Kembali ke Pangkuan Adat. Niniak Mamak dan Bundo Kanduang Sebagai Benteng Generasi
Nilai-nilai adat dan agama yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau harus kembali diperkuat. Anak kamanakan perlu mendapatkan perhatian, pendampingan dan keteladanan dari lingkungan terdekatnya.
Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, SE, mengatakan bahwa upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) harus dimulai dari lingkungan keluarga dan komunitas adat.
“Niniak mamak jangan hanya hadir ketika ada persoalan adat. Bundo kanduang jangan hanya menjadi simbol dalam kegiatan seremonial. Keduanya harus hadir dalam kehidupan anak kamanakan, mendengar keluh kesah mereka, mengetahui pergaulan mereka dan memberikan keteladanan. Karena ketika anak kamanakan kita kehilangan arah, maka yang terancam bukan hanya masa depan satu keluarga, tetapi masa depan Ranah Minang,” ujar Firman Sikumbang.
Menurutnya, ancaman narkotika tidak selalu datang dalam bentuk yang mudah dikenali. Pengaruh pergaulan, rasa ingin tahu, tekanan teman sebaya dan lingkungan yang tidak sehat dapat menjadi pintu masuk bagi anak-anak menuju perilaku berisiko.
Karena itu, Firman Sikumbang mendorong agar rumah gadang, surau, lingkungan keluarga dan kelembagaan adat kembali menjadi ruang pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Kita ingin niniak mamak kembali menjadi tempat anak kamanakan meminta petunjuk, sementara bundo kanduang menjadi tempat mereka menemukan kasih sayang, perhatian dan ketenangan. Jangan sampai anak-anak kita lebih nyaman bercerita kepada lingkungan yang salah daripada kepada keluarganya sendiri,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat “anak dipangku, kamanakan dibimbiang.” Menurutnya, filosofi tersebut sangat relevan dalam menghadapi ancaman narkotika di tengah masyarakat saat ini.
“Menyelamatkan anak kamanakan dari narkotika adalah bentuk nyata menjaga marwah keluarga, kaum dan nagari. Kita tidak boleh menyerahkan seluruh persoalan ini kepada pemerintah dan aparat. Niniak mamak, bundo kanduang, alim ulama, cadiak pandai dan seluruh masyarakat harus berdiri bersama menjadi benteng bagi generasi,” tegasnya.
Firman Sikumbang berharap gerakan P4GN tidak berhenti pada sosialisasi, spanduk atau kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari keluarga dan nagari.
“Kalau kita ingin Ranah Minang tetap menjadi ranah yang beradat dan bermartabat, maka anak kamanakan harus kita jaga hari ini. Jangan biarkan narkotika merampas masa depan mereka. Niniak mamak menjaga arah, bundo kanduang menjaga hati, dan seluruh masyarakat menjaga generasi,” pungkas Firman Sikumbang. (tim)
