Di Tengah Kepungan Asap, Polsek Koto Tangah Hadir Membagikan Perlindungan
Namun, di tengah rutinitas tersebut, ada satu hal yang menjadi perhatian, kondisi udara yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di tengah situasi itu, sejumlah personel Polsek Koto Tangah turun langsung ke jalan. Bukan untuk melakukan penindakan, melainkan membagikan masker secara gratis kepada pengendara dan masyarakat yang berada di sekitar Simpang Pasar Tabing.
Dipimpin Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino, SH, MH, personel Polsek Koto Tangah menyapa masyarakat satu per satu. Masker di berikan kepada mereka yang melintas, terutama pengendara kendaraan bermotor yang setiap hari harus beraktivitas di ruang terbuka.
Langkah sederhana tersebut memiliki pesan yang cukup kuat, keselamatan dan kesehatan masyarakat merupakan bagian penting dari tugas kepolisian.
Asap karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan. Ketika kualitas udara menurun, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan ikut merasakan dampaknya. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan diri yang dapat di lakukan masyarakat.
Bagi polisi, kehadiran di tengah masyarakat tidak selalu harus di wujudkan melalui penegakan hukum. Dalam kondisi tertentu, kepolisian juga hadir melalui tindakan-tindakan preventif dan pelayanan langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengendara kendaraan roda dua, agar tetap memperhatikan kesehatan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama apabila kondisi udara berasap,” ujar Kompol Afrino.
Pesan itu juga disertai ajakan agar masyarakat ikut berperan dalam mencegah karhutla. Warga di minta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang dapat berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.
Di jalan raya, masker yang dibagikan mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi masyarakat yang menerimanya, tindakan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah persoalan lingkungan yang berdampak pada kehidupan sehari-hari, masih ada kepedulian yang hadir secara langsung.
Polsek Koto Tangah menunjukkan bahwa pencegahan dapat dimulai dari langkah kecil, turun ke lapangan, menyapa warga, memberikan perlindungan, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
Sebab, menghadapi dampak karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat. Masyarakat pun memiliki peran penting. Dan ketika semua pihak bergerak bersama, perlindungan terhadap kesehatan masyarakat serta lingkungan dapat dilakukan dengan lebih kuat, tukasnya (frm)
