Fauzi Bahar Instruksikan LAN Sumbar Perkuat P4GN hingga ke Akar Rumput.
PADANG, PIONIR---Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si, Dt. Sati, menginstruksikan Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, untuk memperkuat gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) hingga ke lapisan masyarakat paling bawah atau akar rumput.
Instruksi tersebut di sampaikan Fauzi Bahar saat memberikan materi dalam kegiatan sosialisasi bahaya narkotika yang berlangsung di Kantor Camat Kuranji Kota Padang.
Dalam kesempatan itu, Fauzi mengaku hatinya tergugah setelah menyaksikan langsung bagaimana Firman Sikumbang menyampaikan materi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika kepada para peserta.
"Hati saya tergugah saat Firman Sikumbang menyampaikan materi tentang bahaya narkotika di Kantor Camat Kuranji ini. Cara penyampaian materinya sangat mengena, mudah di pahami, dan mampu menggugah kesadaran peserta. Ia tidak sekadar menyampaikan teori, tetapi juga memberikan gambaran tentang ancaman nyata narkotika yang bisa merusak masa depan generasi muda dan kehidupan masyarakat," ungkap Fauzi Bahar.
Menurutnya, pendekatan komunikasi yang dilakukan Firman Sikumbang merupakan model edukasi yang perlu terus dikembangkan dan diperluas. Sebab, persoalan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tidak cukup hanya ditangani melalui imbauan, tetapi membutuhkan keterlibatan langsung seluruh unsur masyarakat.
Kegiatan tersebut di ikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan pelajar, Bundo Kanduang, guru Bimbingan Konseling (BK), hingga Dubalang. Kehadiran berbagai elemen tersebut dinilai penting karena masing-masing memiliki peran strategis dalam membangun sistem perlindungan dan pengawasan di lingkungan keluarga, sekolah, serta nagari.
"Cara seperti ini harus diteruskan kepada masyarakat lapisan terbawah. Jangan hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi di tingkat kecamatan atau pertemuan-pertemuan tertentu. Kita ingin masyarakat benar-benar memahami ancaman narkotika dan memiliki kepedulian untuk melakukan pengawasan terhadap lingkungan masing-masing," tegasnya.
Lebih lanjut, Fauzi Bahar menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai salah satu sasaran utama gerakan edukasi P4GN. Menurutnya, pelajar merupakan generasi penerus yang harus mendapatkan perlindungan sejak dini dari berbagai ancaman penyalahgunaan narkotika.
"Saya juga berharap kegiatan sosialisasi bahaya narkotika ini disampaikan secara berkelanjutan kepada para pelajar di sekolah-sekolah. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi LAN Sumbar dan juga bagi kita semua. Saya berharap LAN Sumbar hadir di setiap sekolah, baik tingkat SLTP maupun SLTA," pintanya.
Menanggapi instruksi dan harapan Ketua Umum LKAAM Sumbar tersebut, Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang menyampaikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa penguatan P4GN hingga ke akar rumput memang menjadi salah satu strategi penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Firman mengibaratkan pola kerja LAN Sumbar dalam melakukan pencegahan narkotika seperti cara kerja Dinas Pemadam Kebakaran ketika menghadapi kobaran api. Menurutnya, penanganan tidak hanya terfokus pada titik api yang sedang menyala, tetapi juga harus memperhatikan lingkungan dan bangunan di sekitarnya agar tidak ikut terbakar.
"LAN Sumbar bekerja persis seperti Dinas Pemadam Kebakaran. Ketika kobaran api menyala, yang perlu disiram terlebih dahulu adalah rumah-rumah warga yang berada di sekitar kobaran api tersebut. Dilakukan penyiraman dan pendinginan agar rumah-rumah itu tidak mudah dijamah api. Setelah dilakukan pendinginan terhadap lingkungan sekitar, barulah kobaran api yang menyala dipadamkan," ujar Firman.
Begitu pula dalam penanganan persoalan narkotika. Menurut Firman, upaya pencegahan harus dilakukan terhadap lingkungan masyarakat sebelum ancaman tersebut semakin meluas dan menyentuh lebih banyak keluarga maupun generasi muda.
"Begitu juga dengan penanganan narkotika. Kita tidak boleh hanya terfokus pada persoalan ketika penyalahgunaan dan peredaran sudah terjadi. Jauh sebelum itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan harus diperkuat melalui edukasi, sosialisasi, pengawasan keluarga, sekolah, serta lingkungan adat. Inilah yang kami maksud dengan memperkuat P4GN dari akar rumput," jelasnya.
Firman menegaskan, LAN Sumbar akan terus mendorong keterlibatan niniak mamak, Bundo Kanduang, Dubalang, guru, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam membangun benteng pertahanan terhadap ancaman narkotika. Baginya, gerakan P4GN tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus hadir sebagai gerakan sosial yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.
"Prinsipnya, jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Pencegahan harus dilakukan sebelum api menjalar. Sebab, menyelamatkan satu keluarga, satu lingkungan, dan satu generasi dari ancaman narkotika merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama," tegas Firman.
Ia juga menyampaikan bahwa arahan Fauzi Bahar menjadi dorongan sekaligus tanggung jawab moral bagi LAN Sumbar untuk semakin memperluas jangkauan sosialisasi P4GN, terutama ke sekolah-sekolah tingkat SLTP dan SLTA, lingkungan keluarga, serta nagari-nagari di Sumatera Barat.
Sementara itu, Fauzi Bahar menilai bahwa upaya menyelamatkan generasi muda tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah, aparat penegak hukum, ataupun lembaga yang bergerak di bidang P4GN. Peran orang tua, guru, tokoh adat, Bundo Kanduang, Dubalang, serta seluruh elemen masyarakat harus berjalan beriringan.
Instruksi tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa perang melawan narkotika harus dimulai dari lingkungan terdekat. Menjaga anak kemenakan, melindungi generasi muda, dan menyelamatkan masa depan nagari bukan semata-mata tugas satu lembaga, melainkan tanggung jawab bersama. Sebab, sebelum kobaran api narkotika semakin membesar dan menjalar ke mana-mana, seluruh elemen masyarakat harus bergerak membangun benteng pencegahan dari sekarang. (*)
