"Pengabdian Tak Pernah Berakhir." Kisah Kompol Maman Rosadi, SH Polisi Berhati Mulia yang Kini Berjuang Melawan Narkotika
PADANG, PIONIR-----Siapa yang tidak kenal dengan Kompol Maman Rosadi, SH, mantan Wakapolres Kepulauan Mentawai? Sosok perwira Polri ini di kenal sebagai pribadi yang berhati mulia, rajin beribadah, dekat dengan masyarakat, tetapi tidak pernah ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan.
Perjalanan pengabdiannya di institusi Polri melewati berbagai penugasan. Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Lubuk Tarok, Kapolsek Kamang Baru Polres Sijunjung, dan Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, sebelum kemudian di percaya mengemban amanah sebagai Wakapolres Kepulauan Mentawai. Menjelang masa purna tugas, jabatan terakhir yang diembannya adalah Kasubdit Dalmas Direktorat Samapta Polda Sumatera Barat.
Di setiap perjalanan tugasnya, Maman Rosadi menjalani peran sebagai aparat penegak hukum yang bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Baginya, menjadi polisi bukan sekadar mengenakan seragam, menyandang pangkat, atau menduduki jabatan tertentu. Lebih dari itu, menjadi polisi berarti memikul amanah untuk melindungi masyarakat, menegakkan hukum, dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
Ketika menjabat sebagai Kapolsek Kamang Baru, Polres Sijunjung, ia dikenal sebagai sosok kapolsek panutan masyarakat. Ketegasannya dalam menghadapi pelaku kejahatan menjadi bagian dari karakter kepemimpinannya. Ia tidak sungkan mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan tindakan kriminal dan meresahkan masyarakat.
Namun, di balik ketegasannya, terdapat sisi kemanusiaan yang menjadi bagian menarik dari sosok Maman Rosadi. Ia di kenal berhati mulia dan rajin beribadah. Perpaduan antara ketegasan dalam menjalankan tugas dan nilai-nilai religius dalam kehidupan pribadi menjadi gambaran karakter yang di kenang oleh orang-orang yang mengenalnya.
Sebab, polisi yang di butuhkan masyarakat bukan hanya aparat yang mampu menindak pelaku kejahatan, tetapi juga sosok yang mampu membangun kepercayaan, mendengarkan keluhan warga, serta memberikan perlindungan dengan pendekatan yang manusiawi. Ketegasan harus berjalan seiring dengan keadilan, sementara kewenangan harus di laksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Perjalanan karier Maman Rosadi kemudian membawanya ke Kepulauan Mentawai sebagai Wakapolres. Pengalaman menjalankan tugas di berbagai wilayah menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya di lingkungan Polri. Hingga akhirnya, ia mengemban jabatan terakhir sebagai Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Sumatera Barat sebelum memasuki masa purna tugas.
Akan tetapi, bagi orang yang memiliki semangat pengabdian, berakhirnya masa dinas bukan berarti berakhir pula kesempatan untuk berbuat bagi masyarakat. Seragam boleh dilepas, jabatan boleh di tinggalkan, tetapi kepedulian terhadap persoalan sosial tetap dapat di wujudkan melalui berbagai jalan pengabdian.
Hal itulah yang kini menjadi bagian baru dalam perjalanan Kompol Maman Rosadi, SH. Setelah memasuki masa purna tugas, ia bergabung dengan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat di Divisi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Keputusannya bergabung dengan LAN Sumbar membuka ruang pengabdian baru dalam upaya melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Jika sebelumnya ia menjalankan tugas melalui institusi kepolisian untuk menjaga keamanan dan menegakkan hukum, kini ia turut mengambil bagian dalam perjuangan membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Persoalan narkotika merupakan tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ancaman ini bukan hanya menyangkut pelanggaran hukum, melainkan juga masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, dan keberlangsungan kehidupan sosial.
Karena itu, upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika membutuhkan kerja bersama antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh adat, tokoh agama, keluarga, dan organisasi kemasyarakatan.
Pengalaman panjang Maman Rosadi di institusi Polri di harapkan dapat menjadi bekal berharga dalam mendukung program P4GN di Sumatera Barat. Melalui edukasi, sosialisasi, penguatan kesadaran masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor, perjuangan melawan narkotika dapat di lakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Dalam upaya tersebut, ketegasan terhadap kejahatan harus tetap di imbangi dengan pendekatan kemanusiaan. Masyarakat perlu di lindungi dari peredaran gelap narkotika, sementara orang yang mengalami permasalahan penyalahgunaan narkotika perlu di dorong untuk mendapatkan pertolongan dan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Bergabungnya Maman Rosadi dengan LAN Sumbar menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu harus di lakukan melalui jabatan formal. Ada banyak jalan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui organisasi sosial yang bergerak dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika.
Pangkat dapat berubah, jabatan dapat berganti, dan masa dinas pada akhirnya akan berakhir. Namun, nilai-nilai pengabdian, kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab dapat terus dibawa sepanjang kehidupan. Seorang pengabdi sejati tidak berhenti berbuat hanya karena telah meninggalkan jabatan yang pernah di embannya.
Kompol Maman Rosadi, SH kini memasuki babak baru dalam perjalanan hidupnya. Dari Kapolsek Lubuk Tarok, Kapolsek Kamang Baru, Wakapolres Kepulauan Mentawai, hingga Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Sumatera Barat, perjalanan tersebut menjadi bagian dari riwayat pengabdiannya sebagai anggota Polri. Kini, bersama LAN Provinsi Sumatera Barat di Divisi P4GN, ia kembali mengambil bagian dalam perjuangan melindungi masyarakat dan generasi muda dari ancaman narkotika.
Pada akhirnya, seseorang tidak hanya di kenang karena pangkat atau jabatan yang pernah di sandangnya, tetapi juga karena manfaat yang di berikan kepada sesama. Seragam kepolisian mungkin tidak lagi melekat di tubuhnya, tetapi semangat pengabdian tetap dapat menyala dalam langkah-langkah nyata untuk masyarakat.
Sebab, pengabdian sejati tidak mengenal kata pensiun. Selama masih ada kepedulian dan kemauan untuk berbuat baik, selalu ada ruang untuk menjaga masyarakat, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, dan menyelamatkan masa depan generasi muda dari ancaman narkotika.
Penulis: Firman Sikumbang.
Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat
