Lintas Alam Satpam Bank BI Bukan Sekadar Aktivitas Fisik, tetapi Membentuk Disiplin, Mental dan Kekompakan
Hal itu disampaikan Kompol (Purn) Maman Rosadi, SH, mantan Kasubdit Dalmas Polda Sumatera Barat, menyikapi sejumlah arahan dan petunjuk yang diberikan menjelang pelaksanaan kegiatan Lintas Alam tersebut.
Menurut Maman Rosadi, seluruh anggota Satpam yang mengikuti kegiatan harus memahami bahwa Lintas Alam merupakan kegiatan dinas, bukan kegiatan rekreasi, jalan-jalan, ataupun sekadar mencari suasana untuk melepas penat.
"Kita harus memahami bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kedinasan. Karena itu, disiplin, tanggung jawab, sikap, dan etika kedinasan tetap harus dijaga, meskipun pelaksanaannya berlangsung di alam terbuka," ujar Maman Rosadi.
Dikatakan Maman, kegiatan Lintas Alam memiliki nilai pembelajaran yang cukup penting bagi anggota Satpam. Selain melatih kemampuan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun mental yang tangguh, kesabaran, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama dalam menghadapi berbagai kondisi perjalanan.
"Di sinilah kita belajar tentang arti kekompakan. Berjalan bersama bukan hanya soal mencapai garis akhir, tetapi bagaimana kita mampu saling memperhatikan, membantu rekan yang membutuhkan, dan memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya persiapan sebelum keberangkatan. Setiap peserta diminta memastikan kondisi kesehatan masing-masing. Bagi anggota yang sedang kurang sehat, sebaiknya tidak memaksakan diri. Apalagi kegiatan berlangsung di alam terbuka dengan kondisi medan yang membutuhkan kesiapan fisik.
Mengingat saat ini memasuki musim hujan, peserta juga diharapkan membawa perlengkapan yang diperlukan, seperti jas hujan dan sepatu lapangan yang sesuai dengan kondisi medan agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Lebih lanjut Maman menjelaska, bahwa dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat BI juga akan turut serta. Karena itu, beberapa anggota Satpam telah di berikan penugasan untuk berada di sekitar dan mendampingi para pejabat selama perjalanan, sehingga apabila di perlukan dapat memberikan bantuan secara cepat dan tepat.
Menurutnya, pendampingan tersebut harus di laksanakan dengan penuh tanggung jawab, tetap mengedepankan kesopanan, serta memahami batasan dalam berinteraksi dengan para pejabat.
"Jaga etika dan tata krama. Hormati para pejabat yang ikut dalam kegiatan. Jangan bersikap berlebihan, jangan pula merasa terlalu akrab. Kita harus mampu menempatkan diri dan menunjukkan bahwa Satpam adalah bagian dari unsur pengamanan yang memiliki disiplin serta profesionalisme," tegasnya.
Maman juga mengingatkan agar anggota tidak mengambil foto maupun video para pejabat tanpa izin, menghindari candaan yang berlebihan, tidak merokok sembarangan, serta senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk dalam hal makan dan minum, seluruh peserta diharapkan tetap memperhatikan ketertiban dan kesopanan.
Ia menilai hal-hal sederhana tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter dan cerminan kualitas seseorang dalam menjalankan tugas.
"Jangan sampai karena suasana kegiatan yang lebih santai, kita melupakan etika kedinasan. Hindari mengeluh, jangan berebut makanan atau minuman, dan jangan menjadikan waktu perjalanan maupun istirahat sebagai tempat menyampaikan persoalan pekerjaan. Tunjukkan sikap yang baik dan tetap jaga nama institusi," lanjutnya.
Maman berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, menjaga kesehatan, serta membangun suasana kebersamaan yang positif.
Baginya kegiatan Lintas Alam bukan hanya menguji kekuatan langkah, tetapi juga mengajarkan bagaimana setiap anggota mampu mengendalikan diri, menghargai orang lain, dan mengutamakan kepentingan bersama.
"Seorang anggota Satpam tidak hanya di tuntut memiliki kemampuan pengamanan, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang baik, disiplin, santun, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Semua itu harus tercermin, baik ketika bertugas di lingkungan kerja maupun saat mengikuti kegiatan bersama," ujarnya.
Dikatakan Maman, keberhasilan kegiatan Lintas Alam bukan semata-mata diukur dari seberapa jauh perjalanan ditempuh, melainkan dari seberapa kuat kebersamaan dibangun, seberapa tinggi disiplin dijaga, dan seberapa besar kepedulian tumbuh di antara sesama peserta. (*)
