Road Show P4GN LAN Sumbar Sambangi SMP 41 Padang, YP Sefdi Roentoe dan Muchsin Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkotika
Kali ini, SMP Negeri 41 Kota Padang menjadi sasaran kegiatan edukasi P4GN yang di gelar LAN Sumbar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road Show LAN Sumbar ke sekolah-sekolah tingkat SLTP se-Kota Padang. Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, LAN Sumbar menurunkan dua orang pemateri, yakni YP Sefdi Roentoe, S.Pd dan Muchsin, S.Sos, Selasa 03 Novenber 2026.
Kehadiran kedua pemateri ini bukan sekadar memenuhi agenda sosialisasi, tetapi membawa misi penting, yakni menanamkan pemahaman kepada para pelajar bahwa ancaman narkotika bukan persoalan yang jauh dari kehidupan mereka. Ancaman itu bisa hadir melalui lingkungan pergaulan, pengaruh teman sebaya, maupun berbagai bentuk bujuk rayu yang tidak disadari.
Dengan pendekatan edukatif dan komunikatif, YP Sefdi Roentoe dan Muchsin berupaya membangun kedekatan dengan para siswa agar materi yang disampaikan tidak terkesan sebagai ceramah satu arah. Para pelajar di ajak memahami persoalan narkotika secara lebih luas, mengenali risiko penyalahgunaannya, serta membangun keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan yang dapat merusak masa depan.
YP Sefdi Roentoe, S.Pd yang selama ini aktif dalam kegiatan edukasi P4GN, menjadi salah satu ujung tombak LAN Sumbar dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada kalangan pelajar. Sementara Muchsin, S.Sos turut memperkuat penyampaian materi dengan pendekatan yang membangun kesadaran dan kepedulian peserta terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekolah agar tetap sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika. Keduanya merupakan bagian dari kekuatan lapangan LAN Sumbar yang terus di dorong untuk memperluas jangkauan edukasi, terutama kepada kelompok usia sekolah yang membutuhkan penguatan karakter dan ketahanan diri.
Sementara itu, Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, mengatakan bahwa Road Show P4GN ke sekolah-sekolah merupakan bagian dari strategi LAN Sumbar dalam membangun benteng perlindungan generasi muda.
Menurut Firman, pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak boleh di lakukan setelah persoalan muncul. Justru langkah antisipasi harus di mulai ketika anak-anak masih berada di bangku pendidikan, saat karakter, pola pikir, dan lingkungan pergaulan mereka sedang terbentuk.
"Jangan sampai kita baru sibuk berbicara tentang bahaya narkotika setelah ada anak-anak kita yang menjadi korban. Pencegahan itu harus di lakukan jauh sebelum persoalan terjadi. Kita harus hadir lebih awal, memberikan pemahaman, membangun kesadaran, dan menanamkan keberanian kepada generasi muda untuk menjaga dirinya," tegas Firman.
Dikatakan Firman Sikumbang, sekolah merupakan salah satu ruang strategis dalam membangun ketahanan generasi muda. Sebab, pendidikan bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk kepribadian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan yang benar dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai, pelajar tingkat SLTP merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian serius. Pada usia tersebut, anak-anak sedang mengalami perkembangan pola pikir dan mulai memperluas lingkungan pergaulan. Karena itu, mereka harus dibekali pengetahuan yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun tekanan lingkungan.
"Anak-anak kita harus memahami bahwa masa depan itu terlalu berharga untuk dipertaruhkan. Jangan pernah menganggap penyalahgunaan narkotika sebagai sesuatu yang biasa, apalagi mencoba-coba karena rasa ingin tahu atau sekadar mengikuti ajakan teman. Dampaknya bisa panjang terhadap pendidikan, keluarga, kesehatan, dan cita-cita mereka," ujar Firman.
Lebih lanjut Firman menjelaskan bahwa gerakan P4GN tidak mungkin berhasil apabila hanya dibebankan kepada satu lembaga atau organisasi. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga lingkungan pergaulan anak-anak.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membangun pengawasan dan pembinaan di sekolah. Begitu pula orang tua yang harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan perhatian, perlindungan, serta pendidikan karakter.
"Jangan biarkan sekolah berjalan sendiri, jangan pula orang tua merasa bahwa persoalan narkotika hanya menjadi urusan aparat atau lembaga tertentu. Ini adalah persoalan bersama. Anak-anak kita merupakan aset keluarga, aset masyarakat, sekaligus calon pemimpin bangsa yang harus kita jaga bersama," ungkapnya.
Lanjut Firman, LAN Sumbar sengaja membangun gerakan P4GN melalui pendekatan pendidikan dan kemasyarakatan. Program LAN Go to School, LAN Go to Campus, dan LAN Go to Nagari merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi hingga menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa LAN Sumbar tidak ingin menjadi organisasi yang hanya ramai dalam kegiatan seremonial atau sekadar hadir dalam agenda tertentu.
"LAN harus hadir dengan kerja nyata. Kita tidak ingin hanya menjadi organisasi yang namanya dikenal, tetapi tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ukuran keberhasilan sebuah gerakan bukan berapa banyak kegiatan yang di laksanakan, melainkan sejauh mana kegiatan itu mampu membangun kesadaran dan menggerakkan masyarakat untuk ikut melakukan pencegahan," tegasnya.
Firman Sikumbang juga berharap kegiatan Road Show P4GN di SMP Negeri 41 Kota Padang tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia menginginkan pesan-pesan pencegahan yang di sampaikan oleh para pemateri dapat di teruskan oleh para siswa kepada teman sebaya dan lingkungan keluarga.
Menurutnya, seorang pelajar tidak harus menunggu menjadi orang dewasa untuk mengambil bagian dalam gerakan anti narkotika. Mereka bisa memulainya dengan menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, saling mengingatkan, serta berani menyampaikan kepada guru atau orang dewasa tepercaya apabila menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian.
"Harapan kita, setelah mengikuti kegiatan ini, anak-anak tidak hanya pulang membawa pengetahuan, tetapi juga membawa kesadaran. Jadilah generasi yang berani mengatakan tidak terhadap narkotika, berani menjaga teman, dan berani memilih masa depan yang lebih baik," tuturnya.
Ia menambahkan, LAN Sumbar akan terus memperluas kegiatan edukasi P4GN ke sekolah-sekolah tingkat SLTP di Kota Padang sebagai bentuk konsistensi organisasi dalam menjalankan misi perlindungan generasi muda. Bagi Firman, menyelamatkan generasi muda bukan pekerjaan satu atau dua hari. Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kerja bersama yang berkesinambungan.
"Jangan biarkan senyum anak-anak kita hilang karena narkotika. Mereka memiliki hak untuk tumbuh, belajar, meraih cita-cita, dan menikmati masa depan yang lebih baik. Itulah alasan mengapa LAN Sumbar terus bergerak. Kita ingin memastikan generasi penerus bangsa tumbuh dalam lingkungan yang sehat, kuat, dan memiliki masa depan," pungkas Firman Sikumbang. (Boby)
