YP Sefdi Roentoe Digadang-gadangkan Jadi Calon Kuat Bupati Solok, Sosok Penggerak Sosial yang Mulai Dilirik Masyarakat
Sosok yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan tersebut mulai di perbincangkan sebagai salah satu kandidat potensial untuk memimpin Kabupaten Solok. Namanya mencuat bukan tanpa alasan. Kiprahnya dalam organisasi, kepedulian terhadap persoalan sosial, serta aktivitasnya membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Sebagai Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Solok, YP Sefdi Roentoe di kenal cukup aktif menggerakkan kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui berbagai program, ia berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga generasi muda dari ancaman narkotika merupakan tanggung jawab bersama.
Tidak hanya bergerak di lingkungan organisasi, YP Sefdi Roentoe juga terlibat dalam kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah, membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, serta mendorong keterlibatan unsur nagari dalam gerakan pencegahan narkotika.
Kiprah tersebut memperlihatkan bahwa dirinya memiliki perhatian terhadap persoalan pembangunan manusia. Sebab, membangun sebuah daerah tidak cukup hanya dengan menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga harus di barengi dengan pembangunan karakter, pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia.
Kata sejumlah kalangan, Kabupaten Solok membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya memahami persoalan pemerintahan, tetapi juga mampu menyelami denyut kehidupan masyarakat hingga ke tingkat nagari. Pemimpin yang mau mendengar, hadir di tengah masyarakat, serta memiliki keberanian mengambil keputusan demi kepentingan orang banyak.
Dalam konteks itulah, munculnya nama YP Sefdi Roentoe menjadi menarik untuk dicermati. Kabupaten Solok memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, perdagangan, serta kekuatan sosial budaya yang berakar pada kehidupan adat dan nagari. Potensi tersebut membutuhkan sentuhan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh kekuatan daerah menjadi energi pembangunan.
Persoalan kesejahteraan petani, penguatan ekonomi nagari, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pembukaan lapangan pekerjaan, pembangunan infrastruktur, hingga perlindungan generasi muda merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan pemikiran dan keberpihakan seorang pemimpin.
Diketahui pengalaman YP Sefdi Roentoe dalam menggerakkan organisasi sosial dapat menjadi modal awal untuk membangun komunikasi lintas kelompok. Namun, tentu saja, modal sosial tersebut perlu di perkuat dengan gagasan pembangunan yang jelas, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi dinamika politik daerah.
Di lingkungan LAN Sumatera Barat, YP Sefdi Roentoe juga menjadi salah satu figur yang mengambil peran dalam mengembangkan gerakan P4GN. Bersama Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, ia terlibat dalam berbagai agenda penguatan gerakan anti narkotika, khususnya melalui pendekatan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Firman Sikumbang dalam sejumlah kesempatan selalu menekankan bahwa perjuangan menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika membutuhkan orang-orang yang memiliki kepedulian, keberanian, dan konsistensi dalam bekerja. Gerakan sosial, menurutnya, tidak boleh berhenti sebatas slogan, tetapi harus di wujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari rekam jejak pengabdian YP Sefdi Roentoe yang kini mulai mendapat perhatian dalam perbincangan politik Kabupaten Solok.
Meski demikian, jalan menuju kursi Bupati Solok bukanlah perjalanan yang sederhana. Dibutuhkan dukungan masyarakat yang terukur, komunikasi politik dengan berbagai kekuatan, dukungan partai politik, serta keberanian menawarkan konsep pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Apakah YP Sefdi Roentoe benar-benar akan mengambil langkah menuju gelanggang politik Kabupaten Solok? Ataukah namanya masih sebatas aspirasi dan harapan sebagian masyarakat yang menginginkan alternatif figur kepemimpinan?
Yang jelas, dinamika politik selalu memberikan ruang bagi lahirnya tokoh-tokoh baru. Dan ketika sebuah nama mulai di perbincangkan masyarakat, tentu menarik untuk melihat sejauh mana figur tersebut mampu membangun kepercayaan dan membuktikan kapasitasnya.
Kabupaten Solok membutuhkan pemimpin yang bekerja untuk rakyat, memahami adat dan budaya, serta memiliki visi jauh ke depan. Jika kelak YP Sefdi Roentoe benar-benar memilih jalan politik, masyarakat tentu akan menunggu gagasan, keberanian, dan kesungguhannya dalam menawarkan masa depan Kabupaten Solok yang lebih baik.
Kata Firman Sikumbang, setiap orang memiliki kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat. Namun, pengabdian sejati bukan diukur dari jabatan yang di duduki, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat di berikan kepada orang banyak. (*)
