Padamkan Api Narkotika, Selamatkan Ranah Minang

iklan adsense

Padamkan Api Narkotika, Selamatkan Ranah Minang

Oleh: Firman Sikumbang

(Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat)

                   Firman Sikumbang

Tidak ada seorang pun yang ingin melihat rumahnya terbakar. Ketika kobaran api mulai melahap dinding demi dinding, semua orang akan berteriak meminta pertolongan. Para petugas pemadam kebakaran datang tanpa memikirkan keselamatan diri mereka sendiri. Mereka menerobos asap pekat dan jilatan api demi menyelamatkan nyawa, masa depan, dan harapan sebuah keluarga.

Hari ini, Sumatera Barat sedang menghadapi kobaran api yang tidak terlihat oleh mata, tetapi dampaknya jauh lebih dahsyat. Api itu bernama peredaran gelap narkotika.

Api ini tidak membakar bangunan, tetapi membakar akal sehat. Tidak menghanguskan rumah, tetapi menghancurkan keluarga. Tidak merobohkan gedung, tetapi meruntuhkan cita-cita anak-anak bangsa. Setiap hari, narkotika merampas harapan orang tua, menghancurkan masa depan generasi muda, dan perlahan mengikis nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu kita.

Sebagai Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, saya tidak bisa tinggal diam. Saya percaya, diam adalah kesempatan bagi para bandar narkotika untuk terus memperluas jaringannya. Diam berarti membiarkan semakin banyak anak-anak kita menjadi korban. Diam berarti menyerahkan masa depan Ranah Minang kepada mereka yang ingin merusaknya.

Kami tidak rela Ranah Minang dijadikan daerah tujuan, pasar, ataupun tempat berkembangnya peredaran gelap narkotika.

Ranah Minang bukan sekadar hamparan tanah yang indah. Ranah Minang adalah warisan para ulama, para pejuang, para cendekiawan, dan para pemimpin bangsa. Dari tanah ini lahir tokoh-tokoh besar yang mengabdikan hidupnya untuk agama, bangsa, dan negara. Semua itu di bangun di atas falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sebuah pedoman hidup yang mengajarkan kehormatan, kejujuran, tanggung jawab, dan kasih sayang.

Karena itu, kita tidak boleh membiarkan narkotika merampas jati diri Ranahminang.

Perjuangan melawan narkotika bukan hanya tugas polisi, BNNP, atau Lembaga Anti Narkotika. Ini adalah panggilan hati bagi kita semua. Orang tua harus menjadi benteng pertama bagi anak-anaknya. Guru harus menjadi pelita di sekolah. Niniak mamak harus kembali menjalankan perannya sebagai penjaga kaum. Alim ulama harus terus menanamkan nilai-nilai agama. Bundo Kanduang harus menguatkan pendidikan dalam keluarga. Pemuda harus menjadi pelopor perubahan. Dan seluruh masyarakat harus berani berkata, "Tidak ada tempat bagi narkotika di Ranah Minang."

Perjuangan ini memang berat. Tidak jarang kami harus bergerak dengan keterbatasan. Bahkan sering kali semangat jauh lebih besar daripada fasilitas yang kami miliki. Namun kami percaya, perjuangan yang lahir dari keikhlasan akan selalu menemukan jalannya. Selama masih ada masyarakat yang peduli, selama masih ada orang tua yang ingin menyelamatkan anaknya, selama masih ada pemuda yang mencintai kampung halamannya, harapan itu tidak akan pernah padam.

Saya mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk tidak menjadi penonton. Jangan menunggu keluarga kita sendiri menjadi korban baru kemudian kita bergerak. Mari kita mulai dari lingkungan terkecil, dari rumah kita sendiri, dari sekolah, dari kampus, dari nagari, dari tempat kerja, dan dari hati kita masing-masing. Jadilah mata yang awas, telinga yang peka, dan tangan yang siap menolong sebelum narkotika merenggut masa depan orang-orang yang kita cintai.

Mari kita menjadi seperti petugas pemadam kebakaran yang berani menghadapi kobaran api. Bedanya, api yang kita hadapi adalah api narkotika. Api ini harus dipadamkan bersama-sama, dengan keberanian, kepedulian, persatuan, dan doa.

Saya yakin, jika seluruh masyarakat Sumatera Barat bergandengan tangan, tidak ada kekuatan yang mampu mengalahkan tekad kita. Kita akan menjaga marwah Ranah Minang, melindungi generasi muda, dan mewariskan kepada anak cucu sebuah tanah yang tetap bermartabat, religius, dan bebas dari bahaya narkotika.

Karena bagi kami, menyelamatkan satu anak bangsa dari narkotika berarti menyelamatkan satu keluarga. Menyelamatkan satu keluarga berarti menjaga satu nagari. Menjaga satu nagari berarti mempertahankan marwah Ranah Minang. Dan menjaga Ranah Minang adalah tanggung jawab kita semua.

Mari kita padamkan api peredaran gelap narkotika, sebelum api itu menghanguskan masa depan yang selama ini kita cita-citakan bersama. Mari kita awasi Ranahminang dari peredaran gelap narkotika.

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments