Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bukan Sekadar Menolong yang Tersedak, Ada Masa Depan Generasi Muda yang Harus Diselamatkan dari Narkotika

Friday, October 9, 2026 | October 09, 2026 WIB Last Updated 2026-10-09T15:02:31Z

Bukan Sekadar Menolong yang Tersedak, Ada Masa Depan Generasi Muda yang Harus Diselamatkan dari Narkotika


PADANG, PIONIR-----Menyelamatkan kehidupan bukan hanya tentang memberikan pertolongan ketika seseorang berada dalam keadaan darurat. Lebih dari itu, menyelamatkan kehidupan juga berarti menanamkan kesadaran, memberikan pemahaman, dan mencegah ancaman yang dapat merenggut kesehatan serta masa depan seseorang.

Pesan mendalam itulah yang mewarnai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang di laksanakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang melalui Edukasi dan Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kasus Tersedak menggunakan metode Heimlich Maneuver di Aula SMA 3 Padang, Jumat 9 Oktober 2026.

Kegiatan yang di inisiasi oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah itu di ikuti oleh guru dan pelajar SMA 3 Padang, serta alumni lintas generasi SMA 3 Padang. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pertolongan pertama, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan penting mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Di tengah suasana edukasi kesehatan, perhatian peserta turut di arahkan pada tanggung jawab bersama dalam melindungi generasi muda dari ancaman yang dapat merusak masa depan.

Sosok yang mengambil peran menyampaikan pesan tersebut adalah Dr. dr. Erdanela Setiawati, MM, FISPH, FISCM, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat.

Bagi Erdanela, edukasi kesehatan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika memiliki benang merah yang sama, yakni membangun kesadaran agar setiap orang mampu menjaga dirinya, memahami risiko, dan mengambil keputusan yang tepat. Jika pelatihan pertolongan pertama membekali peserta dengan pengetahuan menghadapi kondisi darurat, edukasi P4GN mengingatkan mereka agar tidak mengabaikan ancaman yang dapat memengaruhi kesehatan, pendidikan, kehidupan keluarga, dan masa depan.

Menariknya, panitia sebenarnya telah menyediakan waktu khusus selama 30 menit untuk edukasi bahaya narkotika dengan menghadirkan Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, SE. Namun, karena Firman Sikumbang berhalangan hadir akibat tugas yang tidak dapat di tinggalkan, kesempatan tersebut akhirnya di percayakan kepada Erdanela.

“Kami panitia kegiatan sudah menyediakan waktu 30 menit untuk mengedukasi peserta tentang bahaya narkotika. Sebagai pemateri, kami merencanakan Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang. Berhubung Ketua berhalangan hadir karena ada tugas yang tidak bisa beliau tinggalkan, terpaksa waktu 30 menit tersebut saya gantikan,” ujar Erdanela.

Kesediaan Erdanela mengisi waktu edukasi tersebut memastikan bahwa pesan pencegahan tetap menjadi bagian dari kegiatan. Sebuah pengingat bahwa upaya melindungi generasi muda membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak boleh bergantung pada satu sosok saja.

Sekolah memiliki peran penting dalam membangun benteng pengetahuan dan karakter. Guru mendampingi proses pendidikan, orang tua menanamkan nilai kehidupan di rumah, sementara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dapat memperluas pemahaman melalui edukasi yang berkelanjutan. Ketika semua unsur bergerak bersama, pelajar memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenali risiko, berani menolak ajakan yang membahayakan, serta mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan.

Kehadiran alumni SMA 3 Padang lintas generasi juga memberikan makna tersendiri. Kepedulian terhadap generasi penerus bukan hanya urusan mereka yang masih duduk di bangku sekolah, melainkan tanggung jawab bersama. Masa depan pelajar hari ini akan menjadi bagian dari masa depan masyarakat esok hari.

Dalam konteks itulah, pesan P4GN menjadi relevan untuk terus di sampaikan melalui berbagai kegiatan, termasuk pelatihan kesehatan. Pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup dilakukan melalui peringatan sesaat, tetapi membutuhkan pendidikan yang konsisten, lingkungan yang peduli, serta dukungan bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan.

Bagi LAN Provinsi Sumatera Barat, kegiatan edukasi di lingkungan pendidikan merupakan salah satu ruang penting untuk memperluas kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, keluarga, alumni, dan berbagai elemen masyarakat agar pesan pencegahan tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jumat itu, Aula SMA 3 Padang menjadi tempat bertemunya dua pesan penting tentang keselamatan manusia. Peserta belajar mengenai pertolongan pertama pada kasus tersedak sekaligus mendapatkan pengingat bahwa kesehatan dan masa depan generasi muda juga perlu di jaga melalui pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Sebab, menyelamatkan kehidupan bukan semata-mata tentang mengetahui apa yang harus di lakukan ketika keadaan darurat terjadi. Menyelamatkan kehidupan juga berarti hadir lebih awal melalui edukasi, kepedulian, dan keberanian menyampaikan kebenaran.

Jangan menunggu masa depan seorang anak terancam untuk mulai peduli. Lindungi generasi muda dengan pengetahuan, kuatkan mereka dengan kepedulian, dan jauhkan mereka dari penyalahgunaan narkotika sejak dini, tutur Erdanela mengakhiri (*)


×
Berita Terbaru Update