Sultan Youdhi Prayogo Nahkodai PERTINA Kota Jambi, Jadikan Ring Tinju Benteng Generasi Muda dari Narkoba
Perkuat Pembinaan Atlet, Gerakan Anti Narkoba dan Kepemimpinan GEN Z Menuju Indonesia Emas 2045
Terpilihnya Sultan Youdhi Prayogo menjadi babak baru bagi perjalanan PERTINA Kota Jambi. Amanah tersebut bukan hanya menempatkan dirinya sebagai nahkoda organisasi olahraga, tetapi juga membuka peluang bagi lahirnya konsep pembinaan atlet yang lebih luas dan terintegrasi dengan pembangunan karakter generasi muda.
PERTINA Kota Jambi ke depan diharapkan tidak sekadar menjadi tempat mencetak petinju berprestasi, melainkan juga menjadi ruang pembinaan anak muda untuk membangun kedisiplinan, keberanian, sportivitas, kepemimpinan dan rasa tanggung jawab.
Lebih jauh, olahraga tinju akan didorong menjadi salah satu benteng sosial dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba dan berbagai persoalan yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Muskot Berlangsung Tertib dan Demokratis
Muskot PERTINA Kota Jambi dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Provinsi PERTINA Jambi, Kompol Benny Pane.
Dalam sambutannya, Benny Pane berharap kepengurusan PERTINA Kota Jambi periode 2026–2030 mampu melakukan pembinaan atlet secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, Kota Jambi memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet tinju yang mampu bersaing di tingkat daerah, nasional bahkan internasional.
Karena itu, pembinaan harus dimulai sejak usia dini, dilakukan secara konsisten serta melibatkan berbagai pihak.
Proses Muskot berlangsung tertib dan demokratis. Setelah seluruh agenda persidangan selesai, Sultan Youdhi Prayogo secara resmi menerima Pataka PERTINA sebagai simbol estafet kepemimpinan.
Pataka tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijawab melalui kerja nyata selama empat tahun ke depan.
SultanYoudhi Prayogo : PERTINA Harus Menjadi Rumah Besar Generasi Muda
Usai ditetapkan sebagai ketua, Sultan Youdhi Prayogo menyampaikan komitmennya untuk memperkuat pembinaan olahraga tinju Kota Jambi.
Ia menilai pembinaan atlet tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian prestasi sesaat. Atlet harus dipersiapkan secara menyeluruh agar memiliki kemampuan teknis sekaligus karakter yang kuat.
"Ring tinju sejatinya bukan hanya tempat melatih fisik dan mental juara, tetapi juga benteng peradaban untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dari narkoba, kenakalan remaja, dan krisis karakter," ungkap Sultan.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran arah yang ingin dibangun Sultan selama memimpin PERTINA Kota Jambi.
Baginya, seorang atlet yang hebat bukan hanya atlet yang mampu memenangkan pertandingan. Atlet hebat adalah mereka yang mampu menjaga disiplin, menghormati lawan, menjunjung sportivitas, memiliki integritas dan mampu menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.
Karena itu, pembinaan fisik dan teknik harus berjalan bersama pembinaan mental dan karakter.
Ring Tinju sebagai Ruang Pembentukan Karakter
Olahraga tinju memiliki nilai pendidikan yang sangat kuat. Seorang petinju harus belajar disiplin menjalani latihan, menjaga kondisi tubuh, memahami aturan, mengendalikan emosi dan menerima hasil pertandingan secara sportif.
Nilai-nilai tersebut, menurut Sultan Youdhi Prayogo, sangat penting ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Apalagi di tengah perkembangan zaman yang membuat anak-anak muda menghadapi berbagai tantangan baru.
Mereka membutuhkan ruang yang mampu mengarahkan energi, keberanian dan kreativitas kepada kegiatan yang positif. Karena itu, PERTINA akan didorong menjadi salah satu ruang tersebut.
Anak muda yang datang ke sasana bukan hanya belajar bertinju, tetapi juga belajar tentang disiplin, tanggung jawab, persahabatan, kerja keras dan bagaimana menghadapi kegagalan.
