan keadaan seperti semula dalam waktu singkat. Namun, melalui kerja bersama, dukungan berbagai pihak, dan kepedulian yang terus tumbuh, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk menata kembali kehidupan mereka.

Bagi Firman Sikumbang dan jajaran LAN Sumbar, aksi kemanusiaan ini membawa pesan sederhana: ketika masyarakat sedang menghadapi musibah, kehadiran dan kepedulian jauh lebih bermakna dari pada sekadar menyampaikan simpati.

Sebab, di tengah kehilangan dan ketidak pastian, uluran tangan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menumbuhkan harapan untuk menghadapi hari esok. (BOBI)


×
Berita Terbaru Update