Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Camat Kuranji Rozaldi Rosman S.STP, M.Si Berharap LAN Sumbar Gencarkan Sosialisasi Narkotika hingga Lapisan Masyarakat Terbawah

Wednesday, October 28, 2026 | October 28, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T13:48:17Z

Camat Kuranji Rozaldi Rosman S.STP, M.Si Berharap LAN Sumbar Gencarkan Sosialisasi Narkotika hingga Lapisan Masyarakat Terbawah


PADANG, PIONIR — Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), di manfaatkan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat untuk memperkuat edukasi bahaya narkotika sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil peran nyata dalam melindungi generasi muda. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Kecamatan Kuranji, Kota Padang, tersebut menyasar pelajar, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta Dubalang, dengan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya.

Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, mengatakan peringatan Sumpah Pemuda hendaknya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian bersama dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Menurut Firman, semangat persatuan yang di wariskan para pemuda pada tahun 1928 yang lalu harus di wujudkan melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga generasi muda dari ancaman narkotika merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas aparat penegak hukum.

“Semangat Sumpah Pemuda harus kita maknai sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga masa depan bangsa. Salah satu tantangan serius yang harus kita hadapi saat ini adalah ancaman narkotika yang dapat merusak generasi muda, keluarga, dan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Firman.

Dalam kegiatan tersebut, Firman Sikumbang juga memaparkan berbagai jenis narkotika beserta dampak negatifnya terhadap kesehatan tubuh dan tatanan kehidupan masyarakat. Ia menjelaskan satu per satu jenis zat yang termasuk narkotika maupun zat psikoaktif lainnya, di sertai penjelasan mengenai dampak yang dapat di timbulkannya terhadap fungsi otak, kondisi fisik, kesehatan mental, serta kemampuan seseorang menjalani kehidupan secara normal.

Dikatakan Firman Sikumbang, pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika dan dampaknya sangat penting agar masyarakat, khususnya pelajar, tidak mudah terpengaruh oleh rasa ingin tahu, bujukan teman sebaya, maupun informasi keliru mengenai zat-zat tersebut. Edukasi yang benar di harapkan dapat membangun kewaspadaan dan membantu generasi muda mengambil keputusan yang aman bagi dirinya.

Lebih lanjut, Firman menjelaskan bahwa dampak penyalahgunaan narkotika tidak hanya di rasakan oleh orang yang mengkonsumsi nya, tetapi juga dapat meluas kepada keluarga dan lingkungan sosial. Permasalahan kesehatan, terganggunya pendidikan, keretakan hubungan keluarga, hingga persoalan sosial lainnya dapat muncul ketika penyalahgunaan narkotika tidak di cegah dan di tangani dengan tepat.

Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak bisa hanya di bebankan kepada aparat penegak hukum maupun lembaga yang bergerak di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Peran keluarga, sekolah, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan upaya tersebut.

Firman menilai, Sumatera Barat memiliki kekuatan sosial dan budaya yang dapat menjadi benteng dalam melindungi generasi muda. Nilai-nilai adat Minangkabau yang menjunjung tinggi kebersamaan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap anak kemenakan perlu terus di hidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pencegahan harus di mulai dari keluarga, di perkuat di sekolah, dan di lanjutkan di tengah masyarakat. Niniak mamak memiliki tanggung jawab membimbing anak kemenakan, Bundo Kanduang berperan dalam membangun ketahanan keluarga, sementara Dubalang ikut menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Semua unsur harus bergerak bersama,” katanya.