Perkuat Gerakan Anti Narkoba
Salah satu gagasan yang ingin diperkuat Sultan adalah menjadikan olahraga sebagai bagian dari gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, persoalan narkoba tidak bisa diserahkan hanya kepada aparat penegak hukum. Pencegahan membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, organisasi olahraga, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam konteks tersebut, PERTINA dapat mengambil peran melalui kegiatan olahraga yang sehat sekaligus edukasi.
Semangat itu sejalan dengan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang terus dikembangkan oleh pemerintah bersama BNN, kepolisian, lembaga pendidikan dan masyarakat.
Sultan Youdhi Prayogo ingin membangun kesadaran bahwa prestasi jauh lebih membanggakan dibanding terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Dari situlah semangat "Say No To Drugs, Say Yes To Achievement" akan terus digaungkan.
Sultan Youdhi Prayogo Bawa Jejaring Sosial Kemasyarakatan
Terpilihnya Sultan Youdhi Prayogo juga tidak terlepas dari rekam kiprahnya dalam berbagai aktivitas sosial dan kepemudaan.
Selain dikenal sebagai akademisi, Sultan juga dipercaya sebagai Dewan Pembina DPP Lembaga Anti Narkoba (LAN), Ketua DPD Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Provinsi Jambi, serta Dewan Pendiri Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN). Jejaring tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, PERTINA Kota Jambi akan membuka ruang sinergi dengan LAN, FKN, MAKN, lembaga pendidikan, komunitas olahraga dan organisasi kepemudaan. Tujuannya adalah membangun pola pembinaan generasi muda yang tidak berjalan sendiri-sendiri. Olahraga, pendidikan karakter, kepemudaan, kebangsaan dan gerakan anti narkoba dapat berjalan dalam satu ekosistem.
Gen Z Harus Diberi Ruang Memimpin
Sultan Youdhi Prayogo juga memberikan perhatian khusus terhadap generasi Z. Menurutnya, Gen Z merupakan kekuatan besar yang akan menentukan masa depan bangsa. Namun generasi tersebut harus diberikan ruang untuk tumbuh, berkreasi dan memimpin. Mereka jangan hanya dijadikan peserta kegiatan. Mereka harus di libatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program.
Salah satu figur yang diharapkan dapat mengambil peran strategis dalam gerakan tersebut adalah Andi Muhammad Syah Al Fatih, mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kepemudaan.
Andi aktif sebagai pengurus Lembaga Anti Narkoba dan Pengurus Forum Keberagaman Nusantara bidang kepemudaan Gen Z. Ia juga dikenal sebagai Duta Anti Narkoba dan aktif mengikuti berbagai kegiatan pembinaan kepemudaan serta olahraga.
Keterlibatan Andi menjadi bagian dari semangat regenerasi kepemimpinan yang ingin dibangun. Generasi muda tidak cukup hanya diberi nasihat tentang masa depan. Mereka harus diberi kesempatan untuk ikut membangun masa depan.
PERTINA Goes to School
Salah satu program yang dapat menjadi ujung tombak gerakan tersebut adalah PERTINA Goes to School. Program ini diarahkan untuk memperkenalkan olahraga tinju sekaligus memberikan edukasi tentang karakter, disiplin, prestasi dan pencegahan narkoba kepada pelajar.
Kegiatan dapat dikemas melalui coaching clinic, demonstrasi olahraga, diskusi kepemudaan, motivasi prestasi dan edukasi P4GN. Dengan demikian, olahraga masuk ke sekolah bukan sekadar untuk mencari bibit atlet. Lebih dari itu, olahraga menjadi media membangun karakter pelajar. Membangun Duta Anti Narkoba dari Kalangan Atlet.
Gagasan lain yang dapat dikembangkan adalah Gen Z Anti Narkoba Ambassador. Atlet muda yang memiliki prestasi dan karakter baik dapat di libatkan sebagai duta yang menyampaikan pesan positif kepada teman sebaya.
Pesan anti narkoba akan lebih mudah diterima apabila disampaikan oleh figur muda yang dekat dengan kehidupan pelajar dan mahasiswa. Atlet dapat menjadi contoh bahwa kerja keras, latihan dan disiplin mampu menghasilkan prestasi.
Bukan narkoba.
One Athlete, One Inspiration
PERTINA Kota Jambi juga diarahkan untuk membangun semangat "One Athlete, One Inspiration".
Setiap atlet diharapkan mampu menjadi inspirasi minimal bagi satu anak muda lainnya.
