Silaturahmi Sultan Rusdal Inayat Syah dan Mas Tatam Pererat Persaudaraan Keluarga Fatmawati dan Kesultanan Inderapura
Silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi perjumpaan antartokoh, tetapi juga momentum untuk menelusuri kembali akar sejarah dan hubungan kekerabatan Nusantara. Fatmawati, Ibu Negara pertama Republik Indonesia sekaligus penjahit Bendera Pusaka Merah Putih, diketahui memiliki hubungan keturunan dengan keluarga bangsawan Inderapura melalui garis keluarganya. Sejumlah sumber sejarah menyebutkan bahwa ibundanya, Siti Chadijah, merupakan keturunan Kerajaan Inderapura. Sumber: Ensiklopedia Kemendikbud dan Kementerian Sosial RI.
Sultan Rusdal F. Inayat Syah berharap pertemuan ini menjadi awal terjalinnya kembali titian muhibah antara Kesultanan Inderapura dan keluarga besar Ibu Fatmawati.
“Jadikan momentum ini untuk bersama menjalin kembali titian muhibah Kesultanan Inderapura dengan Ibu Fatmawati, Ibu Negara RI pertama dan Pahlawan Nasional, ibunda Presiden RI ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri,” ungkap Sultan Rusdal.
Harapan tersebut disambut baik oleh Mas Tatam yang menyampaikan niat untuk berkunjung ke Inderapura, bersilaturahmi dengan keluarga besar kesultanan, sekaligus berziarah ke tanah leluhur neneknya.
“Insyaallah, dalam waktu dekat saya dapat berkunjung, bersilaturahmi, dan berziarah ke kampung halaman nenekda Fatmawati di Kesultanan Inderapura,” ungkapnya.
Tengku Irvan Bahran menegaskan bahwa hubungan Kesultanan Koto Pinang dan Kesultanan Inderapura memiliki ikatan kekerabatan yang perlu terus dirawat.
“Pada hakikatnya, Kesultanan Inderapura dan Koto Pinang adalah bersaudara. Kami merupakan bagian dari kekerabatan Kesultanan Inderapura. Saya juga ingin berkunjung dan bersilaturahmi ke tanah leluhur Kesultanan Koto Pinang di Inderapura,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Sultan Youdhi Prayogo, Daulat Sultan Muhammad Syah, menyambut hangat silaturahmi tersebut. Ia berharap pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan kekeluargaan, memperkuat persaudaraan antarkesultanan, serta merawat warisan sejarah dan adat sebagai bagian dari identitas bangsa.
Menurutnya, sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi perlu ditelusuri, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi muda melalui silaturahmi, penelitian sejarah, serta penguatan hubungan antarkeluarga dan pemangku adat.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kunjungan balasan dan kerja sama kebudayaan yang lebih luas antara keluarga besar Fatmawati Soekarno, Kesultanan Inderapura, dan Kesultanan Koto Pinang. Dengan demikian, nilai persaudaraan, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian adat dapat terus hidup serta memperkuat kebinekaan Indonesia. (*)
