Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Silaturahmi Lesehan Hingga Giat Gerakan Anti-Narkotika. Sinergi Ulama, TNI, Sultan dan Tokoh Masyarakat di Ponpes Kumpeh Daarutauhid

Friday, October 16, 2026 | October 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-15T17:56:40Z

Dari Silaturahmi Lesehan Hingga Giat Gerakan Anti-Narkotika. Sinergi Ulama, TNI, Sultan dan Tokoh Masyarakat di Ponpes Kumpeh Daarutauhid


MUARO JAMBI, PIONIR – Kehangatan suasana kekeluargaan mewarnai pertemuan di pendopo Pondok Pesantren Kumpeh Daarutauhid, Desa Muaro Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Berawal dari silaturahmi santai di sore hari usai shalat Ashar, perjumpaan tersebut berkembang menjadi ruang diskusi strategis yang melahirkan gagasan giat gerakan bersama dalam melawan peredaran gelap narkotika.

Pertemuan ini di hadiri oleh Pimpinan Ponpes Kumpeh Daarutauhid Tuan Guru K.H. Sholahuddin & Umi, Inspektur Utama Perbendaharaan (Irutben) Itdam XX Tuanku Imam Bonjol / Kodam XX/TIB Kolonel Cpm Mujilan, S.I.P.  & istri, Assoc. Prof. St.Youdhi Prayogo, SE, ME Daulat Sultan Muhammad Syah & istri, serta Via Dicky mewakili Pusat Data Artefak dan Sejarah Nusantara (PUDAS). Rangkaian silaturahmi berlangsung akrab hingga waktu Maghrib, dilanjutkan shalat berjamaah bersama para santri di masjid ponpes, dan diakhiri dengan jamuan makan malam.

Kehangatan Silaturahmi dan Transformasi Muaro Kumpeh. 

Diskusi lesehan di pendopo ponpes tidak hanya menjadi wahana mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menguraikan rekam jejak transformasi kawasan Muaro Kumpeh. Dahulu, wilayah ini sempat dikenal rawan peredaran narkoba. Kehadiran Pondok Pesantren Kumpeh Daarutauhid yang dirintis Tuan Guru K.H. Sholahuddin terbukti mampu mempersempit ruang gerak penyebaran barang haram tersebut melalui pendekatan dakwah dan pembinaan karakter santri.

Tuan Guru K.H. Sholahuddin menegaskan bahwa pesantren secara hakekat adalah benteng utama pertahanan moral masyarakat. Fungsi pesantren tidak sebatas tempat menimba ilmu keagamaan, melainkan juga perisai sosial yang membentengi lingkungan sekitar dari ancaman kemaksiatan dan peredaran narkotika.

Penguatan Gerakan. Nurani Orang Tua dan Pendidik

Dari suasana kekeluargaan tersebut, gagasan gerakan anti-narkotika menguat lewat pandangan Sultan Youdhi Prayogo Dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pembina Lembaga Anti Narkotika (LAN), Ketua Pertina Kota Jambi, Ketua HIPPI Kota Jambi, Ketua Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Jambi, Dewan Pendiri Majelis Adat Kerajaan Nusantara sekaligus Dosen FEBI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, beliau menekankan bahwa perlawanan terhadap narkoba bersumber dari naluri mendasar setiap orang tua dan pendidik.

"Sebagai orang tua dan pendidik, tidak ada satupun di antara kita yang menginginkan anak-anak kita terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Narkotika merusak kesehatan, mental, dan merenggut masa depan generasi penerus," tegas Sultan Youdhi.

Beliau mendorong hadirnya gerakan kolaboratif lintas sektor yang memadukan pembinaan kedisiplinan lewat olahraga (Pertina), kemandirian ekonomi kewirausahaan (HIPPI), penanaman rasa toleransi (FKN), pendekatan budaya (MAKN) serta penguatan karakter di perguruan tinggi dan pesantren untuk menutup celah peredaran narkoba.

Narkotika Sebagai "Perang Candu Kedua"

Gagasan gerakan ini kian berbobot dengan tinjauan historis dari Yukda Via Dicky mewakili Pusat Data Artefak dan Sejarah Nusantara-PUDAS. Beliau mengingatkan bahwa dalam catatan sejarah, peradaban Nusantara yang pernah mencapai masa kejayaan sempat dilemahkan dari dalam melalui strategi pengenalan candu oleh kekuatan asing.

"Sejarah mencatat betapa peradaban Nusantara dilemahkan oleh candu. Hari ini, peredaran gelap narkotika yang tergolong kejahatan luar biasa (extraordinary crime) merupakan bentuk nyata dari Perang Candu Kedua. Targetnya adalah melumpuhkan sumber daya manusia bangsa kita," terang Via Dicky.

Sinergi Pertahanan TNI dan Rakyat

Merespons dinamika diskusi tersebut, Irutben Itdam XX Tuanku Imam Bonjol / Kodam XX/TIB, Kolonel Cpm Mujilan, S.I.P., menegaskan komitmen jajaran TNI untuk mendukung penuh gerakan pencegahan narkotika berbasis masyarakat.

"TNI bersama masyarakat siap berdiri di garis depan bersinergi dengan para ulama. Kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya untuk menjaga kedaulatan wilayah secara fisik, tetapi juga menjaga kedaulatan moral bangsa dari ancaman narkoba," ujar Kolonel Cpm Mujilan.

Melalui kebersamaan yang terjalin dari pendopo hingga shalat berjamaah dan santap malam bersama, silaturahmi ini berhasil mentransformasi keakraban kekeluargaan menjadi komitmen gerakan nyata untuk membentengi generasi penerus dari ancaman narkotika. (*)

×
Berita Terbaru Update