Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SIGAP DAN PEDULI! Bhabinkamtibmas Polsek Padang Timur, Kasi Trantibum, Dubalang, dan LAN Sumbar Bersinergi, Perempuan 25 Tahun Mendapatkan Penanganan Medis

Wednesday, October 14, 2026 | October 14, 2026 WIB Last Updated 2026-10-14T08:39:51Z

SIGAP DAN PEDULI! Bhabinkamtibmas Polsek Padang Timur, Kasi Trantibum, Dubalang, dan LAN Sumbar Bersinergi, Perempuan 25 Tahun Mendapatkan Penanganan Medis


PADANG, PIONIR----Kepedulian terhadap sesama tidak selalu hadir dalam bentuk bantuan materi. Terkadang, kepedulian justru terlihat dari kesigapan seseorang ketika melihat warga di sekitarnya membutuhkan pertolongan. Sikap inilah yang di tunjukkan Bhabinkamtibmas Polsek Padang Timur, Aiptu Nofriadi, SH, bersama Kasi Trantibum dan PB Kelurahan Simpang Haru, Marjohan Yustin, S.AP, Dubalang Kota Kelurahan Simpang Haru, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, dan LAN Kota Padang, Rabu, 14 Oktober 2026.

Melalui koordinasi dan kerja sama lintas sektor tersebut, Bunga (25), (bukan nama sebenarnya), warga Kelurahan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, yang sebelumnya di duga terkait penggunaan narkotika, mendapatkan pendampingan untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Tim gabungan membawa Bunga ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat guna melakukan koordinasi mengenai rehabilitasi narkotika.

Namun, setelah berkoordinasi dengan pihak BNNP Sumatera Barat, tim memperoleh informasi bahwa Bunga memerlukan penanganan kesehatan jiwa. Menindak lanjuti informasi tersebut, tim gabungan kemudian mengantarkan Bunga ke Rumah Sakit Jiwa dr. Yaunin Sawahan Kota Padang agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas rutin, melainkan juga menyangkut kepekaan sosial, kepedulian, dan kesigapan dalam merespons persoalan yang di hadapi warga.

Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memiliki peran strategis dalam mendeteksi persoalan sosial di wilayah binaannya. Sementara itu, Kasi Trantibum dan PB memiliki peran dalam mendukung ketenteraman, ketertiban umum, dan penanganan persoalan masyarakat sesuai kewenangannya. Ketika kedua unsur ini bergerak bersama, kemudian di perkuat oleh Dubalang dan LAN, terbentuklah kolaborasi yang mengedepankan respons cepat dan pendekatan kemanusiaan.

Nofriadi, SH, mengatakan, pentingnya kehadiran aparat di tengah masyarakat, terutama ketika terdapat warga yang membutuhkan pertolongan dan pendampingan.

Menurutnya, tugas Bhabinkamtibmas bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat serta membantu mencarikan solusi atas persoalan yang muncul di lingkungan binaan.

“Sebagai Bhabinkamtibmas, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk hadir di tengah masyarakat, mengetahui persoalan yang di hadapi warga, dan berupaya membantu mencarikan solusi. Ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan, kami tidak boleh tinggal diam. Kami harus segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar yang bersangkutan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujarnya

Ia menjelaskan, dalam penanganan Bunga, pihaknya bersama Kasi Trantibum dan PB Kelurahan Simpang Haru, Dubalang, serta jajaran LAN Sumbar dan LAN Kota Padang berupaya memberikan pendampingan hingga di peroleh informasi mengenai langkah penanganan yang sesuai.

“Dalam kasus Bunga ini, kami bersama Kasi Trantibum dan PB Kelurahan Simpang Haru, Dubalang, serta rekan-rekan dari LAN Sumbar dan LAN Kota Padang berupaya memberikan pendampingan. Setelah berkoordinasi dengan pihak BNNP Sumatera Barat, kami mendapatkan informasi bahwa Bunga memerlukan penanganan kesehatan jiwa. Karena itu, kami bersama-sama mengantarkannya ke rumah sakit jiwa agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis,” katanya.

Ia juga mengharapkan masyarakat tidak mudah memberikan stigma kepada warga yang sedang menghadapi persoalan sosial maupun kesehatan.