Sebelum pemaparan Firman Sikumbang, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si, Datuak Sati, menyampaikan materi mengenai perilaku menyimpang yang dapat berawal dari penyalahgunaan narkotika. Dalam paparannya, Fauzi Bahar menekankan pentingnya perhatian bersama terhadap perilaku generasi muda yang berpotensi menimbulkan persoalan bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

Fauzi Bahar juga mengaitkan pembahasan tersebut dengan persoalan sosial lainnya, termasuk kebencanaan dan maraknya tawuran yang menjadi perhatian masyarakat. Ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial membutuhkan kepedulian, pembinaan, dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Menurut Fauzi Bahar, keberadaan Dubalang memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan membantu mengantisipasi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat. Peran tersebut, menurutnya, perlu di jalankan melalui pendekatan yang mengedepankan tanggung jawab sosial, koordinasi dengan pihak terkait, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Ia berharap Dubalang dapat semakin aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, sekaligus membangun komunikasi dengan tokoh adat, pemerintah setempat, dan masyarakat. Dengan demikian, potensi persoalan seperti tawuran maupun perilaku menyimpang yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dapat di antisipasi melalui pembinaan dan langkah pencegahan sejak dini.

Kata Firman Sikumbang, keterlibatan pelajar, guru BK, niniak mamak, Bundo Kanduang, dan Dubalang bukan sekadar pelengkap dalam kegiatan sosialisasi. Ketiganya memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Niniak mamak dapat memberikan bimbingan kepada anak kemenakan, Bundo Kanduang memperkuat pendidikan dan ketahanan keluarga, sedangkan Dubalang ikut menjaga ketertiban lingkungan.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru Bimbingan dan Konseling dalam membangun kesadaran pelajar. Sekolah, menurutnya, bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, melainkan juga ruang untuk membentuk karakter, memperkuat ketahanan diri, dan menanamkan nilai-nilai positif. Karena itu, edukasi bahaya narkotika perlu di berikan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang mudah di pahami pelajar.

Sementara itu, Camat Kecamatan Kuranji, Rozaldi Rosman, S.STP, M.Si, berharap kegiatan sosialisasi bahaya narkotika yang di laksanakan bersama LAN Sumbar tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi dapat berlanjut secara berkesinambungan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Rozaldi, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu di perluas hingga ke sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat paling bawah. Langkah tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Rozaldi berharap LAN Sumbar dapat mengambil inisiatif untuk menggerakkan kegiatan sosialisasi secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, tenaga pendidik, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat. Ia menilai, kondisi peredaran gelap narkotika yang memprihatinkan membutuhkan perhatian serius serta kerja sama seluruh pihak.

“Kami berharap kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti sampai di sini saja. Harus ada keberlanjutan dan langkah nyata agar edukasi tentang bahaya narkotika dapat menjangkau sekolah-sekolah hingga lapisan masyarakat paling bawah. Kami berharap LAN Sumbar bisa menginisiasi kegiatan ini secara berkesinambungan, karena kondisi peredaran gelap narkotika saat ini cukup memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari kita semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rozaldi berharap kolaborasi yang telah terbangun melalui kegiatan tersebut dapat menjadi awal bagi pelaksanaan program pencegahan yang lebih luas. Menurutnya, sosialisasi yang menyentuh masyarakat secara langsung dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong masyarakat agar tidak bersikap acuh terhadap ancaman narkotika.

Kegiatan tersebut turut di hadiri Ketua LKAAM Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si, Datuak Sati, Ketua LAN Kota Padang, Hj. Yuliar, S.Sos, MM, serta unsur tokoh masyarakat dan jajaran LAN Kota Padang maupun LAN Provinsi Sumatera Barat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga masyarakat, tokoh adat, dan dunia pendidikan dalam menghadapi ancaman narkotika serta persoalan sosial lainnya. Edukasi yang di lakukan secara berkelanjutan diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat terlibat aktif dalam menjaga keamanan dan melindungi generasi muda.

Lanjut Firman Sikumbang mengatakan LAN Sumbar akan terus mendorong gerakan pencegahan berbasis keluarga, sekolah, adat, dan masyarakat. Menurutnya, semakin luas jangkauan edukasi, semakin besar pula kesempatan untuk membangun ketahanan sosial terhadap ancaman narkotika.

“Jangan biarkan masa depan anak kemanakan di pertaruhkan oleh ancaman narkotika. Menjaga mereka berarti menjaga keluarga, menjaga marwah adat, dan menjaga masa depan Ranah Minang,” tukasnya. (Bobi)


×
Berita Terbaru Update