Irwan Basir Datuk Rajo Alam Ajak Tokoh Adat Perkuat Ketahanan Masyarakat Cegah Prostitusi dan Peredaran Gelap Narkotika
Ajakan tersebut di sampaikan Irwan Basir Datuk Rajo Alam saat memberikan materi tentang prostitusi dan penyalahgunaan narkotika dalam kegiatan Konsolidasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kantor Camat Bungus Teluk Kabung, Minggu 4 Oktober 2026.
Menurut Irwan Basir yang akrab disapa Datuk IB, persoalan sosial tidak bisa hanya di serahkan kepada aparat penegak hukum saja. Ketahanan masyarakat harus di bangun bersama melalui keluarga, kaum, lingkungan, lembaga adat, tokoh agama dan pemerintah.
“Niniak mamak punya tanggung jawab terhadap anak kemenakan. Bundo Kanduang punya peran besar dalam membentuk keluarga dan karakter generasi. Dubalang juga mempunyai tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban. Kalau semua unsur ini bergerak bersama, insyaallah benteng masyarakat akan semakin kuat,” ujar Datuk IB.
Ia menegaskan, pencegahan harus di lakukan sebelum persoalan menjadi semakin besar. Karena itu, masyarakat di minta tidak bersikap apatis terhadap kondisi lingkungan, namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif, pembinaan dan koordinasi dengan pihak berwenang.
Datuk IB juga berharap konsolidasi P4GN tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, hasil pertemuan harus di teruskan sampai ke tingkat kelurahan, kaum dan keluarga.
“Jangan sampai kita hanya berkumpul, berdiskusi, kemudian selesai. Konsolidasi ini harus melahirkan gerakan nyata sampai ke akar rumput. Kita harus kembali menghidupkan fungsi niniak mamak, Bundo Kanduang, tokoh agama dan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga anak kemanakan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang mengatakan bahwa perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tidak akan berhasil apabila hanya mengandalkan kekuatan aparat.
Menurut Firman, masyarakat adat memiliki kekuatan sosial yang sangat besar karena memiliki struktur hingga ke tingkat keluarga dan kaum. Kekuatan tersebut harus di jadikan bagian penting dalam gerakan P4GN.
“Kalau kita ingin menyelamatkan generasi muda dari narkotika, maka jangan hanya datang ketika sudah terjadi masalah. Kita harus hadir sebelum mereka terjerumus. Di sinilah pentingnya peran niniak mamak, Bundo Kanduang, alim ulama, cadiak pandai, dubalang dan pemuda sebagai parik paga nagari,” kata Firman.
Firman menambahkan, LAN Sumbar akan terus mendorong konsolidasi P4GN berbasis masyarakat dan adat. Menurutnya, pemberantasan penyalahgunaan narkotika harus di lakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Kita tidak boleh menyerahkan persoalan ini hanya kepada TNI/Polri, BNN atau pemerintah. Ini adalah persoalan kita bersama. Kalau satu anak kemanakan kita terselamatkan, berarti kita sudah menyelamatkan satu masa depan. Kalau satu keluarga kita selamatkan, berarti kita sudah menyelamatkan masa depan sebuah kaum,” ujarnya.
Sementara itu Drs. H. Syamsu Rahim, menilai penguatan karakter menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam berbagai persoalan sosial.
Menurutnya, pembangunan karakter tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Keluarga, lingkungan sosial, adat dan agama harus mengambil peran secara bersamaan.
“Yang sangat kita butuhkan saat ini adalah pembangunan karakter umat. Anak-anak kita harus memiliki pegangan yang kuat. Ketika iman, akhlak dan karakter mereka kuat, mereka akan memiliki kemampuan untuk mengatakan tidak terhadap segala bentuk ajakan yang merusak masa depannya,” ujar Syamsu Rahim.
Ia mengatakan, persoalan prostitusi, penyalahgunaan narkotika dan berbagai penyakit sosial lainnya memiliki keterkaitan dengan lemahnya pengawasan sosial dan pembinaan generasi muda.
Karena itu, menurut Syamsu Rahim, niniak mamak, Bundo Kanduang, orang tua, guru dan tokoh masyarakat harus kembali memperkuat komunikasi dengan generasi muda.
“Jangan hanya bertanya kepada anak kita ketika masalah sudah muncul. Kita harus hadir dalam kehidupan mereka, mendengar keluh kesah mereka, memberikan keteladanan dan membangun komunikasi. Anak-anak membutuhkan figur yang bisa mereka jadikan tempat bertanya dan tempat kembali,” katanya.
Kegiatan konsolidasi P4GN yang di inisiasi Ketua LKAAM Kecamatan Bungus Teluk Kabung tersebut di hadiri Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, Ketua LAN Kota Padang Hj. Yuliar, S.Sos, MM, Ketua LAN Kecamatan Bungus Teluk Kabung Zulfahmi, S.Pd, serta tim P4GN LAN Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Syamsu Rahim, YP Sefdi Roentoe dan Muchsin, S.Sos.
Turut hadir pengurus LAN Kecamatan Bungus Teluk Kabung, di antaranya Sekretaris Hengki Junaidi dan bendahara LAN Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Bundo Kanduang, niniak mamak, Ketua KAN, para lurah se-Kecamatan Bungus Teluk Kabung serta unsur Dubalang Kota Padang.
Firman berharap konsolidasi tersebut menjadi awal dari gerakan yang lebih besar dan terstruktur.
“LAN Sumbar siap bersinergi dengan LKAAM, KAN, niniak mamak, Bundo Kanduang, pemerintah kecamatan dan kelurahan. Kita ingin gerakan P4GN ini benar-benar masuk ke tengah masyarakat. Jangan tunggu narkotika menghancurkan generasi kita. Kita cegah dari sekarang, kita bentengi mereka bersama,” pungkas Firman.(tim)
