Firman Sikumbang Sentil Kabupaten Pesisir Selatan. "Ketika Adat dan Agama Mulai Luluh oleh Narkotika"
Pernyataan itu disampaikan Firman Sikumbang saat memberikan edukasi bahaya narkotika dan penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada para pelajar SMA 1 Bayang, Jumat 11 September 2026.
Di hadapan para pelajar, Firman Sikumbang mengingatkan bahwa persoalan narkotika bukan lagi ancaman yang jauh dari kehidupan masyarakat. Bahkan, menurutnya, keberadaan narkotika di tengah masyarakat Pesisir Selatan sudah menjadi persoalan serius yang harus di hadapi secara bersama-sama.
Yang membuat para pelajar terdiam adalah ketika Firman mengaitkan ancaman narkotika dengan jati diri masyarakat Pesisir Selatan yang dikenal kuat memegang adat dan agama.
“Pesisir Selatan merupakan daerah yang memegang teguh falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Adat dan agama seharusnya menjadi benteng kehidupan masyarakat. Namun ketika narkotika masuk dan merusak generasi muda, kita harus bertanya, di mana kekuatan benteng itu?” ujar Firman.
Menurut Firman, kuatnya adat dan agama tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai-nilai tersebut harus di wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentengi generasi muda.
“Narkotika tidak hanya merusak tubuh. Lebih jauh, narkotika dapat merusak masa depan, menghancurkan keluarga dan menggerus karakter generasi muda. Karena itu, perang terhadap narkotika harus di mulai dari kesadaran kita sendiri,” tegasnya.
Pernyataan Firman ternyata tidak membuat para pelajar takut. Sebaliknya, hal itu justru memantik semangat mereka untuk ikut mengambil bagian dalam gerakan pencegahan narkotika.
Puluhan pelajar SMA 1 Bayang menyatakan kesediaannya bergabung dengan Satgas LAN Kabupaten Pesisir Selatan. Mereka ingin menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga sekolah, keluarga dan lingkungan mereka dari ancaman narkotika.
Ketua LAN Kabupaten Pesisir Selatan, Marwan Anas, yang merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, menyambut baik keterlibatan para pelajar tersebut.
Menurut Marwan, keterlibatan generasi muda merupakan kekuatan penting dalam membangun gerakan P4GN di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Anak-anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi bagian dari gerakan menyelamatkan daerah ini. Kalau pelajar sudah berani mengatakan tidak terhadap narkotika dan mau menjadi bagian dari Satgas LAN, itu adalah modal besar bagi kita,” ujar Marwan.
Ia menegaskan, pemberantasan narkotika tidak mungkin hanya di bebankan kepada aparat penegak hukum. Peran sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, pemuda dan seluruh elemen masyarakat sangat menentukan.
“LAN Kabupaten Pesisir Selatan akan terus bergerak masuk ke sekolah-sekolah, nagari dan lingkungan masyarakat. Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa narkotika adalah musuh kita bersama,” katanya.
Marwan juga mengapresiasi keberanian para pelajar SMA 1 Bayang yang memilih untuk terlibat dalam gerakan P4GN.
“Jangan tunggu menjadi korban baru kita bergerak. Lebih baik kita mencegah sejak sekarang. Pelajar adalah generasi penerus Pesisir Selatan. Mereka harus kita jaga dan kita selamatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMA 1 Bayang, Resnawita, S.Ag, M.Pd, mengapresiasi kegiatan edukasi dan penguatan P4GN yang di lakukan LAN Provinsi Sumatera Barat.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting karena memberikan pemahaman langsung kepada pelajar mengenai bahaya narkotika sekaligus membangun keberanian siswa untuk mengatakan tidak terhadap narkotika.
Ia berharap kerja sama antara pihak sekolah dan LAN dapat terus di tingkatkan. Edukasi tentang bahaya narkotika, katanya, tidak boleh berhenti dalam satu kegiatan, tetapi harus menjadi gerakan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Keterlibatan puluhan pelajar SMA 1 Bayang dalam Satgas LAN Kabupaten Pesisir Selatan menjadi catatan penting. Pesan yang di sampaikan Firman Sikumbang tidak berhenti di ruang sosialisasi.
Dari sekolah muncul keberanian. Dari generasi muda tumbuh perlawanan.
Sebab, menyelamatkan Pesisir Selatan dari ancaman narkotika bukan hanya tugas aparat. Ini adalah tanggung jawab bersama, untuk menjaga adat, agama, keluarga dan masa depan generasi muda Ranah Pasisia, tukasnya (MA)
