Tak Menunggu Warga Datang, LAN Sumbar Justru Datangi Rumah Mereka
Semangat itulah yang di tunjukkan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat bersama LAN Kabupaten Solok dengan turun langsung menemui warga terdampak bencana di Kanagarian Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Selasa, 7 Oktober 2026.
Sebanyak 100 nasi kotak di bagikan secara door to door. Jajaran LAN mendatangi rumah-rumah warga satu per satu, menyerahkan makanan sekaligus menyapa dan melihat langsung kondisi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Aksi sosial tersebut di ikuti Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, perwakilan LAN Kota Padang Lusiana, Muchsin, S.Sos., Ketua Divisi Pemberdayaan Perempuan dan Anak LAN Provinsi Sumatera Barat Citra Widya Sari, SE, Akt serta sejumlah anggota LAN lainnya.
Bagi Firman Sikumbang, kehadiran LAN di tengah masyarakat bukan hanya soal membagikan makanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang sedang membutuhkan.
“LAN Sumbar tidak hanya hadir ketika berbicara tentang pencegahan penyalahgunaan narkotika. Ketika masyarakat kita tertimpa bencana, kita juga harus hadir dan ikut merasakan apa yang mereka rasakan,” ujar Firman.
Menurutnya, 100 nasi kotak yang di bagikan mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga terdampak bencana. Namun, semangat berbagi dan kepedulian jauh lebih penting dari pada sekadar menghitung jumlah bantuan.
“Kami sengaja datang dari rumah ke rumah. Kami ingin memastikan bantuan ini sampai kepada warga yang membutuhkan. Mudah-mudahan apa yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban mereka,” katanya.
Firman menilai, dalam kondisi bencana, masyarakat membutuhkan kebersamaan. Gotong royong dan kepedulian sosial harus terus hidup karena persoalan kemanusiaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Hari itu, langkah jajaran LAN menyusuri rumah-rumah warga Batang Barus menjadi gambaran sederhana tentang arti sebuah kepedulian. Tidak ada panggung besar, tidak ada seremoni panjang. Hanya nasi kotak yang di serahkan dari tangan ke tangan, sapaan kepada warga dan keinginan untuk membantu sesama.
Dari satu rumah ke rumah berikutnya, pesan yang di bawa LAN Sumbar sederhana: ketika bencana datang, jangan biarkan saudara kita merasa sendirian.
Aksi tersebut sekaligus mempertegas semangat LAN Satu Hati, bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika. Kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang kuat, sehat dan saling membantu.
Sebab, terkadang yang di butuhkan seseorang ketika sedang menghadapi musibah bukan hanya bantuan yang besar. Cukup ada yang datang mengetuk pintu, menyapa saudara kita yang di timpa bencana, tukasnya (*)