“Kami berharap masyarakat tidak memberikan stigma atau mengucilkan warga yang sedang menghadapi persoalan seperti ini. Mereka juga manusia yang membutuhkan perhatian dan kepedulian. Jika kita mengetahui ada warga yang membutuhkan pertolongan, mari kita bantu dengan cara yang tepat dan berkoordinasi dengan pihak yang berwenang. Keamanan dan ketenteraman lingkungan akan lebih mudah di wujudkan apabila kita semua memiliki kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Ketua LAN Sumbar Apresiasi Kesigapan Bhabinkamtibmas dan Kasi Trantibum

Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, turut memberikan apresiasi terhadap kesigapan Aiptu Nofriadi dan Marjohan Yustin dalam membantu warga yang membutuhkan pertolongan.

Menurut Firman, kesigapan seorang Bhabinkamtibmas dan Kasi Trantibum tidak cukup hanya di ukur dari kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Lebih dari itu, keduanya harus memiliki kepekaan dalam membaca persoalan sosial, terutama ketika berhadapan dengan warga yang membutuhkan pertolongan, termasuk mereka yang di duga mengalami permasalahan terkait penggunaan narkotika.

“Saya memberikan apresiasi terhadap kesigapan Bhabinkamtibmas Polsek Padang Timur, Aiptu Nofriadi, SH, bersama Kasi Trantibum dan PB Kelurahan Simpang Haru, Marjohan Yustin, S.AP. Mereka menunjukkan bahwa tugas pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga bagaimana hadir ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan. Inilah bentuk kepedulian yang harus terus kita bangun di tengah masyarakat,” ujar Firman Sikumbang.

Firman juga mengatakan, persoalan yang di hadapi Bunga harus di lihat secara bijaksana dan tidak boleh langsung di simpulkan sebagai persoalan penyalahgunaan narkotika semata. Diperlukan pemeriksaan profesional untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, sehingga langkah penanganan dapat di lakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga kesehatan yang berwenang.

“Kita tidak boleh terburu-buru memberikan penilaian kepada seseorang hanya berdasarkan dugaan. Ketika ada warga yang mengalami persoalan, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memastikan keselamatannya, melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang, dan membantu yang bersangkutan mendapatkan pemeriksaan serta penanganan yang tepat. Jika ternyata membutuhkan layanan kesehatan jiwa, maka itulah yang harus di prioritaskan,” tuturnya.

Ia juga menilai, peristiwa tersebut menjadi contoh pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan antara kepolisian, pemerintah kelurahan, unsur Dubalang, lembaga sosial, dan instansi terkait.

Menurutnya, persoalan sosial di tengah masyarakat tidak selalu dapat di selesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kerja bersama dengan pembagian peran yang jelas agar pertolongan dapat di berikan secara cepat,dan tepat.

Firman berharap kesigapan yang di tunjukkan Aiptu Nofriadi dan Marjohan Yustin dapat menjadi inspirasi bagi aparat lainnya untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Bhabinkamtibmas dan Kasi Trantibum adalah unsur yang sangat dekat dengan denyut kehidupan masyarakat. Mereka sering kali menjadi pihak pertama yang mengetahui ketika ada persoalan di lingkungan warga. Karena itu, kepekaan, kesiap siagaan, dan kemampuan berkoordinasi menjadi hal yang sangat penting. Jangan menunggu persoalan menjadi besar baru kita bergerak. Selama masih ada kesempatan untuk memberikan pertolongan, lakukanlah dengan cara yang benar dan sesuai kewenangan,” ucap Firman.

Lanjut Firman Sikumbang mengatakan  upaya pencegahan dan penanganan persoalan narkotika harus mengedepankan keseimbangan antara pencegahan, penegakan hukum sesuai ketentuan, rehabilitasi, dan pendekatan kemanusiaan. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman bahwa orang yang mengalami permasalahan terkait penggunaan narkotika membutuhkan penanganan sesuai kondisinya, bukan sekadar penghakiman sosial.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa persoalan kesehatan jiwa dan dugaan penggunaan narkotika merupakan dua hal yang tidak boleh di campuradukkan tanpa pemeriksaan yang memadai. Keduanya membutuhkan penilaian profesional agar tidak menimbulkan stigma yang dapat memperburuk keadaan seseorang.

Dalam konteks pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN), LAN Sumbar memandang sinergi lintas sektor sebagai salah satu fondasi penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat. Kolaborasi tersebut tidak hanya di perlukan ketika suatu persoalan muncul, tetapi juga dalam membangun edukasi, meningkatkan kewaspadaan lingkungan, memperkuat peran keluarga, serta membuka akses informasi mengenai layanan rehabilitasi dan kesehatan, tukasnya (*)


×
Berita Terbaru Update