Visitasi Kelompok 2 PKN Tingkat II BPSDM Sumut ke Dinsos Tapsel berikan sejumlah rekomendasi terkait penanganan kelompok rentan bencana
Tim kelompok 2 Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat 2 BPSDM Sumatera Utara saat visitasi atau kegiatan kunjungan ke Dinas Sosial Pemkab Tapanuli Selatan, Selasa (21/7/2026).
SUMUT, PIONIR--Tim kelompok 2 Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat 2 BPSDM Sumatera Utara memberikan sejumlah rekomandasi kepada Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) terhadap penanganan kelompok rentan bencana saat kegiatan kunjungan (visitasi) Selasa (21/7).
Ketua kelompok Visitasi Yunita Sari, SH. MH mengatakan kegiatan kunjungan ke Kabupaten Tapsel karena Pemkab setempat menunjukkan komitmen yang kuat dalam penanggulangan bencana melalui kolaborasi lintas sektor yang cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Menurutnya berdasarkan hasil pengamatan dan dialog dengan Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Selatan Zulkarnain Siregar, SP, kelompok 2 memberikan rekomendasi strategis dalam rangka penanganan kelompok rentan.
Adapun rekomendasi itu adalah pertama, tata kelola regulasi dan penganggaran inklusif. Artinya Pemkab setempat perlu menyusun regulasi berbasis kesetaraan untuk mengarusutamakan perlindungan kelompok rentan di seluruh tahapan bencana.
Langkah ini diwujudkan melalui alokasi anggaran khusus serta pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Kelompok Rentan lintas sektor (BPBD, Dinsos, Dinkes, DP3A, dan Pemdes).
Kedua, pengembangan sistem peringatan dini. Sistem ini dikembangkan dengan tujuan agar mudah diakses seluruh lapisan (termasuk disabilitas) melalui multimedia dan bahasa lokal, disempurnakan dengan prosedur evakuasi khusus, sarana transportasi ramah rentan, serta edukasi dan simulasi berkala.
Ketiga, infrastruktur inklusif dan kebutuhan dasar. Setiap lokasi pengungsian wajib dilengkapi sarana ramah disabilitas, ruang laktasi, ruang ramah anak, layanan kesehatan mobile, dan Dukungan Psikososial (LDP).
Pemenuhan kebutuhan spesifik seperti gizi balita/lansia, sanitasi perempuan, obat-obatan, dan alat bantu disabilitas harus terjamin secara rinci dan tepat sasaran.
Lalu rekomendasi keempat, sinergi pentahelix dan kepemimpinan adaptif. Reseliensi dapat dicapai melalui kolaborasi lintas lini yakni akademisi (kajian berbasis data), dunia usaha (dana CSR dan logistik), media (edukasi publik), dan komunitas (kader siaga bencana).
"Seluruh upaya ini digerakkan oleh kepemimpinan adaptif di daerah guna memastikan perlindungan kelompok rentan menjadi prioritas utama penanggulangan bencana," kata dia.
Sementara itu Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Tapanuli Selatan.
Zulkarnain Siregar, SP mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, TNI/Polri, media dan masyarakat telah menghadirkan penanganan bencana yang responsif, humanis, serta memberikan perlindungan bagi kelompok rentan.
Menurutnya melalui prinsip "Dalihan Na Tolu" Pemkab Tapanuli Selatan menjadi benchmarking sebagai daerah yang terus memperkuat ketangguhan dan resiliensi masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
"Terima kasih atas rekomendasinya dan juga terpilihnya Kabupaten Tapsel dalam visitasi kelompok 2 PKN tingkat II BKSDM Sumut," ujarnya.
Visitasi kelompok 2 PKN II mengusung tema "Kepemimpinan adaptif dalam transformasi tata kelola penanggulangan bencana untuk mewujudkan resilensi dan daya saing daerah".
Dalam visitasi kelompok 2 PKN II itu juga ikut serta Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, Yosmar Difia, SE,MM.
Selain itu juga Kepala BKPP kabupaten Labuhan Batu, Ali Armaya ST, M.M, Kepala BKAD Kabupaten LABUSEL Imron Rosadi Siregar, S.Pd, MM, Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, S.H, M.H, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Nias Selatan Bazatulo Laia, S.Pd., M. A dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Simalungun Albert Rismawanto Saragih, S.IP, M.Si.
Juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Simalungun, Bobpresly Saragih, S.Sos., M.Si, Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Tapanuli Utara, Eliston Lumbantobing, S.Sos, MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, Erwin Bachari SP, M.MA, Sekda Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, S.STP, M.Si, Staf Ahli Bupati Simalungun Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Mudahalam Purba dan Kepala BPBD Kabupaten Nias Selatan Revival Nache, S.Hut., MM.


0 Comments