Atlet tidak hanya hadir saat pertandingan.
Mereka dapat hadir di sekolah, kampus, komunitas dan lingkungan masyarakat untuk berbagi pengalaman. Menceritakan perjuangan mereka. Mendorong anak muda untuk berolahraga. Mengajak mereka menjauhi narkoba. Dan memberikan motivasi agar berani mengejar cita-cita. Dengan pola tersebut, satu atlet dapat menginspirasi banyak anak muda.
Prestasi Olahraga dan Kepemimpinan Harus Berjalan Bersama
Sultan menilai prestasi olahraga dan kepemimpinan generasi muda memiliki hubungan yang sangat erat. Atlet yang terbiasa berlatih keras akan memahami arti proses. Atlet yang pernah kalah akan belajar menerima kegagalan. Atlet yang menang akan belajar bertanggung jawab. Atlet yang hidup dalam lingkungan olahraga akan belajar menghormati orang lain. Semua pengalaman tersebut menjadi modal kepemimpinan. Karena itu, PERTINA bukan hanya mencetak atlet.
PERTINA juga harus ikut mencetak manusia yang mampu memimpin dirinya sendiri dan lingkungannya. Sinergi dengan Nilai Kebangsaan dan Budaya Nusantara. Sultan Youdhi Prayogo juga melihat pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan dan nilai budaya dalam pembinaan generasi muda.
Sinergi dengan FKN dan MAKN menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman dan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Olahraga mengajarkan sportivitas. Keberagaman mengajarkan toleransi. Budaya mengajarkan identitas. Pendidikan mengajarkan pengetahuan. Gerakan anti narkoba mengajarkan tanggung jawab. Sementara kepemimpinan mengajarkan keberanian mengambil keputusan. Seluruh nilai tersebut dapat menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang kuat.
Menuju Indonesia Emas 2045
Terpilihnya Sultan Youdhi Prayogo sebagai Ketua PERTINA Kota Jambi periode 2026–2030 hadir di tengah momentum penting pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda hari ini akan menjadi pemimpin bangsa. Mereka akan menjadi atlet, akademisi, pengusaha, profesional, birokrat, anggota legislatif, pemimpin masyarakat dan berbagai profesi lainnya.
Karena itu, pembinaan generasi muda harus dimulai sejak sekarang. Tidak boleh menunggu mereka dewasa. Tidak boleh menunggu muncul masalah. Pencegahan harus dilakukan sebelum terjadi. Prestasi harus dibangun sebelum kompetisi. Kepemimpinan harus dilatih sebelum amanah diberikan. Dan karakter harus ditanamkan sebelum berbagai tantangan kehidupan datang.
Dalam konteks tersebut, PERTINA Kota Jambi di bawah kepemimpinan Sultan Youdhi Prayogo diharapkan mampu menjadi bagian dari gerakan besar tersebut.
Dari Ring Tinju untuk Masa Depan Bangsa
Terpilihnya Sultan Youdhi Prayogo bukan sekadar tentang siapa yang memimpin PERTINA Kota Jambi.
Lebih dari itu, ini tentang bagaimana organisasi olahraga dapat mengambil peran dalam membangun masa depan generasi muda. Sebab, di balik setiap atlet yang naik ke atas ring, ada proses panjang pembentukan karakter. Ada pelatih yang membimbing. Ada keluarga yang mendukung. Ada lingkungan yang membentuk. Dan ada masyarakat yang berharap lahir seorang juara. Namun juara sejati bukan hanya mereka yang memenangkan pertandingan.
Juara sejati adalah anak muda yang mampu memenangkan dirinya sendiri dari pengaruh buruk lingkungan, berani mengejar cita-cita, menghormati orang lain dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kepemimpinan Sultan Youdhi Prayogo di PERTINA Kota Jambi di harapkan mampu membawa pesan besar, Olahraga untuk prestasi. Prestasi untuk masa depan. Karakter untuk kehidupan. Dan generasi muda bersih narkoba untuk Indonesia Emas 2045.
Dari ring tinju, PERTINA Kota Jambi diharapkan tidak hanya melahirkan petinju yang mampu berdiri sebagai juara. Tetapi juga melahirkan generasi muda yang mampu berdiri sebagai pemimpin masa depan bangsa, tukasnya (tim)



0 Comments